<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Waspada, Kolaka Utara Bertatus Tanggap Darurat Bencana hingga 26 Februari</title><description>Andi Faisal juga mengingatkan jika potensi bencana bisa terjadi di wilayah lain di Kolut mulai dari banjir, longsor hingga angin putih beliung.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari"/><item><title>   Waspada, Kolaka Utara Bertatus Tanggap Darurat Bencana hingga 26 Februari</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muh Rusli</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari-65RUN6xYPQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada bencana alam di Kolaka Utara (Foto: dok istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/340/2978823/waspada-kolaka-utara-bertatus-tanggap-darurat-bencana-hingga-26-februari-65RUN6xYPQ.jpg</image><title>Waspada bencana alam di Kolaka Utara (Foto: dok istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5Ny81L3g4dHQxamk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOLAKA UTARA - Masyarakat Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) diimbau tetap waspada bencana alam yang berpotensi terjadi pada Maret 2024 ini.
Bagi wilayah yang telah terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memperpanjangan status tanggap darurat penanganan khususnya banjir hingga 26 Februari mendatang.
Kepala BPBD Kolut, Andi Faisal menjelaskan bahwa perpanjangan siaga status tanggap penanganan darurat berlaku khusus di Desa Watuliwu dan Batuganda, Kecamatan Lasusua. Keduanya telah diterpa banjir luapan sungai dan masih bertatus rawan karena beberapa desa berada dalam kawasan lembah.

BACA JUGA:
Diterjang Banjir, Tiga Desa di Muarojambi Terancam Terisolir&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Telah ditetapkan pasca terdampak banjir luapan sungai sejak 13 Februari lalu dan kembali diperpanjang karena masih bertatus waspada. Kawasan ini juga rawan longsor dan semoga tidak terjadi,&quot; ujarnya, Senin (4/3/2024).
Perpanjangan siaga tanggap darurat berdasarkan SK Nomor 300.21/ 51 Tahun 2024 yang diteken Pj Bupati Kolut, Sukanto Toding. Di lembaran tersebut dikatakan banjir yang melanda wilayah setempat masih berlangsung proses penanganan yang sifatnya cepat setelah menimbulkan kerusakan hunian masyarakat dan sarana umum.

BACA JUGA:
Pintu Air Pasar Ikan Status Siaga, BPBD Ingatkan 9 Wilayah Berpotensi Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tidak hanya di Batuganda dan Watuliu, upaya normalisasi sungai dalam lingkar ibukota juga sementara berlangsung. Andi Faisal juga mengingatkan jika potensi bencana bisa terjadi di wilayah lain di Kolut mulai dari banjir, longsor hingga angin putih beliung.&quot;Semua wilayah potensi hingga pemerintah kecamatan serta desa rutin kami himbau untuk mengingatkan warganya baik yang bermukim di pesisir hingga yang di kawasan pengunungan,&quot; tutupnya.

Untuk diketahui, Desa Watuliu sebelnya dilanda banjir luapan sungai pada Februari lalu yang mengakibatkan 5 unit rumah rusak berat serta masing-masing 30 unit rusak sedang dan ringan. Tidak ada korban jiwa.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5Ny81L3g4dHQxamk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOLAKA UTARA - Masyarakat Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) diimbau tetap waspada bencana alam yang berpotensi terjadi pada Maret 2024 ini.
Bagi wilayah yang telah terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memperpanjangan status tanggap darurat penanganan khususnya banjir hingga 26 Februari mendatang.
Kepala BPBD Kolut, Andi Faisal menjelaskan bahwa perpanjangan siaga status tanggap penanganan darurat berlaku khusus di Desa Watuliwu dan Batuganda, Kecamatan Lasusua. Keduanya telah diterpa banjir luapan sungai dan masih bertatus rawan karena beberapa desa berada dalam kawasan lembah.

BACA JUGA:
Diterjang Banjir, Tiga Desa di Muarojambi Terancam Terisolir&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Telah ditetapkan pasca terdampak banjir luapan sungai sejak 13 Februari lalu dan kembali diperpanjang karena masih bertatus waspada. Kawasan ini juga rawan longsor dan semoga tidak terjadi,&quot; ujarnya, Senin (4/3/2024).
Perpanjangan siaga tanggap darurat berdasarkan SK Nomor 300.21/ 51 Tahun 2024 yang diteken Pj Bupati Kolut, Sukanto Toding. Di lembaran tersebut dikatakan banjir yang melanda wilayah setempat masih berlangsung proses penanganan yang sifatnya cepat setelah menimbulkan kerusakan hunian masyarakat dan sarana umum.

BACA JUGA:
Pintu Air Pasar Ikan Status Siaga, BPBD Ingatkan 9 Wilayah Berpotensi Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tidak hanya di Batuganda dan Watuliu, upaya normalisasi sungai dalam lingkar ibukota juga sementara berlangsung. Andi Faisal juga mengingatkan jika potensi bencana bisa terjadi di wilayah lain di Kolut mulai dari banjir, longsor hingga angin putih beliung.&quot;Semua wilayah potensi hingga pemerintah kecamatan serta desa rutin kami himbau untuk mengingatkan warganya baik yang bermukim di pesisir hingga yang di kawasan pengunungan,&quot; tutupnya.

Untuk diketahui, Desa Watuliu sebelnya dilanda banjir luapan sungai pada Februari lalu yang mengakibatkan 5 unit rumah rusak berat serta masing-masing 30 unit rusak sedang dan ringan. Tidak ada korban jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
