<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Roy Suryo Tuding KPU Sengaja Atur Persentase Hasil Pilpres Sebelum Quick Count Berlangsung</title><description>Sirekap sempat dikatakan terkena serangan siber atau diretas. Namun dia meyakini bahwa Sirekap sengaja dimatikan untuk dimanipulasi oleh KPU&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung"/><item><title>   Roy Suryo Tuding KPU Sengaja Atur Persentase Hasil Pilpres Sebelum Quick Count Berlangsung</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2024 22:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ismet Humaedi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung-bHVH8HseMY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roy Suryo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/28/337/2976867/roy-suryo-tuding-kpu-sengaja-atur-persentase-hasil-pilpres-sebelum-quick-count-berlangsung-bHVH8HseMY.jpg</image><title>Roy Suryo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNy8xLzE3NzcxMi81L3g4dGZscGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar telematika, Roy Suryo menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) sengaja mengatur persentase hasil Pilpres 2024 sebelum quick count berlangsung melalui aplikasi Sirekap.
Roy mengatakan telah memantau aplikasi Sirekap ini sejak awal, dan menemukan adanya kejanggalan. Sebelumnya, Sirekap sempat dikatakan terkena serangan siber atau diretas. Namun dia meyakini bahwa Sirekap sengaja dimatikan untuk dimanipulasi oleh KPU.
&quot;Pada 14 Februari (hari pencoblosan), Sirekap ini seolah olah ada serangan hacker, katanya di-hack. Sebenarnya bukan di-hack tapi memang dimatikan. Kenapa dimatikan, karena untuk memasukan skrip, untuk memasukan program colongan,&quot; kata Roy kepada media, di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Server Sirekap Diam-diam Dipindahkan dari Singapura ke Jakarta, Roy Suryo: Sertifikasi Kemanan Dipertanyakan

Dia memaparkan, pada pukul 19.00 WIB hari H pencoblosan, sudah ada persentase yang sama seperti hasil Pilpres saat ini. Yakni Anies-Muhaimin 24 persen, Prabowo-Gibran 58 persen, dan Ganjar-Mahfud 17 persen.

BACA JUGA:
Pernyataan Roy Suryo soal Kejanggalan Sirekap Bakal Dikaji Ulang Tim Ganjar-Mahfud

&quot;Padahal itu hari pertama jam 7 malam dan belum ada data dari TPS yang masuk, ada buktinya. Pada 14 Februari itu sengaja dihold kemudian semua hal yang keluar akan masuk dalam perhitungan tadi, 24, 58, 17. Jadi mau kapan pun angkanya segitu, ini tidak masuk akal,&quot; kata dia.
Mantan Menpora era SBY ini juga mengatakan bahwa sistem Sirekap sebenarnya tidak layak untuk kemajuan bangsa.

Dia pun mengklaim setiap hari merekam Sirekap, jadi semua perubahan yang terjadi di aplikasi tersebut, telah dicatat olehnya.

&quot;Saya tiap hari rekam sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya,&quot; pungkas Roy.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNy8xLzE3NzcxMi81L3g4dGZscGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar telematika, Roy Suryo menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) sengaja mengatur persentase hasil Pilpres 2024 sebelum quick count berlangsung melalui aplikasi Sirekap.
Roy mengatakan telah memantau aplikasi Sirekap ini sejak awal, dan menemukan adanya kejanggalan. Sebelumnya, Sirekap sempat dikatakan terkena serangan siber atau diretas. Namun dia meyakini bahwa Sirekap sengaja dimatikan untuk dimanipulasi oleh KPU.
&quot;Pada 14 Februari (hari pencoblosan), Sirekap ini seolah olah ada serangan hacker, katanya di-hack. Sebenarnya bukan di-hack tapi memang dimatikan. Kenapa dimatikan, karena untuk memasukan skrip, untuk memasukan program colongan,&quot; kata Roy kepada media, di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Server Sirekap Diam-diam Dipindahkan dari Singapura ke Jakarta, Roy Suryo: Sertifikasi Kemanan Dipertanyakan

Dia memaparkan, pada pukul 19.00 WIB hari H pencoblosan, sudah ada persentase yang sama seperti hasil Pilpres saat ini. Yakni Anies-Muhaimin 24 persen, Prabowo-Gibran 58 persen, dan Ganjar-Mahfud 17 persen.

BACA JUGA:
Pernyataan Roy Suryo soal Kejanggalan Sirekap Bakal Dikaji Ulang Tim Ganjar-Mahfud

&quot;Padahal itu hari pertama jam 7 malam dan belum ada data dari TPS yang masuk, ada buktinya. Pada 14 Februari itu sengaja dihold kemudian semua hal yang keluar akan masuk dalam perhitungan tadi, 24, 58, 17. Jadi mau kapan pun angkanya segitu, ini tidak masuk akal,&quot; kata dia.
Mantan Menpora era SBY ini juga mengatakan bahwa sistem Sirekap sebenarnya tidak layak untuk kemajuan bangsa.

Dia pun mengklaim setiap hari merekam Sirekap, jadi semua perubahan yang terjadi di aplikasi tersebut, telah dicatat olehnya.

&quot;Saya tiap hari rekam sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya,&quot; pungkas Roy.

</content:encoded></item></channel></rss>
