<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Dukung Sektor Perbankan Hadapi Perubahan Iklim</title><description>Kerja sama ini memberi dukungan kebijakan bagi perbankan untuk mencapai target Nol Emisi Karbon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim"/><item><title>Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Dukung Sektor Perbankan Hadapi Perubahan Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 19:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim-vbMSjXERzn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kedutaan Besar Australia Jakarta.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/18/2978951/indonesia-dan-australia-jalin-kerja-sama-dukung-sektor-perbankan-hadapi-perubahan-iklim-vbMSjXERzn.jpg</image><title>Foto: Kedutaan Besar Australia Jakarta.</title></images><description>JAKARTA - Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Steve Scott, mengucapkan selamat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pencapaian penting dengan diluncurkannya Climate Risk Management and Scenario Analysis Guidelines for Banking Sector yang pertama di Jakarta pada Senin, (4/3/2024).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Menko Airlangga: Pentingnya Kerjasama Indonesia-Australia sebagai Pemain Utama Baterai dan Mineral&amp;nbsp;

Panduan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kebijakan bagi bank dan komitmen mereka terhadap target Nol Emisi Karbon Indonesia dengan memberikan panduan teknis untuk mengukur pengaruh iklim terhadap risiko kredit dan operasional bank.
&quot;Australia dan Indonesia berada pada jalur yang sama dalam mencapai nol emisi karbon. Kita menghadapi tantangan yang sama dalam mengatasi dampak perubahan iklim, tapi juga peluang yang sama, terutama dalam transisi menuju energi bersih,&quot; kata Scott sebagaimana dikutip dari keterangan media Kedutaan Besar Australia.

BACA JUGA:
Indonesia-Australia Kerja Sama Tingkatkan Keselamatan Maritim dan Inspeksi Kapal

&quot;Kedua negara kita saat ini sedang menangani permasalahan dimana pertimbangan perubahan iklim masih merupakan hal yang baru bagi pemerintah dan industri. Untuk itu, Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dan berbagi pengetahuan di berbagai bidang yang berkaitan dengan iklim dan energi. Australia berkomitmen untuk mendukung fokus Indonesia pada ketahanan sektor perbankan terhadap iklim.&quot;
Australia dan Indonesia, melalui Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera) dan OJK, akan bekerja sama untuk memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan Climate Risk Stress Test Framework. Kerja sama ini akan dilakukan bersama dengan Australian Treasury, Australian Prudential Regulation Authority, Reserve Bank of Australia, dan Australian Securities and Investments Commission.
Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan investasi melalui saran dalam hal kebijakan dan peraturan untuk memfasilitasi transisi energi, memajukan kesetaraan dan inklusi gender, serta mempercepat peluang pendanaan iklim</description><content:encoded>JAKARTA - Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Steve Scott, mengucapkan selamat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pencapaian penting dengan diluncurkannya Climate Risk Management and Scenario Analysis Guidelines for Banking Sector yang pertama di Jakarta pada Senin, (4/3/2024).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Menko Airlangga: Pentingnya Kerjasama Indonesia-Australia sebagai Pemain Utama Baterai dan Mineral&amp;nbsp;

Panduan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kebijakan bagi bank dan komitmen mereka terhadap target Nol Emisi Karbon Indonesia dengan memberikan panduan teknis untuk mengukur pengaruh iklim terhadap risiko kredit dan operasional bank.
&quot;Australia dan Indonesia berada pada jalur yang sama dalam mencapai nol emisi karbon. Kita menghadapi tantangan yang sama dalam mengatasi dampak perubahan iklim, tapi juga peluang yang sama, terutama dalam transisi menuju energi bersih,&quot; kata Scott sebagaimana dikutip dari keterangan media Kedutaan Besar Australia.

BACA JUGA:
Indonesia-Australia Kerja Sama Tingkatkan Keselamatan Maritim dan Inspeksi Kapal

&quot;Kedua negara kita saat ini sedang menangani permasalahan dimana pertimbangan perubahan iklim masih merupakan hal yang baru bagi pemerintah dan industri. Untuk itu, Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dan berbagi pengetahuan di berbagai bidang yang berkaitan dengan iklim dan energi. Australia berkomitmen untuk mendukung fokus Indonesia pada ketahanan sektor perbankan terhadap iklim.&quot;
Australia dan Indonesia, melalui Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera) dan OJK, akan bekerja sama untuk memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan Climate Risk Stress Test Framework. Kerja sama ini akan dilakukan bersama dengan Australian Treasury, Australian Prudential Regulation Authority, Reserve Bank of Australia, dan Australian Securities and Investments Commission.
Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan investasi melalui saran dalam hal kebijakan dan peraturan untuk memfasilitasi transisi energi, memajukan kesetaraan dan inklusi gender, serta mempercepat peluang pendanaan iklim</content:encoded></item></channel></rss>
