<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Dipicu Pelecehan, 2 Kelompok WNA Baku Hantam di Jalanan Bali</title><description>Sementara aparat keamanan mengaku belum menerima laporan terkait insiden perkelahian sesama WNA tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali"/><item><title>Diduga Dipicu Pelecehan, 2 Kelompok WNA Baku Hantam di Jalanan Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 17:07 WIB</pubDate><dc:creator> I Gusti Bagus Alit Sidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali-JoXi65drpo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral WNA baku hantam di Bali (Foto: Tangkapan layar/I Gusti Bagus Alit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/244/2978863/diduga-dipicu-pelecehan-2-kelompok-wna-baku-hantam-di-jalanan-bali-JoXi65drpo.jpg</image><title>Viral WNA baku hantam di Bali (Foto: Tangkapan layar/I Gusti Bagus Alit)</title></images><description>BADUNG - Diduga dipicu motif pelecehan, dua kelompok warga negara asing (WNA) tertangkap kamera amatir berkelahi di depan salah satu minimarket di Jalan Raya Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali.
Setelah di-upload, video tersebut seketika viral di media sosial. Sementara aparat keamanan mengaku belum menerima laporan terkait insiden perkelahian sesama WNA tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi sekitar satu menit memperlihatkan dua kelompok WNA terlibat perkelahian di depan salah satu minimarket di Jalan Raya Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali.

BACA JUGA:
Waspada! Nama Gubernur Dicatut untuk Bantuan Hibah Masjid

Setelah saling adu jotos di depan minimarket, dua kelompok WNA yang belum diketahui identitasnya, kemudian saling kejar-kejaran dan terlihat saling lempar kursi di tengah jalan raya.
Pada video amatir juga terlihat, kelompok WNA yang tidak menggunakan baju terus dikejar oleh WNA yang mengenakan baju. Sejumlah warga pun berusaha melerai, namun salah satu kelompok WNA masih tetap melakukan pengejaran.
Agar perkelahian tidak berlanjut, warga setempat pun berteriak mengingatkan para WNA agar mengakhiri keributan tersebut. Terkait kembali viralnya video WNA yang berulah di wilayah Kabupaten Badung, Bali, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Wayan Adi Arnawa mengaku sangat menayangkan masih adanya wisatawan yang berulah dengan adu jotos maupun main hakim sendiri.

BACA JUGA:
Hasil Quick Count Pileg 2024 Charta Politika: PSI Tak Lolos ke Parlemen!

Meski, pemerintah daerah sudah berupaya menempuh berbagai cara, salah satunya dengan menerbitkan edaran terkait hal-hal yang diwajibkan dan dilarang atau do's and don'ts bagi wisatawan asing saat berkunjung ke Bali, nyatanya masih saja ada oknum turis yang nekat melanggar.Wayan Adi Arnawa meminta agar ada tindakan tegas dari penegak hukum, termasuk melakukan deportasi agar bisa memberi efek jera.
Sementara salah satu sumber mengungkapkan insiden tersebut berawal dari pelecehan yang menimpa salah seorang WNA asal Australia saat berkunjung ke salah satu tempat hiburan malam di Jalan Petitenget.
Pelecehan dilakukan oleh WNA yang tidak dikenal. Akibat menerima pelecehan, sempat terjadi adu mulut dan membuat WNA Australia memilih kembali ke vilanya.

BACA JUGA:
Teroris KKB yang Rampas Senpi Personel Pospol KP3 Polres Puncak Ditangkap

Dalam perjalanan pulang, ternyata mereka kembali bertemu dengan WNA yang diduga melakukan pelecehan di dalam night club. WNA yang tidak dikenal itu tiba-tiba mengumpat kasar, akibatnya saling pukul menggunakan tangan kosong hingga botol bir pun tidak terelakkan.
Akibat perkelahian itu, korban Peter Noel mengalami luka robek di bagian kepala bagian depan, leher bagian belakang, telinga, dan luka pada tangan kiri. Sedangkan Isaeah Tex Wilson mengalami luka robek di bagian dada sebelah kanan, leher, lengan kanan kiri, dan luka lecet pada kaki.

BACA JUGA:
Suara PSI Melonjak Nyaris Sentuh Ambang Batas, HNW: Tinggal Buka Saja di Pansus Hak Angket

Kedua WNA yang mengalami luka-luka itu tidak ingin melaporkan atau melanjutkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena ingin memilih fokus melakukan perawatan luka yang diderita.
Sedangkan aparat kepolisian Polsek Kuta Utara, Badung hingga kini belum bisa dihubungi.</description><content:encoded>BADUNG - Diduga dipicu motif pelecehan, dua kelompok warga negara asing (WNA) tertangkap kamera amatir berkelahi di depan salah satu minimarket di Jalan Raya Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali.
Setelah di-upload, video tersebut seketika viral di media sosial. Sementara aparat keamanan mengaku belum menerima laporan terkait insiden perkelahian sesama WNA tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi sekitar satu menit memperlihatkan dua kelompok WNA terlibat perkelahian di depan salah satu minimarket di Jalan Raya Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali.

BACA JUGA:
Waspada! Nama Gubernur Dicatut untuk Bantuan Hibah Masjid

Setelah saling adu jotos di depan minimarket, dua kelompok WNA yang belum diketahui identitasnya, kemudian saling kejar-kejaran dan terlihat saling lempar kursi di tengah jalan raya.
Pada video amatir juga terlihat, kelompok WNA yang tidak menggunakan baju terus dikejar oleh WNA yang mengenakan baju. Sejumlah warga pun berusaha melerai, namun salah satu kelompok WNA masih tetap melakukan pengejaran.
Agar perkelahian tidak berlanjut, warga setempat pun berteriak mengingatkan para WNA agar mengakhiri keributan tersebut. Terkait kembali viralnya video WNA yang berulah di wilayah Kabupaten Badung, Bali, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Wayan Adi Arnawa mengaku sangat menayangkan masih adanya wisatawan yang berulah dengan adu jotos maupun main hakim sendiri.

BACA JUGA:
Hasil Quick Count Pileg 2024 Charta Politika: PSI Tak Lolos ke Parlemen!

Meski, pemerintah daerah sudah berupaya menempuh berbagai cara, salah satunya dengan menerbitkan edaran terkait hal-hal yang diwajibkan dan dilarang atau do's and don'ts bagi wisatawan asing saat berkunjung ke Bali, nyatanya masih saja ada oknum turis yang nekat melanggar.Wayan Adi Arnawa meminta agar ada tindakan tegas dari penegak hukum, termasuk melakukan deportasi agar bisa memberi efek jera.
Sementara salah satu sumber mengungkapkan insiden tersebut berawal dari pelecehan yang menimpa salah seorang WNA asal Australia saat berkunjung ke salah satu tempat hiburan malam di Jalan Petitenget.
Pelecehan dilakukan oleh WNA yang tidak dikenal. Akibat menerima pelecehan, sempat terjadi adu mulut dan membuat WNA Australia memilih kembali ke vilanya.

BACA JUGA:
Teroris KKB yang Rampas Senpi Personel Pospol KP3 Polres Puncak Ditangkap

Dalam perjalanan pulang, ternyata mereka kembali bertemu dengan WNA yang diduga melakukan pelecehan di dalam night club. WNA yang tidak dikenal itu tiba-tiba mengumpat kasar, akibatnya saling pukul menggunakan tangan kosong hingga botol bir pun tidak terelakkan.
Akibat perkelahian itu, korban Peter Noel mengalami luka robek di bagian kepala bagian depan, leher bagian belakang, telinga, dan luka pada tangan kiri. Sedangkan Isaeah Tex Wilson mengalami luka robek di bagian dada sebelah kanan, leher, lengan kanan kiri, dan luka lecet pada kaki.

BACA JUGA:
Suara PSI Melonjak Nyaris Sentuh Ambang Batas, HNW: Tinggal Buka Saja di Pansus Hak Angket

Kedua WNA yang mengalami luka-luka itu tidak ingin melaporkan atau melanjutkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena ingin memilih fokus melakukan perawatan luka yang diderita.
Sedangkan aparat kepolisian Polsek Kuta Utara, Badung hingga kini belum bisa dihubungi.</content:encoded></item></channel></rss>
