<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kolaborasi Satgas Pangan Polri Diperlukan untuk Antisipasi Kenaikan Harga Beras</title><description>Kata Trubus, kebijakan yang dibuat juga harus transparan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras"/><item><title>Kolaborasi Satgas Pangan Polri Diperlukan untuk Antisipasi Kenaikan Harga Beras</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras-opVEHJBUfc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi beras (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/337/2977307/kolaborasi-satgas-pangan-polri-diperlukan-untuk-antisipasi-kenaikan-harga-beras-opVEHJBUfc.jpg</image><title>Ilustrasi beras (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah berpendapat kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan, apalagi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Kata Trubus, kebijakan yang dibuat juga harus transparan.

&quot;Perlu juga koordinasi dengan Satgas Pangan Polri itu, ketiga lembaga itu harus berkoordinasi untuk menangani beras secara merata sehingga harga beras bisa ditekan,&quot; katanya kepada wartawan, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Tok! Kurir Fredy Pratama, Mantan Kasat Narkoba Lampung Selatan Divonis Hukuman Mati


Trubus menilai sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga beras. Salah satunya kebijakan mengimpor beras meskipun ini hanya bisa mengatasi masalah sementara.

&quot;Ada beberapa daerah akibat iklim itu mengalami gagal panen, panen beras mengalami penurunan,&quot; ujarnya.

Selain itu, Trubus memprediksi harga beras di beberapa daerah akan berangsur turun menjelang bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri.

BACA JUGA:
Klaim Minat Investasi di IKN Tinggi, Jokowi: Banyak yang Antre!


Harga beras di sejumlah daerah terpantau mulai turun. Penjualan beras kualitas medium dari Bulog misalnya dijual di Pasar Induk Beras Cipinang dengan harga Rp10.600/kilogram.

&quot;Penurunan harga beras bisa terus berlangsung sampai Ramadhan dan Lebaran,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Senpi Belum Ditemukan, Polisi Bakal Geledah Rumah Gathan Saleh


Namun, Trubus menyebut kondisi tersebut tetap tergantung pada kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo. Ia tentu berharap harga beras terus turun sampai Lebaran dan stabil setelah itu.

&quot;Ini menjaga public trust ya, kepercayaan kepada pemerintah,&quot; ujarnya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) sebelumnya mengungkapkan harga beras saat ini melonjak hingga 20 persen. Padahal, Ramadhan masih cukup jauh.



Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, harga beras saat ini menjadi Rp18 ribu per kilogram (kg). Naik tinggi dibandingkan biasanya sekitar Rp14 ribu per kg. Ini adalah harga tertinggi sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA:
Kisah Tan Sian Lie, Nenek Berusia Hampir Satu Abad yang Hidup Sebatang Kara di Bogor




Presiden Jokowi menyebut harga beras sudah turun di sejumlah pasar. Ia pun meminta narasi harga beras naik tidak langsung ditelan mentah-mentah.



Jokowi meminta agar masyarakat kembali memeriksa harga beras di pasaran. &quot;Coba dicek, jangan menginformasikan seperti itu ya (harga beras naik). Coba dicek di Pasar Induk Cipinang, cek ke Pasar Johar, ini pasar-pasar beras harus dicek. Coba kalian datang ke Pasar Cipinang, cek harga turun apa naik. Cek di Pasar Johar, naik atau tidak, turun atau tidak,&quot; kata Jokowi usai menghadiri acara Rapim TNI/Polri di Cilangkap, Jakarta Timur.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah berpendapat kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan, apalagi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Kata Trubus, kebijakan yang dibuat juga harus transparan.

&quot;Perlu juga koordinasi dengan Satgas Pangan Polri itu, ketiga lembaga itu harus berkoordinasi untuk menangani beras secara merata sehingga harga beras bisa ditekan,&quot; katanya kepada wartawan, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Tok! Kurir Fredy Pratama, Mantan Kasat Narkoba Lampung Selatan Divonis Hukuman Mati


Trubus menilai sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga beras. Salah satunya kebijakan mengimpor beras meskipun ini hanya bisa mengatasi masalah sementara.

&quot;Ada beberapa daerah akibat iklim itu mengalami gagal panen, panen beras mengalami penurunan,&quot; ujarnya.

Selain itu, Trubus memprediksi harga beras di beberapa daerah akan berangsur turun menjelang bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri.

BACA JUGA:
Klaim Minat Investasi di IKN Tinggi, Jokowi: Banyak yang Antre!


Harga beras di sejumlah daerah terpantau mulai turun. Penjualan beras kualitas medium dari Bulog misalnya dijual di Pasar Induk Beras Cipinang dengan harga Rp10.600/kilogram.

&quot;Penurunan harga beras bisa terus berlangsung sampai Ramadhan dan Lebaran,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Senpi Belum Ditemukan, Polisi Bakal Geledah Rumah Gathan Saleh


Namun, Trubus menyebut kondisi tersebut tetap tergantung pada kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo. Ia tentu berharap harga beras terus turun sampai Lebaran dan stabil setelah itu.

&quot;Ini menjaga public trust ya, kepercayaan kepada pemerintah,&quot; ujarnya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) sebelumnya mengungkapkan harga beras saat ini melonjak hingga 20 persen. Padahal, Ramadhan masih cukup jauh.



Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, harga beras saat ini menjadi Rp18 ribu per kilogram (kg). Naik tinggi dibandingkan biasanya sekitar Rp14 ribu per kg. Ini adalah harga tertinggi sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA:
Kisah Tan Sian Lie, Nenek Berusia Hampir Satu Abad yang Hidup Sebatang Kara di Bogor




Presiden Jokowi menyebut harga beras sudah turun di sejumlah pasar. Ia pun meminta narasi harga beras naik tidak langsung ditelan mentah-mentah.



Jokowi meminta agar masyarakat kembali memeriksa harga beras di pasaran. &quot;Coba dicek, jangan menginformasikan seperti itu ya (harga beras naik). Coba dicek di Pasar Induk Cipinang, cek ke Pasar Johar, ini pasar-pasar beras harus dicek. Coba kalian datang ke Pasar Cipinang, cek harga turun apa naik. Cek di Pasar Johar, naik atau tidak, turun atau tidak,&quot; kata Jokowi usai menghadiri acara Rapim TNI/Polri di Cilangkap, Jakarta Timur.</content:encoded></item></channel></rss>
