<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan di Kelapa Gading Jakut Masuk Kategori Ekstrem, Ini Pemicunya</title><description>Hal ini berdasarkan pantauan hujan dari BMKG sejak tanggal 24 hingga 29 Februari 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya"/><item><title>Hujan di Kelapa Gading Jakut Masuk Kategori Ekstrem, Ini Pemicunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya-fvX85vbkVx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977135/hujan-di-kelapa-gading-jakut-masuk-kategori-ekstrem-ini-pemicunya-fvX85vbkVx.jpg</image><title>Ilustrasi hujan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2NS81L3g4dGsxdmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan intensitas hujan di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara masuk kategori ekstrem. Hal ini berdasarkan pantauan hujan dari BMKG sejak tanggal 24 hingga 29 Februari 2024.

&amp;ldquo;Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem terjadi di wilayah DKI Jakarta (Kelapa Gading),&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan resminya, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Puncak Musim Hujan di Jakarta Sudah Berlalu, Kini Menuju Pancaroba


Guswanto mengatakan, khusus wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), peningkatan curah hujan terpantau sejak 27 Februari 2024.

&amp;ldquo;Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem mencapai 157,4 mm per hari di Kelapa Gading pada tanggal 28 Februari 2024, disusul dengan hujan kategori sangat lebat di wilayah Tanjung Priok, Pulo Gading, dan Sunter Timur pada tanggal yang sama,&amp;rdquo; kata Guswanto.

BACA JUGA:
Hujan Lebat Hingga Pagi Hari, BPBD DKI Catat 5 Ruas Jalan Banjir


Guswanto menjelaskan, kondisi hujan di wilayah Jabodetabek ini dipicu aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial di selatan Pulau Jawa bagian barat dan peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Selat Karimata, yang kemudian membentuk pola perlambatan, pertemuan, dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa bagian barat.

&amp;ldquo;Secara umum perlu diwaspadai dalam sepekan kedepan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan - lebat yang disertai kilat atau angin kencang di wilayah Jabodetabek pada tanggal 1 sampai 8 Maret 2024,&amp;rdquo; ujar Guswanto.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir.



&amp;ldquo;Sejumlah wilayah itu diantaranya di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat dengan ketinggian 10 - 25 cm serta di Jakarta Barat setinggi 30 cm pada tanggal 28 dan 29 Februari 2024,&amp;rdquo; katanya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2NS81L3g4dGsxdmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan intensitas hujan di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara masuk kategori ekstrem. Hal ini berdasarkan pantauan hujan dari BMKG sejak tanggal 24 hingga 29 Februari 2024.

&amp;ldquo;Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem terjadi di wilayah DKI Jakarta (Kelapa Gading),&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan resminya, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Puncak Musim Hujan di Jakarta Sudah Berlalu, Kini Menuju Pancaroba


Guswanto mengatakan, khusus wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), peningkatan curah hujan terpantau sejak 27 Februari 2024.

&amp;ldquo;Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem mencapai 157,4 mm per hari di Kelapa Gading pada tanggal 28 Februari 2024, disusul dengan hujan kategori sangat lebat di wilayah Tanjung Priok, Pulo Gading, dan Sunter Timur pada tanggal yang sama,&amp;rdquo; kata Guswanto.

BACA JUGA:
Hujan Lebat Hingga Pagi Hari, BPBD DKI Catat 5 Ruas Jalan Banjir


Guswanto menjelaskan, kondisi hujan di wilayah Jabodetabek ini dipicu aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial di selatan Pulau Jawa bagian barat dan peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Selat Karimata, yang kemudian membentuk pola perlambatan, pertemuan, dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa bagian barat.

&amp;ldquo;Secara umum perlu diwaspadai dalam sepekan kedepan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan - lebat yang disertai kilat atau angin kencang di wilayah Jabodetabek pada tanggal 1 sampai 8 Maret 2024,&amp;rdquo; ujar Guswanto.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir.



&amp;ldquo;Sejumlah wilayah itu diantaranya di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat dengan ketinggian 10 - 25 cm serta di Jakarta Barat setinggi 30 cm pada tanggal 28 dan 29 Februari 2024,&amp;rdquo; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
