<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Perbaiki Atap, Begini Kronologinya</title><description>Saat kejadian hujan deras turun sehingga saksi dan rekan lainnya memasang bondek untuk menutupi genting yang sudah dibongkar agar tidak bocor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya"/><item><title>   Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Perbaiki Atap, Begini Kronologinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2024 04:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya-UvIaBUjBA1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/28/525/2976387/kuli-bangunan-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-atap-begini-kronologinya-UvIaBUjBA1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzUyNC81L3g4dDQzZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Warga Kampung Cilimus, RT 03/11, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, meninggal dunia karena diduga tersengat aliran listik atau kesetrum.
Peristiwa nahas yang dialami M Didin Najmudin (39) diketahui saat dirinya bekerja sebagai kuli bangunan di Perumahan Geraha Bukit Raya I, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB pada Selasa 27 Februari 2024.
&quot;Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB ada seorang buruh harian lepas, laki-laki yang meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik,&quot; ungkap Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:
Diduga Kesetrum, Kuli Bangunan Tewas saat Betulkan Atap Rumah

Kronologi tewasnya korban itu bermula ketika dia bersama empat rekannya sedang bekerja di tempat kejadian perkara (TKP). Saat kejadian hujan deras turun sehingga saksi dan rekan lainnya memasang bondek untuk menutupi genting yang sudah dibongkar agar tidak bocor.
&quot;Setelah ditutup saksi bersama korban dan yang lainnya berteduh di lantai 1,&quot; ucap Gofur.

BACA JUGA:
5 Fakta Kuli Bangunan Jadi Korban TPPO, Diimingi Gaji 1.000 Ringgit Cuma Dapat Seperempatnya

Saat berteduh mereka melihat ada air hujan bocor sehingga saksi bersama korban naik ke lantai dua untuk menutupnya. Korban masuk ke bawah bondek untuk menutup air hujan yang bocor menggunakan seng.
&quot;Setelah seng ditarik masuk oleh korban, tiba-tiba meledak. Saksi yang ikut memegang seng tersebut terasa ada aliran listrik di seng dan melihat korban keadaan kejang-kejang seperti tersengat listrik,&quot; ujarnya.Kemudian saksi yang melihat kejadian tersebut turun menuju lantai satu meminta bantuan untuk mematikan Kwh listrik. Namun kabel listrik yang diduga mengenai seng tersebut merupakan kabel utama dari tiang listrik ke KWH.

&quot;Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke warga setempat. Saksi bersama korban bekerja di rumah tersebut kurang lebih 10 hari. Pihak keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah selanjutnya korban dimakamkan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzUyNC81L3g4dDQzZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Warga Kampung Cilimus, RT 03/11, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, meninggal dunia karena diduga tersengat aliran listik atau kesetrum.
Peristiwa nahas yang dialami M Didin Najmudin (39) diketahui saat dirinya bekerja sebagai kuli bangunan di Perumahan Geraha Bukit Raya I, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB pada Selasa 27 Februari 2024.
&quot;Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB ada seorang buruh harian lepas, laki-laki yang meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik,&quot; ungkap Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:
Diduga Kesetrum, Kuli Bangunan Tewas saat Betulkan Atap Rumah

Kronologi tewasnya korban itu bermula ketika dia bersama empat rekannya sedang bekerja di tempat kejadian perkara (TKP). Saat kejadian hujan deras turun sehingga saksi dan rekan lainnya memasang bondek untuk menutupi genting yang sudah dibongkar agar tidak bocor.
&quot;Setelah ditutup saksi bersama korban dan yang lainnya berteduh di lantai 1,&quot; ucap Gofur.

BACA JUGA:
5 Fakta Kuli Bangunan Jadi Korban TPPO, Diimingi Gaji 1.000 Ringgit Cuma Dapat Seperempatnya

Saat berteduh mereka melihat ada air hujan bocor sehingga saksi bersama korban naik ke lantai dua untuk menutupnya. Korban masuk ke bawah bondek untuk menutup air hujan yang bocor menggunakan seng.
&quot;Setelah seng ditarik masuk oleh korban, tiba-tiba meledak. Saksi yang ikut memegang seng tersebut terasa ada aliran listrik di seng dan melihat korban keadaan kejang-kejang seperti tersengat listrik,&quot; ujarnya.Kemudian saksi yang melihat kejadian tersebut turun menuju lantai satu meminta bantuan untuk mematikan Kwh listrik. Namun kabel listrik yang diduga mengenai seng tersebut merupakan kabel utama dari tiang listrik ke KWH.

&quot;Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke warga setempat. Saksi bersama korban bekerja di rumah tersebut kurang lebih 10 hari. Pihak keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah selanjutnya korban dimakamkan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
