<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Ponpes Al Hanifiyah, Paman Bintang Santri yang Tewas Dianiaya Seniornya Histeris</title><description>Keluarga korban menangis histeris, karena keponakannya meninggal dengan cara yang tragis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris"/><item><title>Sambangi Ponpes Al Hanifiyah, Paman Bintang Santri yang Tewas Dianiaya Seniornya Histeris</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Afnan Subagio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris-MWFyaSllXL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paman Santri yang Tewas Dianiaya Histeris/Foto: MNC Media</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/519/2975993/sambangi-ponpes-al-hanifiyah-paman-bintang-santri-yang-tewas-dianiaya-seniornya-histeris-MWFyaSllXL.jpg</image><title>Paman Santri yang Tewas Dianiaya Histeris/Foto: MNC Media</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMy8xLzE3NzIzMS81L3g4c25iZms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KEDIRI - Keluarga santri asal Banyuwangi yang meninggal karena dianiaya santri seniornya, mendatangi pengasuh Ponpes di Kecamatan Mojo,  Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Korban bernama Bintang Balqis Maulana (14), santri Kediri asal Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Keluarga korban menangis histeris, karena keponakannya meninggal dengan cara yang tragis. Dia menyesalkan para santri, yang tidak segera melaporkan kejadian meninggalnya korban ke pihak ponpes.

BACA JUGA:
Santri Tewas Dianiaya Rekannya di Dalam Ponpes Daerah Kediri

Tangis Suryanto langsung pecah saat bertemu pengasuh Ponpes Gus Fatihunnada, di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyah, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Suryanto menangis histeris karena duka yang mendalam setelah kehilangan keponakannya Bintang (14) yang meninggal karena dianiaya temannya sesama santri.

BACA JUGA:
Sebelum Setrika Dada Kiri Korban, Santri di Malang Aniaya Juniornya

&amp;ldquo;Saya berharap kejadian meninggalnya Bintang bisa membuat pihak ponpes lebih perhatian kepada para santrinya,&amp;rdquo;ujarnya.
Namun ia juga menyesalkan kenapa para santri tidak segera melaporkan kejadian meninggalnya Bintang kepada pihak ponpes.
&amp;ldquo;Saya berharap dengan kejadian ini  pihak ponpes lebih perhatian lagi kepada para santri-santrinya. Saya juga menyesalkan para santri yang tega menghajar Bintang,&amp;rdquo; pungkasnya.Sementara itu, pengasuh Ponpes,  Gus Fatihunnada membantah, jika ada santri yang berbuat kesalahan akan diberikan hukuman fisik.

&amp;ldquo;Karena pihak pondok jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada para santri, jika ada santri yang berbuat salah tidak segera diberikan tindakan sendiri tanpa berkoordinasi dengan pihak Ponpes,&amp;rdquo; pungkasnya.

Dalam kasus meninggalnya santri tersebut, kepolisian Polres Kediri Kota sudah mengamankan empat santri yang menjadi pelaku penganiayaan terhadap Bintang. Mereka adalah AF (16) asal Denpasar, MA (18) Nganjuk, MN (18) Sidoarjo dan AK (17) Surabaya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMy8xLzE3NzIzMS81L3g4c25iZms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KEDIRI - Keluarga santri asal Banyuwangi yang meninggal karena dianiaya santri seniornya, mendatangi pengasuh Ponpes di Kecamatan Mojo,  Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Korban bernama Bintang Balqis Maulana (14), santri Kediri asal Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Keluarga korban menangis histeris, karena keponakannya meninggal dengan cara yang tragis. Dia menyesalkan para santri, yang tidak segera melaporkan kejadian meninggalnya korban ke pihak ponpes.

BACA JUGA:
Santri Tewas Dianiaya Rekannya di Dalam Ponpes Daerah Kediri

Tangis Suryanto langsung pecah saat bertemu pengasuh Ponpes Gus Fatihunnada, di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyah, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Suryanto menangis histeris karena duka yang mendalam setelah kehilangan keponakannya Bintang (14) yang meninggal karena dianiaya temannya sesama santri.

BACA JUGA:
Sebelum Setrika Dada Kiri Korban, Santri di Malang Aniaya Juniornya

&amp;ldquo;Saya berharap kejadian meninggalnya Bintang bisa membuat pihak ponpes lebih perhatian kepada para santrinya,&amp;rdquo;ujarnya.
Namun ia juga menyesalkan kenapa para santri tidak segera melaporkan kejadian meninggalnya Bintang kepada pihak ponpes.
&amp;ldquo;Saya berharap dengan kejadian ini  pihak ponpes lebih perhatian lagi kepada para santri-santrinya. Saya juga menyesalkan para santri yang tega menghajar Bintang,&amp;rdquo; pungkasnya.Sementara itu, pengasuh Ponpes,  Gus Fatihunnada membantah, jika ada santri yang berbuat kesalahan akan diberikan hukuman fisik.

&amp;ldquo;Karena pihak pondok jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada para santri, jika ada santri yang berbuat salah tidak segera diberikan tindakan sendiri tanpa berkoordinasi dengan pihak Ponpes,&amp;rdquo; pungkasnya.

Dalam kasus meninggalnya santri tersebut, kepolisian Polres Kediri Kota sudah mengamankan empat santri yang menjadi pelaku penganiayaan terhadap Bintang. Mereka adalah AF (16) asal Denpasar, MA (18) Nganjuk, MN (18) Sidoarjo dan AK (17) Surabaya.

</content:encoded></item></channel></rss>
