<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terciduk Petugas di Soetta, 8 Pekerja Migran Ilegal Gagal Terbang ke Timur Tengah</title><description>Mereka semua berasal dari Jawa Barat, Banten, dan NTB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah"/><item><title>Terciduk Petugas di Soetta, 8 Pekerja Migran Ilegal Gagal Terbang ke Timur Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2024 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah-NG1wueZNMa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pekerja migran Indonesia nonprosedural digagalkan berangkat ke Timur Tengah oleh tim gabungan (Foto: Kemnaker) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978281/terciduk-petugas-di-soetta-8-pekerja-migran-ilegal-gagal-terbang-ke-timur-tengah-NG1wueZNMa.jpg</image><title>Pekerja migran Indonesia nonprosedural digagalkan berangkat ke Timur Tengah oleh tim gabungan (Foto: Kemnaker) </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMC8xLzE3NDk1My81L3g4cWY3NnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim Gabungan Kementerian Ketenagakerjaan dan Imigrasi Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan pemberangkatan secara nonprosedural delapan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu 2 Maret 2024.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan bahwa kedepan calon pekerja itu berencana terbang menuju ke beberapa negara di Timur Tengah.

&quot;Telah digagalkan delapan orang calon pekerja migran yang akan ditempatkan secara nonprosedural, mereka terdiri dari satu orang yang akan diberangkatkan ke Qatar dan tujuh orang lainnya akan ditempatkan ke Dubai, UEA,&quot; kata Haiyani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demi Perlindungan, Pekerja Migran Indonesia Diimbau Ikut Program SPSK

Haiyani pun mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk memilih jalur prosedural, karena melalui jalur prosedural masyarakat akan mendapatkan kepastian pelindungan.

&quot;Kami kembali mengajak semua pihak untuk mewujudkan penempatan pekerja migran Indonesia yang prosedural, profesional, dan bermartabat demi kebaikan bersama,&quot; ujarnya.

Direktur Binariksa Kemnaker, Yuli Adiratna, menambahkan, kedelapan calon pekerja migran tersebut berasal dari Karawang sebanyak tiga orang, Cianjur dua orang, dan Indramayu, Serang, NTB yang masing-masing satu orang.

Yuli menyebutkan, kedelapannya sudah bersiap diberangkatkan menggunakan pesawat Srilankan Airlines nomor penerbangan UL365, pada Sabtu kemarin sekitar pukul 14.25 WIB dan akan transit Colombo lalu diteruskan ke Doha serta Dubai. Tapi sudah keburu digagalkan petugas gabungan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bicara soal Masalah Pekerja Migran, Ganjar: Negara Harus Hadir dengan Perangkatnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Berdasarkan keterangan dari calon pekerja migran yang berhasil dicegah keberangkatannya, tidak hanya 8 calon PMI nonprosedural yang akan berangkat dalam penerbangan tersebut,  namun masih cukup banyak calon pekerja migran yang berhasil lolos dan tetap berangkat,&quot; kata Yuli.

Yuli menambahkan, dua orang calon pekerja migran mengaku diberangkatkan oleh sebuah perusahaan berinisial A, di mana saat ini masih banyak calon pekerja migran di penampungan perusahaan tersebut.

&quot;Selanjutnya pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta akan membuat Laporan Polisi (LP) ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian dilakukan penindakan selanjutnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMC8xLzE3NDk1My81L3g4cWY3NnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim Gabungan Kementerian Ketenagakerjaan dan Imigrasi Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan pemberangkatan secara nonprosedural delapan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu 2 Maret 2024.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan bahwa kedepan calon pekerja itu berencana terbang menuju ke beberapa negara di Timur Tengah.

&quot;Telah digagalkan delapan orang calon pekerja migran yang akan ditempatkan secara nonprosedural, mereka terdiri dari satu orang yang akan diberangkatkan ke Qatar dan tujuh orang lainnya akan ditempatkan ke Dubai, UEA,&quot; kata Haiyani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demi Perlindungan, Pekerja Migran Indonesia Diimbau Ikut Program SPSK

Haiyani pun mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk memilih jalur prosedural, karena melalui jalur prosedural masyarakat akan mendapatkan kepastian pelindungan.

&quot;Kami kembali mengajak semua pihak untuk mewujudkan penempatan pekerja migran Indonesia yang prosedural, profesional, dan bermartabat demi kebaikan bersama,&quot; ujarnya.

Direktur Binariksa Kemnaker, Yuli Adiratna, menambahkan, kedelapan calon pekerja migran tersebut berasal dari Karawang sebanyak tiga orang, Cianjur dua orang, dan Indramayu, Serang, NTB yang masing-masing satu orang.

Yuli menyebutkan, kedelapannya sudah bersiap diberangkatkan menggunakan pesawat Srilankan Airlines nomor penerbangan UL365, pada Sabtu kemarin sekitar pukul 14.25 WIB dan akan transit Colombo lalu diteruskan ke Doha serta Dubai. Tapi sudah keburu digagalkan petugas gabungan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bicara soal Masalah Pekerja Migran, Ganjar: Negara Harus Hadir dengan Perangkatnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Berdasarkan keterangan dari calon pekerja migran yang berhasil dicegah keberangkatannya, tidak hanya 8 calon PMI nonprosedural yang akan berangkat dalam penerbangan tersebut,  namun masih cukup banyak calon pekerja migran yang berhasil lolos dan tetap berangkat,&quot; kata Yuli.

Yuli menambahkan, dua orang calon pekerja migran mengaku diberangkatkan oleh sebuah perusahaan berinisial A, di mana saat ini masih banyak calon pekerja migran di penampungan perusahaan tersebut.

&quot;Selanjutnya pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta akan membuat Laporan Polisi (LP) ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian dilakukan penindakan selanjutnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
