<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Janggal Suara PSI Melonjak, Syahroni: Ada Apakah Gerangan?   </title><description>Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi perbincangan publik saat ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan"/><item><title>Janggal Suara PSI Melonjak, Syahroni: Ada Apakah Gerangan?   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan</guid><pubDate>Selasa 05 Maret 2024 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan-zF73ALUCSJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Syahroni (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/337/2979280/janggal-suara-psi-melonjak-syahroni-ada-apakah-gerangan-zF73ALUCSJ.jpg</image><title>Ahmad Syahroni (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3NzkxNi81L3g4dHU5cGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi perbincangan publik saat ini. Pasalnya, perolehan suara PSI di Sirekap KPU dan lembaga survei berbeda.
Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyatakan hal tersebut janggal. Menurutnya, lembaga survei mempunyai kapabilitas karena menggunakan metode ilmiah.
&quot;Nah sekarang ini berbeda, kenapa tiba-tiba naik? Nah itu yang menjadi pertanyaan, lembaga survei yang punya kapabilitas kuat tiba-tiba berubah kan tiba-tiba publik akan bertanya. Ini quick count sebenarnya salah itungan ilmiahnya atau memang salah input? Itu yang gua pertanyain kemarin,&quot; kata Sahroni saat ditemui seusai menjadi saksi dalam sidang dugaan pencemaran nama baik dirinya di Pengadil Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024).

BACA JUGA:
DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu 2024

Menurutnya, dalam dinamika Pemilu lima tahunan itu jika terjadi naik turun perolehan suara partai dalam perhitungan merupakan hal yang wajar.
Namun, hal yang aneh jika hanya satu partai yang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan tersebut secara drastis.

BACA JUGA:
Partai Perindo: Hak Angket Harus Digulirkan karena Kecurangan Pemilu 2024 Luar Biasa

&quot;Kalau pun mau naik, kenapa hanya salah satu partai? Nah dinamika politik per lima tahun itu di level lapangan ada tuh naik turun salah input angka, itu normal,&quot; ujarnya.
&quot;Kalau naiknya signifikan itu jadi pertanyaan. Ada apakah gerangan?,&quot; sambungnya.Sekedar informasi, raihan suara PSI terpotret melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, raihan suata itu mendekati ambang batas parlemen yakni sebesar 4%

Dari data real count KPU yang dipublikasikan di Sirejao pada laman laman pemilu2024.kpu.go.id, PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Data itu diolah dari rekapitulasi suara di 530.776 TPS pada Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB.

Suara itu terus melonjak hingga Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB. Dari hasil real count terhadap 541.260 TPS pukul 13.00 WIB, PSI mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3NzkxNi81L3g4dHU5cGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi perbincangan publik saat ini. Pasalnya, perolehan suara PSI di Sirekap KPU dan lembaga survei berbeda.
Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyatakan hal tersebut janggal. Menurutnya, lembaga survei mempunyai kapabilitas karena menggunakan metode ilmiah.
&quot;Nah sekarang ini berbeda, kenapa tiba-tiba naik? Nah itu yang menjadi pertanyaan, lembaga survei yang punya kapabilitas kuat tiba-tiba berubah kan tiba-tiba publik akan bertanya. Ini quick count sebenarnya salah itungan ilmiahnya atau memang salah input? Itu yang gua pertanyain kemarin,&quot; kata Sahroni saat ditemui seusai menjadi saksi dalam sidang dugaan pencemaran nama baik dirinya di Pengadil Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024).

BACA JUGA:
DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu 2024

Menurutnya, dalam dinamika Pemilu lima tahunan itu jika terjadi naik turun perolehan suara partai dalam perhitungan merupakan hal yang wajar.
Namun, hal yang aneh jika hanya satu partai yang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan tersebut secara drastis.

BACA JUGA:
Partai Perindo: Hak Angket Harus Digulirkan karena Kecurangan Pemilu 2024 Luar Biasa

&quot;Kalau pun mau naik, kenapa hanya salah satu partai? Nah dinamika politik per lima tahun itu di level lapangan ada tuh naik turun salah input angka, itu normal,&quot; ujarnya.
&quot;Kalau naiknya signifikan itu jadi pertanyaan. Ada apakah gerangan?,&quot; sambungnya.Sekedar informasi, raihan suara PSI terpotret melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, raihan suata itu mendekati ambang batas parlemen yakni sebesar 4%

Dari data real count KPU yang dipublikasikan di Sirejao pada laman laman pemilu2024.kpu.go.id, PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Data itu diolah dari rekapitulasi suara di 530.776 TPS pada Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB.

Suara itu terus melonjak hingga Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB. Dari hasil real count terhadap 541.260 TPS pukul 13.00 WIB, PSI mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen.





</content:encoded></item></channel></rss>
