<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangunan Sekolah di Bandung Barat Ambruk Tergerus Pergerakan Tanah</title><description>Bangunan SDN I Babakan Talang di Kampung Cigombong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ambruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah"/><item><title>Bangunan Sekolah di Bandung Barat Ambruk Tergerus Pergerakan Tanah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah-sytMgTbHO4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan sekolah di Bandung Barat ambruk tergerus pergerakan tanah di Bandung Barat (Foto: MPI) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/525/2977129/bangunan-sekolah-di-bandung-barat-ambruk-tergerus-pergerakan-tanah-sytMgTbHO4.jpg</image><title>Bangunan sekolah di Bandung Barat ambruk tergerus pergerakan tanah di Bandung Barat (Foto: MPI) </title></images><description>BANDUNG BARAT - Bangunan SDN I Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ambruk pada, Kamis (29/2/2024). Sekolah itupun tidak bisa digunakan.
Berdasarkan pantauan di lokasi tepatnya di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, hampir seluruh bangunan sekolah ambruk karena pergerakan tanahnya semakin parah. Retakan paling parah terlihat di area lapangan yang biasa dijadikan tempat upacara yang erbelah hingga 5-10 meter dengan kedalaman 3 meter.

BACA JUGA:
TNI AU Bakal Lanjutkan Rencana Pembangunan Lanud di IKN

Sedangkan beberapa bangunan sekolah nampak sudah runtuh terbawa pergerakan tanah, dan sisa bangunan lainnya terancam ambruk susulan karena retakan tanah terus terjadi dan semakin mengkhawatirkan.
&quot;Kalau kejadian retakannya itu dari tanggal 19 Februari, dan setiap hari itu terjadi retakan. Dan tadi pagi bangunannya ambruk. Ada 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan dan toilet tapi gak semua, masih ada yang bediri,&quot; ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Babakan Talang Iis Dida Nurjanah di lokasi.
Dirinya mengatakan tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban akibat bencana pergeakan tanah yang membuat bangunan sekolah ambruk.
Pasalnya, sejak pekan lalu bangunan sekolah sudah digunakan dan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan secara daring.

BACA JUGA:
Bawaslu Gelar Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh Zulhas

Kemudian berdasarkan hasil musyawarah karena sekolah tidak mungkin bisa digunakan lagi karena membahayakan, akhirnya aktivitas KBM untuk sementara waktu dipindahkan ke sebuah yayasan yang masih berada di Desa Cibedug.
&quot;Sekarang anak-anak sekolah di sini dulu karena bangunannya sudah ambruk. Kalau berkas atau dokumen ada yang sudah dibawa, ada juga yang masih di sekolah,&quot; kata Iis.Camat Rongga Ilman Suherlan mengatakan, pergerakan tanah yang semakin meluas dari hari ke hari menyebabkan rekahan di permukaan tanah berdampak pada retakan di tembok gedung sekolah.
&quot;Sehingga pagi tadi sekolah akhirnya ambruk. Saya di lokasi kejadian, saat ini tanahnya masih bergerak,&quot; ujar Ilman.</description><content:encoded>BANDUNG BARAT - Bangunan SDN I Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ambruk pada, Kamis (29/2/2024). Sekolah itupun tidak bisa digunakan.
Berdasarkan pantauan di lokasi tepatnya di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, hampir seluruh bangunan sekolah ambruk karena pergerakan tanahnya semakin parah. Retakan paling parah terlihat di area lapangan yang biasa dijadikan tempat upacara yang erbelah hingga 5-10 meter dengan kedalaman 3 meter.

BACA JUGA:
TNI AU Bakal Lanjutkan Rencana Pembangunan Lanud di IKN

Sedangkan beberapa bangunan sekolah nampak sudah runtuh terbawa pergerakan tanah, dan sisa bangunan lainnya terancam ambruk susulan karena retakan tanah terus terjadi dan semakin mengkhawatirkan.
&quot;Kalau kejadian retakannya itu dari tanggal 19 Februari, dan setiap hari itu terjadi retakan. Dan tadi pagi bangunannya ambruk. Ada 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan dan toilet tapi gak semua, masih ada yang bediri,&quot; ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Babakan Talang Iis Dida Nurjanah di lokasi.
Dirinya mengatakan tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban akibat bencana pergeakan tanah yang membuat bangunan sekolah ambruk.
Pasalnya, sejak pekan lalu bangunan sekolah sudah digunakan dan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan secara daring.

BACA JUGA:
Bawaslu Gelar Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh Zulhas

Kemudian berdasarkan hasil musyawarah karena sekolah tidak mungkin bisa digunakan lagi karena membahayakan, akhirnya aktivitas KBM untuk sementara waktu dipindahkan ke sebuah yayasan yang masih berada di Desa Cibedug.
&quot;Sekarang anak-anak sekolah di sini dulu karena bangunannya sudah ambruk. Kalau berkas atau dokumen ada yang sudah dibawa, ada juga yang masih di sekolah,&quot; kata Iis.Camat Rongga Ilman Suherlan mengatakan, pergerakan tanah yang semakin meluas dari hari ke hari menyebabkan rekahan di permukaan tanah berdampak pada retakan di tembok gedung sekolah.
&quot;Sehingga pagi tadi sekolah akhirnya ambruk. Saya di lokasi kejadian, saat ini tanahnya masih bergerak,&quot; ujar Ilman.</content:encoded></item></channel></rss>
