<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pertanyakan Lonjakan Suara PSI, Pakar: Kalau Dugaan Itu Benar Rusak Kedaulatan Rakyat</title><description>Sebab, jika sampai ada upaya-upaya tak halal dalam perolehan suara rakyat tersebut bisa berbahaya bagi kedaulatan suara rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat"/><item><title> Pertanyakan Lonjakan Suara PSI, Pakar: Kalau Dugaan Itu Benar Rusak Kedaulatan Rakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2024 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat-kirxV56HTw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/03/337/2978430/pertanyakan-lonjakan-suara-psi-pakar-kalau-dugaan-itu-benar-rusak-kedaulatan-rakyat-kirxV56HTw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat Politik, Ujang Komarudin mempertanyakan lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu 2024. Sebab, jika sampai ada upaya-upaya tak halal dalam perolehan suara rakyat tersebut bisa berbahaya bagi kedaulatan suara rakyat.
&quot;PSI kan ada dugaan-dugaan, tuduhan-tuduhan, seperti oleh kader PDIP, seperti Deddy Sitorus sebagaimana yang telah dia sampaikan ke media, yang menduga akan ada operasi untuk meloloskan PSI 4 persen, untuk melonjakan suara raihan PSI hingga naik, untuk mengambil suara partai lainnya yang tak lolos parlemen,&quot; ujarnya, Minggu (3/3/2024).
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu, meroketnya suara PSI itu berbeda dengan kenaikan suara Partai Gelora. Kata diam kenaikan suara Glora itu dianggap hasil kerja para kadernya.

BACA JUGA:
Pakar: Meroketnya Suara PSI Tak Masuk Akal Matematika Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, lanjut Ujang, lonjakan suara Gelora dianggap kerja keras yang dilakukan para calegnya untuk mendapatkan hasil maksimal di Pemilu 2024.
&quot;Kalau kita bicara soal kenaikan roket PSI dan Gelora tentu punya perbedaan ya. Gelora dianggap dia hasil kerja keras kadernya, hasil kerja keras caleg-calegnya untuk bisa memperoleh hasil maksimal,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
 Ubah Hasi Pleno Pemilu 2024, 3 PPK di Dua Kecamatan Karawang Dinonaktifkan




Maka itu, tambah Ujang, manakala benar dugaan agar tuduhan yang beredar tentang kenaikan suara PSI berdasarkan cara tak halal, tentu bakal berbahaya dan merusak demokrasi Indonesia.

&quot;Kalau dugaan itu benar, itu terjadi, itu berbahaya, itu sama saja merusak Pemilu, merusak demokrasi, merusak kedaulatan suara rakyat. Karena mendapatkan suaranya dengan cara yang tak halal sehingga semua harus saling memberikan diri dengan cara obyektif,&quot; katanya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat Politik, Ujang Komarudin mempertanyakan lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu 2024. Sebab, jika sampai ada upaya-upaya tak halal dalam perolehan suara rakyat tersebut bisa berbahaya bagi kedaulatan suara rakyat.
&quot;PSI kan ada dugaan-dugaan, tuduhan-tuduhan, seperti oleh kader PDIP, seperti Deddy Sitorus sebagaimana yang telah dia sampaikan ke media, yang menduga akan ada operasi untuk meloloskan PSI 4 persen, untuk melonjakan suara raihan PSI hingga naik, untuk mengambil suara partai lainnya yang tak lolos parlemen,&quot; ujarnya, Minggu (3/3/2024).
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu, meroketnya suara PSI itu berbeda dengan kenaikan suara Partai Gelora. Kata diam kenaikan suara Glora itu dianggap hasil kerja para kadernya.

BACA JUGA:
Pakar: Meroketnya Suara PSI Tak Masuk Akal Matematika Pemilu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, lanjut Ujang, lonjakan suara Gelora dianggap kerja keras yang dilakukan para calegnya untuk mendapatkan hasil maksimal di Pemilu 2024.
&quot;Kalau kita bicara soal kenaikan roket PSI dan Gelora tentu punya perbedaan ya. Gelora dianggap dia hasil kerja keras kadernya, hasil kerja keras caleg-calegnya untuk bisa memperoleh hasil maksimal,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
 Ubah Hasi Pleno Pemilu 2024, 3 PPK di Dua Kecamatan Karawang Dinonaktifkan




Maka itu, tambah Ujang, manakala benar dugaan agar tuduhan yang beredar tentang kenaikan suara PSI berdasarkan cara tak halal, tentu bakal berbahaya dan merusak demokrasi Indonesia.

&quot;Kalau dugaan itu benar, itu terjadi, itu berbahaya, itu sama saja merusak Pemilu, merusak demokrasi, merusak kedaulatan suara rakyat. Karena mendapatkan suaranya dengan cara yang tak halal sehingga semua harus saling memberikan diri dengan cara obyektif,&quot; katanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
