<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Kasus Bullying, Jokowi: Tak Boleh Terjadi Lagi, Sekolah Harus Jadi Safe House</title><description>(Jokowi) menyoroti kasus bullying di lingkungan sekolah yang terjadi akhir-akhir ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house"/><item><title>Marak Kasus Bullying, Jokowi: Tak Boleh Terjadi Lagi, Sekolah Harus Jadi Safe House</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house</guid><pubDate>Sabtu 02 Maret 2024 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house-gU32QJd7nx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Binti Mufarida)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/02/337/2978031/marak-kasus-bullying-jokowi-tak-boleh-terjadi-lagi-sekolah-harus-jadi-safe-house-gU32QJd7nx.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Binti Mufarida)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc5Ny81L3g4dGt5Znc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus bullying di lingkungan sekolah yang terjadi akhir-akhir ini.

&quot;Saya betul-betul sangat khawatir akhir-akhir ini terjadinya kasus bullying terjadinya kasus perundungan kasus kekerasan kasus pelecehan yang bahkan ada yang memakan korban jiwa,&quot; kata Jokowi saat menghadiri Kongres XXIIII di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Jokowi pun mengingatkan bahwa kasus bullying tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Mengingat, sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman bagi siswa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka Kongres XXIII PGRI, Jokowi: Jasa Guru Sungguh Besar untuk Negara Ini

&quot;Ini tidak boleh jadi lagi, dibiarkan berlarut dan sekolah harus menjadi safe house, harus menjadi rumah yang aman bagi siswa-siswa kita, untuk belajar, untuk bertanya, untuk berkreasi, untuk bermain, untuk bersosialisasi,&quot; kata Jokowi.

&quot;Jangan sampai ada siswa yang takut, ketakutan di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah dan tidak betah di sekolah,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Dikabarkan Jadi Ketum Golkar, JK: Ada Aturannya!

Jokowi pun mengatakan menaruh harapan besar pada guru-guru khususnya yang hadir pada Kongres XXIII PGRI hari ini. Guru, kata Jokowi, harus menjadi ujung tombak menciptakan sekolah aman.

&quot;Dan saya menaruh harapan besar kepada bapak ibu guru untuk menjadi ujung tombak menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi anak-anak kita,&quot; tegas Jokowi.Jokowi meminta agar mengutamakan pencegahan agar kasus bullying tidak terjadi. &quot;Utamakan hak-hak anak-anak kita, utamanya para korban, jangan sampai kasus bullying ditutup-tutupi tapi diselesaikan.&quot;



&quot;Biasanya kasus bullying ini ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc5Ny81L3g4dGt5Znc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus bullying di lingkungan sekolah yang terjadi akhir-akhir ini.

&quot;Saya betul-betul sangat khawatir akhir-akhir ini terjadinya kasus bullying terjadinya kasus perundungan kasus kekerasan kasus pelecehan yang bahkan ada yang memakan korban jiwa,&quot; kata Jokowi saat menghadiri Kongres XXIIII di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Jokowi pun mengingatkan bahwa kasus bullying tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Mengingat, sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman bagi siswa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka Kongres XXIII PGRI, Jokowi: Jasa Guru Sungguh Besar untuk Negara Ini

&quot;Ini tidak boleh jadi lagi, dibiarkan berlarut dan sekolah harus menjadi safe house, harus menjadi rumah yang aman bagi siswa-siswa kita, untuk belajar, untuk bertanya, untuk berkreasi, untuk bermain, untuk bersosialisasi,&quot; kata Jokowi.

&quot;Jangan sampai ada siswa yang takut, ketakutan di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah dan tidak betah di sekolah,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Dikabarkan Jadi Ketum Golkar, JK: Ada Aturannya!

Jokowi pun mengatakan menaruh harapan besar pada guru-guru khususnya yang hadir pada Kongres XXIII PGRI hari ini. Guru, kata Jokowi, harus menjadi ujung tombak menciptakan sekolah aman.

&quot;Dan saya menaruh harapan besar kepada bapak ibu guru untuk menjadi ujung tombak menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi anak-anak kita,&quot; tegas Jokowi.Jokowi meminta agar mengutamakan pencegahan agar kasus bullying tidak terjadi. &quot;Utamakan hak-hak anak-anak kita, utamanya para korban, jangan sampai kasus bullying ditutup-tutupi tapi diselesaikan.&quot;



&quot;Biasanya kasus bullying ini ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
