<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Mustafa al-Khayyat, Tahanan Arab Saudi yang Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan ke Pihak Keluarga</title><description>Meningkatnya tindak eksekusi terjadi ketika Raja Salman beserta putranya, Mohammed bin Salman mengambil-alih kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga"/><item><title>Kisah Mustafa al-Khayyat, Tahanan Arab Saudi yang Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan ke Pihak Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga-KZCydN0nnm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Mustafa al-Khayyat, tahanan Arab Saudi yang dieksekusi mati tanpa pemberitahuan ke keluarga (Foto: Al-Khayyat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/18/2978759/kisah-mustafa-al-khayyat-tahanan-arab-saudi-yang-dieksekusi-mati-tanpa-pemberitahuan-ke-pihak-keluarga-KZCydN0nnm.jpg</image><title>Kisah Mustafa al-Khayyat, tahanan Arab Saudi yang dieksekusi mati tanpa pemberitahuan ke keluarga (Foto: Al-Khayyat)</title></images><description>
RIYADH - Sejak 2015, eksekusi mati yang dilakukan pihak berwenang Arab Saudi meningkat hampir dua kali lipat.

Menurut laporan hak asasi manusia, meningkatnya tindak eksekusi terjadi ketika Raja Salman beserta putranya, Mohammed bin Salman mengambil-alih kekuasaan.

Mengutip Reprieve, sistem peradilan di Arab Saudi dianggap tidak adil. Hal ini dikarenakan keputusan hukum terkait hukuman mati beserta dokumen pengadilan sering dirahasiakan.


BACA JUGA:
Gelombang Hukuman Mati Terbaru, Arab Saudi Eksekusi Mati 5 Warga Yaman

Tidak hanya itu, tuntutan seseorang pun dapat diubah-ubah, dan sering terjadi penundaan sidang. Hasil investigasi menunjukan bahwa pelanggaran hak pengadilan dan kasus penyiksaan memang sering terjadi.


BACA JUGA:
Hukuman Mati di Arab Saudi Naik 2 Kali Lipat di Bawah Raja Salman, Ini yang Perlu Diketahui

Seperti yang diungkap oleh BBC. Seorang kerabat dari keluarga tahanan mengaku, bahwa eksekusi tersebut dilakukan tanpa memberi peringatan apapun.

Salah satunya adalah Mustafa al-Khayyat. Namanya ada dalam daftar yang dikumpukan oleh Reprieve dan Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi-Eropa.

Berdasarkan kesaksian keluarga, hal terakhir yang keluarga dengar dari Mustafa yakni panggilan telepon dari penjara, di mana dia berpamitan kepada ibunya.
&quot;Baiklah, saya harus pergi. Saya senang jika kamu baik-baik saja,&quot; ujar Mustafa pada telepon tersebut. Mereka tidak memiliki firasat bahwa itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka.



Satu bulan kemudian, Mustafa dinyatakan meninggal, bersama 81 orang yang terbunuh pada 12 Maret 2022, yang menjadi eksekusi massal terbesar dalam sejarah Modern Arab Saudi.



Pihak keluarga Mustafa mengaku belum mendapat jenazahnya untuk dimakamkan. Bahkan tidak ada makam yang bisa mereka kunjung.</description><content:encoded>
RIYADH - Sejak 2015, eksekusi mati yang dilakukan pihak berwenang Arab Saudi meningkat hampir dua kali lipat.

Menurut laporan hak asasi manusia, meningkatnya tindak eksekusi terjadi ketika Raja Salman beserta putranya, Mohammed bin Salman mengambil-alih kekuasaan.

Mengutip Reprieve, sistem peradilan di Arab Saudi dianggap tidak adil. Hal ini dikarenakan keputusan hukum terkait hukuman mati beserta dokumen pengadilan sering dirahasiakan.


BACA JUGA:
Gelombang Hukuman Mati Terbaru, Arab Saudi Eksekusi Mati 5 Warga Yaman

Tidak hanya itu, tuntutan seseorang pun dapat diubah-ubah, dan sering terjadi penundaan sidang. Hasil investigasi menunjukan bahwa pelanggaran hak pengadilan dan kasus penyiksaan memang sering terjadi.


BACA JUGA:
Hukuman Mati di Arab Saudi Naik 2 Kali Lipat di Bawah Raja Salman, Ini yang Perlu Diketahui

Seperti yang diungkap oleh BBC. Seorang kerabat dari keluarga tahanan mengaku, bahwa eksekusi tersebut dilakukan tanpa memberi peringatan apapun.

Salah satunya adalah Mustafa al-Khayyat. Namanya ada dalam daftar yang dikumpukan oleh Reprieve dan Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi-Eropa.

Berdasarkan kesaksian keluarga, hal terakhir yang keluarga dengar dari Mustafa yakni panggilan telepon dari penjara, di mana dia berpamitan kepada ibunya.
&quot;Baiklah, saya harus pergi. Saya senang jika kamu baik-baik saja,&quot; ujar Mustafa pada telepon tersebut. Mereka tidak memiliki firasat bahwa itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka.



Satu bulan kemudian, Mustafa dinyatakan meninggal, bersama 81 orang yang terbunuh pada 12 Maret 2022, yang menjadi eksekusi massal terbesar dalam sejarah Modern Arab Saudi.



Pihak keluarga Mustafa mengaku belum mendapat jenazahnya untuk dimakamkan. Bahkan tidak ada makam yang bisa mereka kunjung.</content:encoded></item></channel></rss>
