<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Tan Sian Lie, Nenek Berusia Hampir Satu Abad yang Hidup Sebatang Kara di Bogor</title><description>Selama ini, Tan Sian Lie bisa beraktivitas, seperti jalan, tetapi harus pelan-pelan dan menggunakan tongkat kayu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor"/><item><title>Kisah Tan Sian Lie, Nenek Berusia Hampir Satu Abad yang Hidup Sebatang Kara di Bogor</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 18:58 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor-8x0BfPXwmW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lansia di Bogor Hidup Sebatang Kara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977282/kisah-tan-sian-lie-nenek-berusia-hampir-satu-abad-yang-hidup-sebatang-kara-di-bogor-8x0BfPXwmW.jpg</image><title>Lansia di Bogor Hidup Sebatang Kara</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOC8xLzE3NjYyMS81L3g4cnVsOWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, Tan Sian Lie (76) atau yang biasa dipanggil Enci, merupakan lansia rentan yang berasal dari Kampung Cibinong, Desa Ciapus Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nenek Enci hidup sendiri sejak suaminya meninggal 2021 akibat kecelakaan.

Selama ini, Tan Sian Lie bisa beraktivitas, seperti jalan, tetapi harus pelan-pelan dan menggunakan tongkat kayu. Tan Sian Lie juga mempunyai keluhan nyeri di kaki dan lambung meskipun sudah minum obat, serta pendengarannya agak kurang.


Imbas Mogok Massal Dokter, Pasien Wanita Lansia Meninggal di Ambulans

&quot;Karena sudah sepuh, dan tidak memungkinkan bekerja serta tidak mempunyai penghasilan, akhirnya untuk kebutuhan makan sehari-hari, kami para tetangga yang menyediakan buat Enci,&quot; kata ibu Samilah tetangga sebelah rumahnya, Kamis (29/2/2024).

Mengetahui kondisi Enci, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)  berupa paket nutrisi, sembako, dan perlengkapan rumah tangga.


Penjualan Beras Murah Ricuh, Warga Berdesakan Berjam-jam hingga Lansia Pingsan Terjepit

Selain itu Kemensos juga memberikan tongkat kruk tiga kaki untuk memudahkannya beraktifitas, serta pemberian bantuan makanan kepada Tan Sian Lie sehari 3 kali dengan melibatkan warung terdekat.

Enci sangat gembira mendapat berbagai bantuan tersebut. Apalagi bantuan kruk tiga kaki sangat bermanfaat untuk membantunya beraktivitas sehari-hari. Terpancar kegembiraan dari wajahnya. Ia beberapa kali tersenyum gembira.
Semangatnya tumbuh kembali setelah mendapat berbagai bantuan dari Kemensos. Apalagi selain mendapat bantuan, Kemensos juga mengajak Ibu Tan Sian Lie untuk diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Medika Bogor untuk mengetahui penyakit yang dideritanya.



Tak sampai di situ, Kemensos juga membantu mengurus dan menyelesaikan berbagai adiministrasi kependudukan Tan Sian Lei, seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga dan BPJS Penerima Bantuan Iuran. Tan Sian Lie juga dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.



&quot;Kami akan terus memantau dan memberikan pelayanan kepada Ibu Tan Sian Lie,&quot; kata Staf Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia Kemensos, Fajar Putra Nur Rahman.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOC8xLzE3NjYyMS81L3g4cnVsOWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, Tan Sian Lie (76) atau yang biasa dipanggil Enci, merupakan lansia rentan yang berasal dari Kampung Cibinong, Desa Ciapus Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nenek Enci hidup sendiri sejak suaminya meninggal 2021 akibat kecelakaan.

Selama ini, Tan Sian Lie bisa beraktivitas, seperti jalan, tetapi harus pelan-pelan dan menggunakan tongkat kayu. Tan Sian Lie juga mempunyai keluhan nyeri di kaki dan lambung meskipun sudah minum obat, serta pendengarannya agak kurang.


Imbas Mogok Massal Dokter, Pasien Wanita Lansia Meninggal di Ambulans

&quot;Karena sudah sepuh, dan tidak memungkinkan bekerja serta tidak mempunyai penghasilan, akhirnya untuk kebutuhan makan sehari-hari, kami para tetangga yang menyediakan buat Enci,&quot; kata ibu Samilah tetangga sebelah rumahnya, Kamis (29/2/2024).

Mengetahui kondisi Enci, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)  berupa paket nutrisi, sembako, dan perlengkapan rumah tangga.


Penjualan Beras Murah Ricuh, Warga Berdesakan Berjam-jam hingga Lansia Pingsan Terjepit

Selain itu Kemensos juga memberikan tongkat kruk tiga kaki untuk memudahkannya beraktifitas, serta pemberian bantuan makanan kepada Tan Sian Lie sehari 3 kali dengan melibatkan warung terdekat.

Enci sangat gembira mendapat berbagai bantuan tersebut. Apalagi bantuan kruk tiga kaki sangat bermanfaat untuk membantunya beraktivitas sehari-hari. Terpancar kegembiraan dari wajahnya. Ia beberapa kali tersenyum gembira.
Semangatnya tumbuh kembali setelah mendapat berbagai bantuan dari Kemensos. Apalagi selain mendapat bantuan, Kemensos juga mengajak Ibu Tan Sian Lie untuk diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Medika Bogor untuk mengetahui penyakit yang dideritanya.



Tak sampai di situ, Kemensos juga membantu mengurus dan menyelesaikan berbagai adiministrasi kependudukan Tan Sian Lei, seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga dan BPJS Penerima Bantuan Iuran. Tan Sian Lie juga dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.



&quot;Kami akan terus memantau dan memberikan pelayanan kepada Ibu Tan Sian Lie,&quot; kata Staf Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia Kemensos, Fajar Putra Nur Rahman.

</content:encoded></item></channel></rss>
