<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Banyak Pecatan TNI Putuskan Membelot Jadi Anggota KKB Papua?</title><description>Sejak tahun 1970, setidaknya ada enam anggota TNI yang membelot dan bergabung menjadi anggota KKB Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua"/><item><title>Mengapa Banyak Pecatan TNI Putuskan Membelot Jadi Anggota KKB Papua?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Shafira Aprilia Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua-9CHBrQIFyh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pecatan TNI Yotam Bugiangge/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/337/2976189/mengapa-banyak-pecatan-tni-putuskan-membelot-jadi-anggota-kkb-papua-9CHBrQIFyh.jpg</image><title>Pecatan TNI Yotam Bugiangge/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMS8xLzE3NzQ5NS81L3g4dDF3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mengapa banyak pecatan TNI putuskan membelot jadi anggota KKB Papua? Pertanyaan tersebut akan diulas lengkap dalam artikel ini.
Sejak tahun 1970, setidaknya ada enam anggota TNI yang membelot dan bergabung menjadi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Dan yang paling menghebohkan adalah Prada Yotam Bugiangge, mantan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/WMS).

BACA JUGA:
Profil Otniel Giban, Kaki Tangan Pecatan TNI Yotam Bugiangge yang Ditembak Pasukan Khusus Rajawali Marinir

Mantan anggota Kompi-C Yonif 756/WMS ini menghilang sejak 17 Desember 2021. Yotam kabur sambil membawa satu pucuk senjata SS-2 V1, saat melaksanakan tugas jaga.
Alasan mereka memutuskan untuk membelot dan bergabung menjadi anggota KKB Papua pun beragam. Saat  medan tempur seperti pada operasi penumpasan KKB di Papua, mental prajurit pun tidak sama.

BACA JUGA:
2 Pelajar yang Ditangkap saat Baku Tembak dengan Kaki Tangan Pecatan TNI Yotam Bugiangge Dibebaskan

Hal tersebut dapat terlihat dari adanya oknum TNI yang bekerja sama dengan anggota KKB Papua, menjual senjata, hingga pembelotan. Selain itu, ada sejumlah prajurit TNI yang dikabarkan membelot ke KKB Papua karena saudaranya warga Papua.
Faktor lainnya yaitu faktor perbedaan ideologi atau politik, faktor ekonomi, ketidakpuasan terhadap kondisi kerja, faktor sosial, dan identitas lokal.
Dilansir beragam sumber, anggota TNI yang pertama kali bergabung ke KKB adalah dari prajurit Kostrad bernama Seth Jafeth Rumkorem. Ia diangkat menjadi pimpinan tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM).Kemudian, mantan anggota TNI bernama Elieser Awom yang bergabung ke KKB pada tahun 1980-an. Lalu ada anggota TNI dari Batalyon 753 Arfai, Manokwari bernama Surabut yang bergabung ke KKB Papua pada tahun 1990-an.
Pada 2018, Senat Soll alias Ananias Yalak memutuskan untuk bergabung dengan anggota KKB Papua dan pada 2021.
Selanjutnya Lucky Y Matuann alias Lukius (Februari 2021), dan yang terakhir Yotam Bugiangge (Desember 2021) ikut membelot dengan bergabung dengan KKB Papua.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMS8xLzE3NzQ5NS81L3g4dDF3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mengapa banyak pecatan TNI putuskan membelot jadi anggota KKB Papua? Pertanyaan tersebut akan diulas lengkap dalam artikel ini.
Sejak tahun 1970, setidaknya ada enam anggota TNI yang membelot dan bergabung menjadi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Dan yang paling menghebohkan adalah Prada Yotam Bugiangge, mantan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/WMS).

BACA JUGA:
Profil Otniel Giban, Kaki Tangan Pecatan TNI Yotam Bugiangge yang Ditembak Pasukan Khusus Rajawali Marinir

Mantan anggota Kompi-C Yonif 756/WMS ini menghilang sejak 17 Desember 2021. Yotam kabur sambil membawa satu pucuk senjata SS-2 V1, saat melaksanakan tugas jaga.
Alasan mereka memutuskan untuk membelot dan bergabung menjadi anggota KKB Papua pun beragam. Saat  medan tempur seperti pada operasi penumpasan KKB di Papua, mental prajurit pun tidak sama.

BACA JUGA:
2 Pelajar yang Ditangkap saat Baku Tembak dengan Kaki Tangan Pecatan TNI Yotam Bugiangge Dibebaskan

Hal tersebut dapat terlihat dari adanya oknum TNI yang bekerja sama dengan anggota KKB Papua, menjual senjata, hingga pembelotan. Selain itu, ada sejumlah prajurit TNI yang dikabarkan membelot ke KKB Papua karena saudaranya warga Papua.
Faktor lainnya yaitu faktor perbedaan ideologi atau politik, faktor ekonomi, ketidakpuasan terhadap kondisi kerja, faktor sosial, dan identitas lokal.
Dilansir beragam sumber, anggota TNI yang pertama kali bergabung ke KKB adalah dari prajurit Kostrad bernama Seth Jafeth Rumkorem. Ia diangkat menjadi pimpinan tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM).Kemudian, mantan anggota TNI bernama Elieser Awom yang bergabung ke KKB pada tahun 1980-an. Lalu ada anggota TNI dari Batalyon 753 Arfai, Manokwari bernama Surabut yang bergabung ke KKB Papua pada tahun 1990-an.
Pada 2018, Senat Soll alias Ananias Yalak memutuskan untuk bergabung dengan anggota KKB Papua dan pada 2021.
Selanjutnya Lucky Y Matuann alias Lukius (Februari 2021), dan yang terakhir Yotam Bugiangge (Desember 2021) ikut membelot dengan bergabung dengan KKB Papua.


</content:encoded></item></channel></rss>
