<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocoran Rekaman Audio Ungkap Rencana Operasi Serangan Jerman ke Krimea, Tanda-Tanda PD III? </title><description>Jerman mengakui bahwa rekaman audio itu asli dan akan menyelidiki kebocoran tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii"/><item><title>Bocoran Rekaman Audio Ungkap Rencana Operasi Serangan Jerman ke Krimea, Tanda-Tanda PD III? </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2024 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii-MbOWqWE5FF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Jembatan Kerch, Krimea akibat serangan pada Oktober 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/03/18/2978331/bocoran-rekaman-audio-ungkap-rencana-operasi-serangan-jerman-ke-krimea-tanda-tanda-pd-iii-MbOWqWE5FF.jpg</image><title>Kebakaran di Jembatan Kerch, Krimea akibat serangan pada Oktober 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>


BERLIN &amp;ndash; File audio yang berisi apa yang diklaim sebagai pembicaraan tentang potensi operasi serangan Jerman terhadap jembatan Krimea, Rusia telah diposting di daring. Rekaman ini semakin memanaskan situasi antara Rusia dengan negara-negara NATO yang memunculkan kekahwatiran pecahnya Perang Dunia III.

BACA JUGA:
Presiden Zelensky Desak Perjuangan untuk Krimea Usai 10 Tahun Pendudukan Rusia&amp;nbsp;

Rekaman berdurasi 40 menit tertanggal 19 Februari itu menampilkan percakapan dalam bahasa Jerman antara empat orang yang diduga memegang jabatan tinggi di Bundeswehr, angkatan bersenjata Jerman. Salah satu orang yang terekam dalam file audio tersebut diduga adalah Letnan Jenderal Ingo Gerhartz &amp;ndash; Panglima Angkatan Udara Nasional Jerman (Luftwaffe).
Rekaman tersebut menampilkan diskusi tentang efisiensi rudal jelajah Prancis-Inggris, yang dikenal sebagai Storm Shadow di Inggris dan Scalp di Prancis. Senjata-senjata tersebut sebelumnya disumbangkan ke Kyiv oleh pendukung Barat.
Pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan mengatakan pada Jumat, (1/3/2024) sebelumnya bahwa dia telah memperoleh file tersebut dari pejabat keamanan Rusia. Transkrip bahasa Rusia dari file sumber juga diterbitkan pada hari sebelumnya.

BACA JUGA:
NATO Tolak Gagasan Presiden Prancis untuk Kerahkan Pasukan ke Ukraina

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman berbicara kepada stasiun televisi negara, ARD pada Sabtu, (2/3/2024) membenarkan bahwa rekaman suara tentang serangan ke Jembatan Krimea tersebut adalah rekaman asli.
Dalam rekaman tersebut, militer Jerman sedang mendiskusikan rincian operasional dan penargetan rudal jarak jauh Taurus yang sedang dipertimbangkan untuk dikirim ke Kyiv.Para petugas mendiskusikan masalah tersebut seolah-olah pengiriman telah disepakati, dan juga berbicara tentang mempertahankan penyangkalan yang masuk akal jika terjadi serangan jembatan yang akan memungkinkan Berlin menghindari terseret ke dalam konflik antara Kyiv dan Moskow.
&amp;ldquo;Menurut penilaian kami, percakapan di Angkatan Udara disadap,&amp;rdquo; kata juru bicara kementerian kepada ARD sebagaimana dilansir RT, seraya menambahkan bahwa para pejabat Jerman tidak dapat menentukan apakah ada perubahan yang dilakukan pada transkrip atau rekaman itu sendiri.
Kanselir Jerman  Olaf Scholz menyebut kebocoran itu sebagai &amp;ldquo;masalah yang sangat serius&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Itulah mengapa hal ini sekarang diselidiki dengan sangat intensif, sangat hati-hati dan sangat cepat,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di Roma setelah audiensi dengan Paus, dan menambahkan bahwa penyelidikan semacam itu &amp;ldquo;perlu.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Sekutu Putin Ancam Macron: Setiap Pasukan Prancis yang Dikirim ke Ukraina Akan Berakhir Seperti Tentara Napoleon

Dia tidak mengomentari isi rekaman tersebut dan tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Berlin mengetahui rencana yang dibicarakan para perwira senior militer tersebut.
Beberapa politisi Jerman berasumsi bahwa insiden tersebut mungkin mempunyai implikasi lebih lanjut. Seorang anggota parlemen Jerman, Roderich Kiesewetter dari partai Uni Demokrat Kristen, yang juga seorang pensiunan kolonel dan ketua asosiasi cadangan Jerman, mengatakan kepada media Jerman bahwa percakapan militer sensitif lainnya bisa saja disadap dan mungkin dipublikasikan oleh Rusia di masa depan.Kebocoran ini muncul di tengah situasi tegang antara Rusia dengan NATO setelah sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ada kemungkinan untuk mengirim pasukan NATO dalam konflik di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kehadiran pasukan NATO di Ukraina akan meningkatkan potensi pecahnya perang nuklir.
&amp;ldquo;Kami mengingat nasib mereka yang mengirimkan kontingen pasukannya ke wilayah negara kami,&amp;rdquo; kata pemimpin Rusia itu merujuk pada kegagalan invasi Napoleon dan Hitler. &amp;ldquo;Sekarang konsekuensinya bagi calon penjajah akan jauh lebih tragis,&amp;rdquo; kata Putin.</description><content:encoded>


BERLIN &amp;ndash; File audio yang berisi apa yang diklaim sebagai pembicaraan tentang potensi operasi serangan Jerman terhadap jembatan Krimea, Rusia telah diposting di daring. Rekaman ini semakin memanaskan situasi antara Rusia dengan negara-negara NATO yang memunculkan kekahwatiran pecahnya Perang Dunia III.

BACA JUGA:
Presiden Zelensky Desak Perjuangan untuk Krimea Usai 10 Tahun Pendudukan Rusia&amp;nbsp;

Rekaman berdurasi 40 menit tertanggal 19 Februari itu menampilkan percakapan dalam bahasa Jerman antara empat orang yang diduga memegang jabatan tinggi di Bundeswehr, angkatan bersenjata Jerman. Salah satu orang yang terekam dalam file audio tersebut diduga adalah Letnan Jenderal Ingo Gerhartz &amp;ndash; Panglima Angkatan Udara Nasional Jerman (Luftwaffe).
Rekaman tersebut menampilkan diskusi tentang efisiensi rudal jelajah Prancis-Inggris, yang dikenal sebagai Storm Shadow di Inggris dan Scalp di Prancis. Senjata-senjata tersebut sebelumnya disumbangkan ke Kyiv oleh pendukung Barat.
Pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan mengatakan pada Jumat, (1/3/2024) sebelumnya bahwa dia telah memperoleh file tersebut dari pejabat keamanan Rusia. Transkrip bahasa Rusia dari file sumber juga diterbitkan pada hari sebelumnya.

BACA JUGA:
NATO Tolak Gagasan Presiden Prancis untuk Kerahkan Pasukan ke Ukraina

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman berbicara kepada stasiun televisi negara, ARD pada Sabtu, (2/3/2024) membenarkan bahwa rekaman suara tentang serangan ke Jembatan Krimea tersebut adalah rekaman asli.
Dalam rekaman tersebut, militer Jerman sedang mendiskusikan rincian operasional dan penargetan rudal jarak jauh Taurus yang sedang dipertimbangkan untuk dikirim ke Kyiv.Para petugas mendiskusikan masalah tersebut seolah-olah pengiriman telah disepakati, dan juga berbicara tentang mempertahankan penyangkalan yang masuk akal jika terjadi serangan jembatan yang akan memungkinkan Berlin menghindari terseret ke dalam konflik antara Kyiv dan Moskow.
&amp;ldquo;Menurut penilaian kami, percakapan di Angkatan Udara disadap,&amp;rdquo; kata juru bicara kementerian kepada ARD sebagaimana dilansir RT, seraya menambahkan bahwa para pejabat Jerman tidak dapat menentukan apakah ada perubahan yang dilakukan pada transkrip atau rekaman itu sendiri.
Kanselir Jerman  Olaf Scholz menyebut kebocoran itu sebagai &amp;ldquo;masalah yang sangat serius&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Itulah mengapa hal ini sekarang diselidiki dengan sangat intensif, sangat hati-hati dan sangat cepat,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di Roma setelah audiensi dengan Paus, dan menambahkan bahwa penyelidikan semacam itu &amp;ldquo;perlu.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Sekutu Putin Ancam Macron: Setiap Pasukan Prancis yang Dikirim ke Ukraina Akan Berakhir Seperti Tentara Napoleon

Dia tidak mengomentari isi rekaman tersebut dan tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Berlin mengetahui rencana yang dibicarakan para perwira senior militer tersebut.
Beberapa politisi Jerman berasumsi bahwa insiden tersebut mungkin mempunyai implikasi lebih lanjut. Seorang anggota parlemen Jerman, Roderich Kiesewetter dari partai Uni Demokrat Kristen, yang juga seorang pensiunan kolonel dan ketua asosiasi cadangan Jerman, mengatakan kepada media Jerman bahwa percakapan militer sensitif lainnya bisa saja disadap dan mungkin dipublikasikan oleh Rusia di masa depan.Kebocoran ini muncul di tengah situasi tegang antara Rusia dengan NATO setelah sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ada kemungkinan untuk mengirim pasukan NATO dalam konflik di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kehadiran pasukan NATO di Ukraina akan meningkatkan potensi pecahnya perang nuklir.
&amp;ldquo;Kami mengingat nasib mereka yang mengirimkan kontingen pasukannya ke wilayah negara kami,&amp;rdquo; kata pemimpin Rusia itu merujuk pada kegagalan invasi Napoleon dan Hitler. &amp;ldquo;Sekarang konsekuensinya bagi calon penjajah akan jauh lebih tragis,&amp;rdquo; kata Putin.</content:encoded></item></channel></rss>
