<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Roy Suryo Sebut Sirekap KPU Tak Layak Pakai, Ini Alasannya</title><description>akar Telematika Roy Suryo menyebutkan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di Pemilu 2024 tidak layak pakai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya"/><item><title>Roy Suryo Sebut Sirekap KPU Tak Layak Pakai, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 06:35 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya-KIpYF6Ya8c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roy Suryo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/337/2977430/roy-suryo-sebut-sebut-sirekap-kpu-tak-layak-pakai-ini-alasannya-KIpYF6Ya8c.jpg</image><title>Roy Suryo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo menyebutkan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di Pemilu 2024 tidak layak pakai.
Hal itu dikatakannya lantaran banyaknya Tempat Pemungutan Suara (TPS) memiliki data anomali. Menurutnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari pun mengakui bahwa per hari ini terdapat 154.541 dari 800 TPS yang harus dikoreksi data suaranya.
&quot;Itu sudah 18 persen, softwar yang salahnya lebih dari 5 atau maksimal 10 persen itu sudah failed, berarti itu sudah tidak boleh lagi dipakai karena itu berarti software-nya sudah fatal,&quot; tegasnya kepada iNews Media Grup, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
 Lakukan Lobi dengan Parpol, 7 PPLN Kuala Lumpur Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu 2024

Roy mengatakan bahwa hasil Sirekap ini sangat menentukan politik bangsa Indonesia ke depan.
&quot;Meski dikatakan ini bukan hasil resmi karena dikatakan hasil resminya nanti berdasarkan hitungan manual berjenjang, tapikan sekarang publik sudah menaruh kepercayaan besar kepada Sirekap,&quot; urainya.

BACA JUGA:
 KPU Umumkan Hasil Suara 21 PPLN Rekapitulasi Nasional, Berikut Rinciannya

Kendati demikian, Roy Suryo melanjutkan bahwa pihaknya tidak ingin apabila kemudian teknologi disalahkan untuk melegitimasi politik.
&quot;Saya tidak rela kalau teknologi kemudian dialahkan, misal oh kamera yang jelek, kamera KPPS-nya nih yang jelek, oh itu OCR nya tidak rapi. Nah saya tegas, saya tida rela jika teknologi disalahkan apalagi disalahkan untuk melegitimasi politik. Itu yang saya paling tidak rela,&quot; tutup Roy Suryo.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo menyebutkan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di Pemilu 2024 tidak layak pakai.
Hal itu dikatakannya lantaran banyaknya Tempat Pemungutan Suara (TPS) memiliki data anomali. Menurutnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari pun mengakui bahwa per hari ini terdapat 154.541 dari 800 TPS yang harus dikoreksi data suaranya.
&quot;Itu sudah 18 persen, softwar yang salahnya lebih dari 5 atau maksimal 10 persen itu sudah failed, berarti itu sudah tidak boleh lagi dipakai karena itu berarti software-nya sudah fatal,&quot; tegasnya kepada iNews Media Grup, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
 Lakukan Lobi dengan Parpol, 7 PPLN Kuala Lumpur Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu 2024

Roy mengatakan bahwa hasil Sirekap ini sangat menentukan politik bangsa Indonesia ke depan.
&quot;Meski dikatakan ini bukan hasil resmi karena dikatakan hasil resminya nanti berdasarkan hitungan manual berjenjang, tapikan sekarang publik sudah menaruh kepercayaan besar kepada Sirekap,&quot; urainya.

BACA JUGA:
 KPU Umumkan Hasil Suara 21 PPLN Rekapitulasi Nasional, Berikut Rinciannya

Kendati demikian, Roy Suryo melanjutkan bahwa pihaknya tidak ingin apabila kemudian teknologi disalahkan untuk melegitimasi politik.
&quot;Saya tidak rela kalau teknologi kemudian dialahkan, misal oh kamera yang jelek, kamera KPPS-nya nih yang jelek, oh itu OCR nya tidak rapi. Nah saya tegas, saya tida rela jika teknologi disalahkan apalagi disalahkan untuk melegitimasi politik. Itu yang saya paling tidak rela,&quot; tutup Roy Suryo.</content:encoded></item></channel></rss>
