<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Cabai Hanyut Terbawa Arus Sungai, Ditemukan Meninggal 3 Hari Kemudian</title><description>Nyamat (60) warga Kabupaten Boyolali, pada Senin (4/3/2024) pagi, atau tiga hari setelah korban dinyatakan hilang terseret arus sungai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian"/><item><title>Petani Cabai Hanyut Terbawa Arus Sungai, Ditemukan Meninggal 3 Hari Kemudian</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian-QH9d8MWQGz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani cabai terseret arus sungai dan ditemukan meninggal dunia tiga hari kemudian (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/512/2978696/petani-cabai-hanyut-terbawa-arus-sungai-ditemukan-meninggal-3-hari-kemudian-QH9d8MWQGz.jpg</image><title>Petani cabai terseret arus sungai dan ditemukan meninggal dunia tiga hari kemudian (Foto : MPI)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang menyebut tim SAR gabungan telah berhasil menemukan Nyamat (60) warga Kabupaten Boyolali, pada Senin (4/3/2024) pagi, atau tiga hari setelah korban dinyatakan hilang terseret arus sungai.
Di mana korban pada, Jumat 1 Maret 2024, sore dilaporkan hilang terseret arus Sungai Braholo, Dukuh Kedunguter, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA:
5 Remaja di Pringsewu Hanyut saat Mandi di Sungai, 4 Selamat 1 Masih Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Korban ditemukan sekira pukul 07.30 WIB, mengambang di pinggir Sungai Braholo (Boyolali) dalam keadaan meninggal dunia,&amp;rdquo; ungkap Kepala Basarnas Semarang Budiono pada keterangannya, Senin pagi.
Korban diketahui merupakan warga Kedunguter RT01/RW02, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Waras Wiris Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA:
Warga Pesaman Meninggal dengan Tangan dan Kakinya Hilang, Diduga Dimakan Buaya

Budiono menyebut kejadian bermula pada Jumat sore sekira pukul 15.30 WIB, korban bersama istri bernama Rubiyem dan Narimo sedang berada di sawah di sisi utara Sungai Braholo, Boyolali, untuk menanam cabai.
Sekitar jam 16.00 WIB korban hendak pulang karena terlihat mendung di langit sebelah barat. Korban lantas menyuruh sang istri untuk pulang jalan kaki melintas di jalur darat sedangkan korban menyeberang sungai dari arah utara sungai ke selatan sungai untuk mengambil motor yang terparkir.Saat kejadian sungai dalam keadaan banjir namun masih kecil, sekira pukul 16.30 WIB, istri korban sudah sampai di rumah namun suaminya belum juga sampai rumah.
Setelah ditunggu sampai beberapa jam belum juga sampai rumah, Rubiyem kemudian menginformasikan kepada warga sekitar yang kemudian warga menuju TKP.
&amp;ldquo;Di sana terlihat motor korban masih terparkir di sebelah selatan sungai, namun korban tak terlihat sedangkan sungai sudah dalam keadaan banjir, diduga korban terbawa arus hingga hanyut dan hilang,&amp;rdquo; tandas Budiono.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang menyebut tim SAR gabungan telah berhasil menemukan Nyamat (60) warga Kabupaten Boyolali, pada Senin (4/3/2024) pagi, atau tiga hari setelah korban dinyatakan hilang terseret arus sungai.
Di mana korban pada, Jumat 1 Maret 2024, sore dilaporkan hilang terseret arus Sungai Braholo, Dukuh Kedunguter, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA:
5 Remaja di Pringsewu Hanyut saat Mandi di Sungai, 4 Selamat 1 Masih Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Korban ditemukan sekira pukul 07.30 WIB, mengambang di pinggir Sungai Braholo (Boyolali) dalam keadaan meninggal dunia,&amp;rdquo; ungkap Kepala Basarnas Semarang Budiono pada keterangannya, Senin pagi.
Korban diketahui merupakan warga Kedunguter RT01/RW02, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Waras Wiris Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA:
Warga Pesaman Meninggal dengan Tangan dan Kakinya Hilang, Diduga Dimakan Buaya

Budiono menyebut kejadian bermula pada Jumat sore sekira pukul 15.30 WIB, korban bersama istri bernama Rubiyem dan Narimo sedang berada di sawah di sisi utara Sungai Braholo, Boyolali, untuk menanam cabai.
Sekitar jam 16.00 WIB korban hendak pulang karena terlihat mendung di langit sebelah barat. Korban lantas menyuruh sang istri untuk pulang jalan kaki melintas di jalur darat sedangkan korban menyeberang sungai dari arah utara sungai ke selatan sungai untuk mengambil motor yang terparkir.Saat kejadian sungai dalam keadaan banjir namun masih kecil, sekira pukul 16.30 WIB, istri korban sudah sampai di rumah namun suaminya belum juga sampai rumah.
Setelah ditunggu sampai beberapa jam belum juga sampai rumah, Rubiyem kemudian menginformasikan kepada warga sekitar yang kemudian warga menuju TKP.
&amp;ldquo;Di sana terlihat motor korban masih terparkir di sebelah selatan sungai, namun korban tak terlihat sedangkan sungai sudah dalam keadaan banjir, diduga korban terbawa arus hingga hanyut dan hilang,&amp;rdquo; tandas Budiono.</content:encoded></item></channel></rss>
