<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah DBD di Tangsel Melonjak hingga 201 Kasus</title><description>Data terakhir menyebut, sejak awal Januari hingga 27 Februari 2024 telah muncul 201 kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus"/><item><title>Wabah DBD di Tangsel Melonjak hingga 201 Kasus</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus-sMo0WNR0LF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar (Foto: Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/338/2977336/wabah-dbd-di-tangsel-melonjak-hingga-201-kasus-sMo0WNR0LF.jpg</image><title>Kadinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar (Foto: Hambali)</title></images><description>TANGSEL - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Data terakhir menyebut, sejak awal Januari hingga 27 Februari 2024 telah muncul 201 kasus.

Dari 201 kasus itu, dilaporkan tidak ada pasien yang meninggal dunia. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, maka jumlah tersebut mengalami peningkatan, di mana Januari hingga Februari 2023 kasusnya mencapai 86 kasus.

&quot;Kalau dibanding tahun yang lalu 2023 di bulan yang sama, Januari-Februari, kali ini kita lebih cenderung meningkat,&quot; terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar saat ditemui di aula Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Kamis (29/02/24).

&quot;Pasien didominasi usia 15 sampai 49 tahun,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Kades di Lebak Bersama Suaminya Peras Investor Tambak Udang Rp345 Juta


DBD sendiri merupakan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus atau infeksi virus akut yang disebabkan virus dengue. Kota Tangsel sendiri merupakan daerah endemis DBD karena dalam 3 tahun terakhir selalu dilaporkan muncul kasus tersebut.

Gejala DBD ditandai fase demam mendadak tinggi pada hari 1-3, lalu masuk fase kritis dengan turunnya demam pada hari 4-5. Biasanya pada fase kritis akan muncul gejala syok yang ditandai dengan kaki dan tangan menjadi dingin, kulit lembab dan tampak gelisah. Berikutnya adalah fase penyembuhan antara hari ke 6 hingga 7.

BACA JUGA:
Prabowo Makan Bakso di Kedai Milik Dudung Abdurachman, Disambut Riuh Warga Cimahi


Dari 201 kasus itu, paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Serpong sebanyak 40 kasus, Kecamatan Pamulang 36 kasus, Kecamatan Serpong Utara 29 kasus, Kecamatan Pondok Aren 27 kasus, Kecamatan Ciputat Timur 24 kasus, Kecamatan Setu 23 kasus dan Kecamatan Ciputat 22 kasus.



&quot;Berdasarkan data dan analisa 5 tahun terakhir di Kota Tangsel, trend kasus DBD akan mengalami peningkatan kasus di bulan Desember, Januari, Februari, Maret sampai dengan bulan April seiring dengan musim hujan,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>TANGSEL - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Data terakhir menyebut, sejak awal Januari hingga 27 Februari 2024 telah muncul 201 kasus.

Dari 201 kasus itu, dilaporkan tidak ada pasien yang meninggal dunia. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, maka jumlah tersebut mengalami peningkatan, di mana Januari hingga Februari 2023 kasusnya mencapai 86 kasus.

&quot;Kalau dibanding tahun yang lalu 2023 di bulan yang sama, Januari-Februari, kali ini kita lebih cenderung meningkat,&quot; terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar saat ditemui di aula Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Kamis (29/02/24).

&quot;Pasien didominasi usia 15 sampai 49 tahun,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Kades di Lebak Bersama Suaminya Peras Investor Tambak Udang Rp345 Juta


DBD sendiri merupakan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus atau infeksi virus akut yang disebabkan virus dengue. Kota Tangsel sendiri merupakan daerah endemis DBD karena dalam 3 tahun terakhir selalu dilaporkan muncul kasus tersebut.

Gejala DBD ditandai fase demam mendadak tinggi pada hari 1-3, lalu masuk fase kritis dengan turunnya demam pada hari 4-5. Biasanya pada fase kritis akan muncul gejala syok yang ditandai dengan kaki dan tangan menjadi dingin, kulit lembab dan tampak gelisah. Berikutnya adalah fase penyembuhan antara hari ke 6 hingga 7.

BACA JUGA:
Prabowo Makan Bakso di Kedai Milik Dudung Abdurachman, Disambut Riuh Warga Cimahi


Dari 201 kasus itu, paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Serpong sebanyak 40 kasus, Kecamatan Pamulang 36 kasus, Kecamatan Serpong Utara 29 kasus, Kecamatan Pondok Aren 27 kasus, Kecamatan Ciputat Timur 24 kasus, Kecamatan Setu 23 kasus dan Kecamatan Ciputat 22 kasus.



&quot;Berdasarkan data dan analisa 5 tahun terakhir di Kota Tangsel, trend kasus DBD akan mengalami peningkatan kasus di bulan Desember, Januari, Februari, Maret sampai dengan bulan April seiring dengan musim hujan,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
