<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Senyap Pindahkan Server Sirekap dari Singapura ke Jakarta, Roy Suryo Bongkar Kecurangan Pemilu</title><description>Hal ini kata dia terkait proses rekapitulasi suara Pemilu 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu"/><item><title>Operasi Senyap Pindahkan Server Sirekap dari Singapura ke Jakarta, Roy Suryo Bongkar Kecurangan Pemilu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2024 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ismet Humaedi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu-5EnCQvrDUN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roy Ruryo/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/28/337/2976712/operasi-senyap-pindahkan-server-sirekap-dari-singapura-ke-jakarta-roy-suryo-bongkar-kecurangan-pemilu-5EnCQvrDUN.jpg</image><title>Roy Ruryo/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNy8xLzE3NzcxMC81L3g4dGZqdjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Pakar telematika Roy Suryo menemukan dugaan kecurangan di aplikasi Sirekap milik KPU RI.  Hal ini kata dia terkait proses rekapitulasi suara Pemilu 2024.
Roy memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap. Mantan Menpora tersebut juga menyebut bahwa sistem Sirekap belum siap dan terus mengalami perubahan selama proses rekapitulasi.
Hal itu diungkapannya dalam pertemuan dengan Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Sebut Sistem Tak Layak Pakai, Roy Suryo Ngaku Bakal Bongkar Kejanggalan Sirekap

Roy menjelaskan Sirekap ini sebenarnya adalah sistem yang berulang kali mengalami perubahan ketika sudah dijalankan.
&amp;ldquo;Ibaratnya pertandingan sudah bermain, software nya diperbaiki. Sehingga membuat orang yang tadinya men-download Sirekap ini pada awal Januari, yang didownload oleh KPPS itu tidak sama, jadi kesalahannya bisa masif. Dan ini (diubah) dalam catatan saya terjadi 10 kali, &quot; kata Roy.
Tak hanya itu, Roy juga mengatakan sistem Sirekap sempat dimatikan dengan sengaja untuk merekayasa hasil perolehan suara paslon Pemilu 2024.

BACA JUGA:
Kubu Paslon 01 dan 03 Didesak Segera Gulirkan Hak Angket Kecurangan Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia memaparkan, beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap, salah satunya pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 dimasukkan script dalam sistem aplikasi tersebut agar hasil angka yang keluar tidak bergeser atau berubah.
&amp;ldquo;Waktu itu ada yang bilang di hack. Bukan di hack, tapi memang dimatikan. Kenapa dimatikan, karena untuk memasukkan script, memasukan program colongan,&amp;rdquo;ujarnya.
&amp;rdquo;Pada pukul 19.00 sekian, tabulasi di Sirekap sudah muncul persentase sama seperti quick count, yaitu paslon 01, 24 persen, paslon 02, 58 persen dan paslon 03, 17 persen. Padahal itu hari pertama jam 7 malam, belum ada data dari TPS yang masuk, saya ada buktinya,&quot;sambung Roy.

Roy juga menyinggung server Sirekap yang dipindahkan dari Singapura ke Jakarta secara diam-diam. Tindakan tersebut menurut Roy merupakan perbuatan melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 mengenai Perlindungan Data Pribadi.

&quot;Kesalahan dari Sirekap ini bukan kesalahan teknis belaka dan ini tidak bisa dipandang hanya sebagai kuantitas belaka, tetapi ini kualitasnya sudah sangat tidak layak untuk kemudian digunakan,&quot; kata Roy.

Roy berharap audit forensik IT ini segera dilakukan untuk mengungkap kebenaran soal temuan-temuan tersebut. &amp;ldquo;Saya sudah mengarahkan ke pihak kepolisian apabila ada dugaan tindak pidana,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNy8xLzE3NzcxMC81L3g4dGZqdjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Pakar telematika Roy Suryo menemukan dugaan kecurangan di aplikasi Sirekap milik KPU RI.  Hal ini kata dia terkait proses rekapitulasi suara Pemilu 2024.
Roy memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap. Mantan Menpora tersebut juga menyebut bahwa sistem Sirekap belum siap dan terus mengalami perubahan selama proses rekapitulasi.
Hal itu diungkapannya dalam pertemuan dengan Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Sebut Sistem Tak Layak Pakai, Roy Suryo Ngaku Bakal Bongkar Kejanggalan Sirekap

Roy menjelaskan Sirekap ini sebenarnya adalah sistem yang berulang kali mengalami perubahan ketika sudah dijalankan.
&amp;ldquo;Ibaratnya pertandingan sudah bermain, software nya diperbaiki. Sehingga membuat orang yang tadinya men-download Sirekap ini pada awal Januari, yang didownload oleh KPPS itu tidak sama, jadi kesalahannya bisa masif. Dan ini (diubah) dalam catatan saya terjadi 10 kali, &quot; kata Roy.
Tak hanya itu, Roy juga mengatakan sistem Sirekap sempat dimatikan dengan sengaja untuk merekayasa hasil perolehan suara paslon Pemilu 2024.

BACA JUGA:
Kubu Paslon 01 dan 03 Didesak Segera Gulirkan Hak Angket Kecurangan Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia memaparkan, beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap, salah satunya pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 dimasukkan script dalam sistem aplikasi tersebut agar hasil angka yang keluar tidak bergeser atau berubah.
&amp;ldquo;Waktu itu ada yang bilang di hack. Bukan di hack, tapi memang dimatikan. Kenapa dimatikan, karena untuk memasukkan script, memasukan program colongan,&amp;rdquo;ujarnya.
&amp;rdquo;Pada pukul 19.00 sekian, tabulasi di Sirekap sudah muncul persentase sama seperti quick count, yaitu paslon 01, 24 persen, paslon 02, 58 persen dan paslon 03, 17 persen. Padahal itu hari pertama jam 7 malam, belum ada data dari TPS yang masuk, saya ada buktinya,&quot;sambung Roy.

Roy juga menyinggung server Sirekap yang dipindahkan dari Singapura ke Jakarta secara diam-diam. Tindakan tersebut menurut Roy merupakan perbuatan melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 mengenai Perlindungan Data Pribadi.

&quot;Kesalahan dari Sirekap ini bukan kesalahan teknis belaka dan ini tidak bisa dipandang hanya sebagai kuantitas belaka, tetapi ini kualitasnya sudah sangat tidak layak untuk kemudian digunakan,&quot; kata Roy.

Roy berharap audit forensik IT ini segera dilakukan untuk mengungkap kebenaran soal temuan-temuan tersebut. &amp;ldquo;Saya sudah mengarahkan ke pihak kepolisian apabila ada dugaan tindak pidana,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
