<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apes! Seorang Guru Tertipu Investasi Bodong, Uang Rp80 Juta Raib </title><description>Seorang guru di Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penipuan investasi bodong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib"/><item><title>Apes! Seorang Guru Tertipu Investasi Bodong, Uang Rp80 Juta Raib </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2024 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib-fOF20uY39M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/03/340/2978374/apes-seorang-guru-tertipu-investasi-bodong-uang-rp80-juta-raib-fOF20uY39M.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>KOTA KUPANG - Seorang guru di Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penipuan investasi bodong. Oknum guru itu berinisial MS (54).
Dirinya diinformasikan mengalami kehilangan uang sebesar Rp80 juta akibat penipuan berkedok investasi tersebut.

BACA JUGA:
Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah di Selokan, Diduga Korban Pembunuhan

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kota Kupang, Kombes Pol Aldinan RMH Manurung, mengakui telah menerima laporan terkait kejadian nahas tersebut. &quot;Kasus ini dilaporkan oleh anak korban bernama Helda (32) di Polresta (Kupang) kemarin,&quot; ujar Kombes Manurung, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Rumah Ketua PPK di Sukabumi Diserang OTK, 5 Pelaku Diburu Polisi

Kasusnya, demikian Kombes Manurung, secara resmi sudah masuk dalam laporan polisi nomor LP/B/195/II/2024/SPKT/Polresta Kupang Kota/Polda Nusa Tenggara Timur.
Kombes Manurung menuturkan, kasus tersebut berawal ketika korban membuka aplikasi Telegram dan didapati sebuah pesan grup berisi tawaran investasi.
Seseorang dalam grup Telegram tersebut lebih lanjut menghubungi korban dan menawarkan kepadanya investasi dengan janji keuntungan yang besar.
Mendapat tawaran menggiurkan tersebut, korban tak berpikir panjang. Sejumlah uang dalam jumlah besar langsung dikirimkannya melalui rekening pelaku.
&quot;Tanpa curiga, MS langsung mentransfer uang sebesar Rp80 juta ke rekening orang tersebut,&quot; ujarnya.
MS ternyata sedang terperangkap penipuan. Pasalnya, tak lama setelah menerima uang, pelaku langsung memblokir nomor telepon seluler MS sehingga tidak bisa dihubungi lagi.
Korban pun merasa benar-benar tak berdaya hingga bahkan langsung jatuh sakit. Atas permintaan korban, anaknya lalu melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kupang.
&quot;Penyidik saat ini sedang mendalami dan mengungkap kasus ini secara menyeluruh,&quot; kata Kombes Manurung.

BACA JUGA:
 Polisi Imbau Anak-Anak Tak Berenang di Kali saat Hujan, Orangtua Diminta Awasi


Dirinya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk tawaran investasi menggiurkan lewat media sosial, yang kerap dilakukan dengan tujuan penipuan.



&quot;Kami juga mengimbau kepada masyarakat Kota Kupang untuk selalu berhati-hati menanggapi bujuk rayu dalam bentuk investasi melalui media sosial,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>KOTA KUPANG - Seorang guru di Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penipuan investasi bodong. Oknum guru itu berinisial MS (54).
Dirinya diinformasikan mengalami kehilangan uang sebesar Rp80 juta akibat penipuan berkedok investasi tersebut.

BACA JUGA:
Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah di Selokan, Diduga Korban Pembunuhan

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kota Kupang, Kombes Pol Aldinan RMH Manurung, mengakui telah menerima laporan terkait kejadian nahas tersebut. &quot;Kasus ini dilaporkan oleh anak korban bernama Helda (32) di Polresta (Kupang) kemarin,&quot; ujar Kombes Manurung, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Rumah Ketua PPK di Sukabumi Diserang OTK, 5 Pelaku Diburu Polisi

Kasusnya, demikian Kombes Manurung, secara resmi sudah masuk dalam laporan polisi nomor LP/B/195/II/2024/SPKT/Polresta Kupang Kota/Polda Nusa Tenggara Timur.
Kombes Manurung menuturkan, kasus tersebut berawal ketika korban membuka aplikasi Telegram dan didapati sebuah pesan grup berisi tawaran investasi.
Seseorang dalam grup Telegram tersebut lebih lanjut menghubungi korban dan menawarkan kepadanya investasi dengan janji keuntungan yang besar.
Mendapat tawaran menggiurkan tersebut, korban tak berpikir panjang. Sejumlah uang dalam jumlah besar langsung dikirimkannya melalui rekening pelaku.
&quot;Tanpa curiga, MS langsung mentransfer uang sebesar Rp80 juta ke rekening orang tersebut,&quot; ujarnya.
MS ternyata sedang terperangkap penipuan. Pasalnya, tak lama setelah menerima uang, pelaku langsung memblokir nomor telepon seluler MS sehingga tidak bisa dihubungi lagi.
Korban pun merasa benar-benar tak berdaya hingga bahkan langsung jatuh sakit. Atas permintaan korban, anaknya lalu melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kupang.
&quot;Penyidik saat ini sedang mendalami dan mengungkap kasus ini secara menyeluruh,&quot; kata Kombes Manurung.

BACA JUGA:
 Polisi Imbau Anak-Anak Tak Berenang di Kali saat Hujan, Orangtua Diminta Awasi


Dirinya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk tawaran investasi menggiurkan lewat media sosial, yang kerap dilakukan dengan tujuan penipuan.



&quot;Kami juga mengimbau kepada masyarakat Kota Kupang untuk selalu berhati-hati menanggapi bujuk rayu dalam bentuk investasi melalui media sosial,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
