<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Minta KPU dan Bawaslu Beri Atensi Lonjakan Suara PSI, PPP Ancam Bongkar di Hak Angket</title><description>Romy mengatakan bahwa&amp;nbsp;pola kenaikan suara PSI tidak wajar dan tidak masuk akal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket"/><item><title> Minta KPU dan Bawaslu Beri Atensi Lonjakan Suara PSI, PPP Ancam Bongkar di Hak Angket</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2024 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket-UUOi9tYSd3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978397/minta-kpu-dan-bawaslu-beri-atensi-lonjakan-suara-psi-ppp-ancam-bongkar-di-hak-angket-UUOi9tYSd3.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Baswalu) untuk memberi atensi dan tindak lanjut atas kenaikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jika tidak, maka PPP akan meminta hal ini bagian yang akan dibongkar di hak angket pekan ini.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy. Menurut Romahurmuziy atau akrab disapa Romy, pola kenaikan suara PSI tidak wajar dan tidak masuk akal.
Beberapa lembaga survei, kata Romy, menilai bahwa kenaikan suara PSI tidak wajar. Karena berdasarkan perhitungan, ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) dimana suara PSI mencapai 50%.

BACA JUGA:
Pakar: Meroketnya Suara PSI Tak Masuk Akal Matematika Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kalau ini tidak dikoreksi, DPP PPP akan meminta hal ini bagian yang termasuk dibongkar seterang-terangnya di hak angket pekan ini! Saya mohon atensi @kpu_ri dan @bawasluri secara terbuka dan tindak lanjutnya secara cepat dan seksama!&amp;rdquo; kata Romahurmuziy dikutip dari akun Instagram @romahurmuziy, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
 Ubah Hasi Pleno Pemilu 2024, 3 PPK di Dua Kecamatan Karawang Dinonaktifkan

Dikatakan Romy, suara PSI yang dipimpin anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mendapat 3% atau 2.291.882 suara saat pengumpulan data 540.231 TPS dari total 823.236 TPS (65,62%). Pada saat bersamaan, suara PPP 3.037.760 atau 3,97%.
Kenaikan tersebut dinilai tidak wajar, karena PSI memperoleh 19.000 suara dari 110 TPS dalam waktu dua jam, berarti rata-rata 173 suara per TPS.Mantan Ketua Umum PPP ini menegaskan bahwa jumlah suara per TPS hanya 300 suara, dan partisipasi pemilih rata-rata 75%. Adapun suara sah setiap TPS hanya 225 suara. Artinya, PSI menang 77% di 110 TPS.

Hal tersebut menurut Romy tidak masuk akal. Dia pun meminta KPU dan Bawaslu tidak menutup mata atas penyimpangan itu.

&amp;ldquo;Mohon atensi KPU dan Bawaslu, operasi apa ini? Meminjam Bahasa Pak Jusuf Kalla, apakah ini operasi &quot;sayang anak&quot; lagi?&amp;rdquo; tulisnya.

Sementara itu, Pendiri Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani mengatakan bahwa tidak hanya PSI dan Partai Gelora yang mengalami peningkatan suara. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengalami hal yang sama.

Kenaikan suara PSI yang oleh sebagian politikus dianggap sebagai tidak masuk akal, menurut Saiful, kemungkinan karena data yang masuk lewat Sirekap belum proporsional.

&amp;ldquo;Kalau sudah proporsional akan kembali normal kalau tidak ada intervensi,&amp;rdquo; kata Saiful, Sabtu (2/3/2024) di Jakarta.

Terpisah, Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi dan Pemilu Berintegritas (Network for Democracy and Electoral Integrity/Netgrit) Hadar Nafis Gumay mengatakan untuk memastikan kenaikan suara PSI yang melesat, maka perlu membandingkan dengan angka pada foto-foto C Hasil yang ada dengan digitasi data.

&amp;ldquo;Parpol peserta pemilu seharusnya bisa melakukan dan Bawaslu yang punya foto C Hasil atau Salinan C Hasil. Kami belum bisa analisa, karena kami belum punya banyak C Hasil DPR,&amp;rdquo; kata Hadar yang juga eks Komisioner KPU ini.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Baswalu) untuk memberi atensi dan tindak lanjut atas kenaikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jika tidak, maka PPP akan meminta hal ini bagian yang akan dibongkar di hak angket pekan ini.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy. Menurut Romahurmuziy atau akrab disapa Romy, pola kenaikan suara PSI tidak wajar dan tidak masuk akal.
Beberapa lembaga survei, kata Romy, menilai bahwa kenaikan suara PSI tidak wajar. Karena berdasarkan perhitungan, ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) dimana suara PSI mencapai 50%.

BACA JUGA:
Pakar: Meroketnya Suara PSI Tak Masuk Akal Matematika Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kalau ini tidak dikoreksi, DPP PPP akan meminta hal ini bagian yang termasuk dibongkar seterang-terangnya di hak angket pekan ini! Saya mohon atensi @kpu_ri dan @bawasluri secara terbuka dan tindak lanjutnya secara cepat dan seksama!&amp;rdquo; kata Romahurmuziy dikutip dari akun Instagram @romahurmuziy, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
 Ubah Hasi Pleno Pemilu 2024, 3 PPK di Dua Kecamatan Karawang Dinonaktifkan

Dikatakan Romy, suara PSI yang dipimpin anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mendapat 3% atau 2.291.882 suara saat pengumpulan data 540.231 TPS dari total 823.236 TPS (65,62%). Pada saat bersamaan, suara PPP 3.037.760 atau 3,97%.
Kenaikan tersebut dinilai tidak wajar, karena PSI memperoleh 19.000 suara dari 110 TPS dalam waktu dua jam, berarti rata-rata 173 suara per TPS.Mantan Ketua Umum PPP ini menegaskan bahwa jumlah suara per TPS hanya 300 suara, dan partisipasi pemilih rata-rata 75%. Adapun suara sah setiap TPS hanya 225 suara. Artinya, PSI menang 77% di 110 TPS.

Hal tersebut menurut Romy tidak masuk akal. Dia pun meminta KPU dan Bawaslu tidak menutup mata atas penyimpangan itu.

&amp;ldquo;Mohon atensi KPU dan Bawaslu, operasi apa ini? Meminjam Bahasa Pak Jusuf Kalla, apakah ini operasi &quot;sayang anak&quot; lagi?&amp;rdquo; tulisnya.

Sementara itu, Pendiri Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani mengatakan bahwa tidak hanya PSI dan Partai Gelora yang mengalami peningkatan suara. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengalami hal yang sama.

Kenaikan suara PSI yang oleh sebagian politikus dianggap sebagai tidak masuk akal, menurut Saiful, kemungkinan karena data yang masuk lewat Sirekap belum proporsional.

&amp;ldquo;Kalau sudah proporsional akan kembali normal kalau tidak ada intervensi,&amp;rdquo; kata Saiful, Sabtu (2/3/2024) di Jakarta.

Terpisah, Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi dan Pemilu Berintegritas (Network for Democracy and Electoral Integrity/Netgrit) Hadar Nafis Gumay mengatakan untuk memastikan kenaikan suara PSI yang melesat, maka perlu membandingkan dengan angka pada foto-foto C Hasil yang ada dengan digitasi data.

&amp;ldquo;Parpol peserta pemilu seharusnya bisa melakukan dan Bawaslu yang punya foto C Hasil atau Salinan C Hasil. Kami belum bisa analisa, karena kami belum punya banyak C Hasil DPR,&amp;rdquo; kata Hadar yang juga eks Komisioner KPU ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
