<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pj Bupati Edy Junaedi Dorong Realisasi Padang Lawas Bercahaya</title><description>Edy Junaedi memaparkan permasalahan yang melanda Padang Lawas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya"/><item><title>Pj Bupati Edy Junaedi Dorong Realisasi Padang Lawas Bercahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Nadiyah Aulia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya-MOgFtLcrzM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Bupati Padang Lawas Edy Junaedi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/608/2977722/pj-bupati-edy-junaedi-dorong-realisasi-padang-lawas-bercahaya-MOgFtLcrzM.jpg</image><title>Pj Bupati Padang Lawas Edy Junaedi</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc4Mi81L3g4dG1hYTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG LAWAS &amp;ndash; Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas, Edy Junaedi,  mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatasi permasalahan fundamental yang selama ini memperlambat laju pertumbuhan Padang Lawas.
Hal itu diutarakan Edy dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Padang Lawas tahun 2025.
Edy Junaedi memaparkan permasalahan yang melanda Padang Lawas berdasarkan sampling data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan OPD yang bersangkutan.
&amp;ldquo;Kemudian disertai dengan gagasan inti yang sekiranya dapat menjadi tantangan bagi jajaran pemerintah daerah dalam masa kerja lima tahun mendatang,&amp;rdquo;ujar Edy, Jumat (1/3/2024).

BACA JUGA:
Tujuh Jembatan di Padang Lawas Hancur Diterjang Banjir

Dikatakan Edy, IPM Padang Lawas sendiri adalah 72,16, posisi ke-enam terendah di Sumatera Utara dan paling rendah di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
&amp;ldquo;Dimulai dari indeks kesehatan, seperti status RSUD Sibuhuan yang masih termasuk tipe C dan tidak didukung fasilitas untuk penyakit berat,&amp;rdquo;ungkapnya.
&amp;ldquo;Kurangnya puskesmas keliling (pusling) dan ambulans, jumlah dokter spesialis kebidanan yang tidak sepadan dengan Angka Kelahiran Total (TFR), masih adanya 29% warga yang tidak memiliki jamban, Angka Kematian Bayi (IMR) yang mencapai 25,34, dan seterusnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Untuk itu, kata Edy  dibutuhkan adanya rumah sakit berstandar internasional di Padang Lawas. Begitu pun dengan indeks pendidikan, di mana muncul fenomena tidak adanya murid di antara jenjang SD dan SMP yang lebih memilih untuk melanjutkan sekolah di daerah lain.
Minimnya perguruan tinggi beserta program studi yang ada di Padang Lawas juga turut menjadi sorotan. Padahal, menurut Edy, status Padang Lawas sebagai penghasil kelapa sawit seharusnya dapat memantik pengembangan riset seperti biodiesel B-35.
&amp;ldquo;Ini hanya impian saya, tapi saya ingin ada politeknik bertaraf internasional di Padang Lawas,&amp;rdquo; ungkap Edy.Edy juga mencanangkan gagasannya untuk membangun sebuah sentra ekonomi modern di ibukota kabupaten yaitu Sibuhuan Trading Center (STC).

Berkaca dari kabupaten yang bertetangga dengan Padang Lawas, Edy menilai sudah selayaknya tanah tempat kelahiran orangtuanya ini memiliki pusat perdagangannya sendiri. Dengan infrastruktur yang memadai, STC dapat mendongkrak aktivitas ekonomi yang menjadi bagian ketiga dari IPM.

Dia berharap, bahwa dengan usaha yang terkoordinasi tersebut, IPM Padang Lawas dapat melejit masuk ke jajaran lima tertinggi di Sumatera Utara.

&amp;ldquo;Saya hanya melanjutkan dari gagasan yang sudah dicanangkan sebelumnya, yaitu Padang Lawas Bercahaya,&amp;rdquo; tutup Edy.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc4Mi81L3g4dG1hYTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG LAWAS &amp;ndash; Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas, Edy Junaedi,  mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatasi permasalahan fundamental yang selama ini memperlambat laju pertumbuhan Padang Lawas.
Hal itu diutarakan Edy dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Padang Lawas tahun 2025.
Edy Junaedi memaparkan permasalahan yang melanda Padang Lawas berdasarkan sampling data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan OPD yang bersangkutan.
&amp;ldquo;Kemudian disertai dengan gagasan inti yang sekiranya dapat menjadi tantangan bagi jajaran pemerintah daerah dalam masa kerja lima tahun mendatang,&amp;rdquo;ujar Edy, Jumat (1/3/2024).

BACA JUGA:
Tujuh Jembatan di Padang Lawas Hancur Diterjang Banjir

Dikatakan Edy, IPM Padang Lawas sendiri adalah 72,16, posisi ke-enam terendah di Sumatera Utara dan paling rendah di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
&amp;ldquo;Dimulai dari indeks kesehatan, seperti status RSUD Sibuhuan yang masih termasuk tipe C dan tidak didukung fasilitas untuk penyakit berat,&amp;rdquo;ungkapnya.
&amp;ldquo;Kurangnya puskesmas keliling (pusling) dan ambulans, jumlah dokter spesialis kebidanan yang tidak sepadan dengan Angka Kelahiran Total (TFR), masih adanya 29% warga yang tidak memiliki jamban, Angka Kematian Bayi (IMR) yang mencapai 25,34, dan seterusnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Untuk itu, kata Edy  dibutuhkan adanya rumah sakit berstandar internasional di Padang Lawas. Begitu pun dengan indeks pendidikan, di mana muncul fenomena tidak adanya murid di antara jenjang SD dan SMP yang lebih memilih untuk melanjutkan sekolah di daerah lain.
Minimnya perguruan tinggi beserta program studi yang ada di Padang Lawas juga turut menjadi sorotan. Padahal, menurut Edy, status Padang Lawas sebagai penghasil kelapa sawit seharusnya dapat memantik pengembangan riset seperti biodiesel B-35.
&amp;ldquo;Ini hanya impian saya, tapi saya ingin ada politeknik bertaraf internasional di Padang Lawas,&amp;rdquo; ungkap Edy.Edy juga mencanangkan gagasannya untuk membangun sebuah sentra ekonomi modern di ibukota kabupaten yaitu Sibuhuan Trading Center (STC).

Berkaca dari kabupaten yang bertetangga dengan Padang Lawas, Edy menilai sudah selayaknya tanah tempat kelahiran orangtuanya ini memiliki pusat perdagangannya sendiri. Dengan infrastruktur yang memadai, STC dapat mendongkrak aktivitas ekonomi yang menjadi bagian ketiga dari IPM.

Dia berharap, bahwa dengan usaha yang terkoordinasi tersebut, IPM Padang Lawas dapat melejit masuk ke jajaran lima tertinggi di Sumatera Utara.

&amp;ldquo;Saya hanya melanjutkan dari gagasan yang sudah dicanangkan sebelumnya, yaitu Padang Lawas Bercahaya,&amp;rdquo; tutup Edy.

</content:encoded></item></channel></rss>
