<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Islah Bahrawi: Hak Angket Merupakan Kanal Demokrasi, Harus Dihargai</title><description>Islah Bahrawi menegaskan hak angket merupakan kanal demokrasi yang harus dihargai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai"/><item><title>      Islah Bahrawi: Hak Angket Merupakan Kanal Demokrasi, Harus Dihargai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai</guid><pubDate>Selasa 05 Maret 2024 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai-wzuYtStAe7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Isla Bahrawi (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/337/2979474/islah-bahrawi-hak-angket-merupakan-kanal-demokrasi-harus-dihargai-wzuYtStAe7.jpg</image><title>Isla Bahrawi (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS8xLzE3Nzk0NS81L3g4dHZoeHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Timses Ganjar-Mahfud, Islah Bahrawi menegaskan hak angket merupakan kanal demokrasi yang harus dihargai. Diketahui, saat ini sejumlah kelompok masyarakat sipil mendorong agar dilakukan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu).
&amp;ldquo;Bukankah ini hak angket ini adalah bagian dari kanal-kanal dalam dunia demokrasi yang harus kita hargai,&amp;rdquo; tegas Islah saat Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Hak Angket dan Simsalabim Suara, bersama Aiman Witjaksono yang disiarkan secara langsung oleh iNews TV, Selasa (27/2/20224) malam.
Islah pun menyinggung salah satu Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad mengatakan yang menolak hak angket dan mengatakan jika ini merupakan hak angkot.

BACA JUGA:
PKS, PKB dan PDIP Kompak Usulkan Hak Angket Pemilu 2024 di Paripurna DPR

&amp;ldquo;Artinya kalau orang yang gerah dengan hak angket, apalagi ada tadi anggota dewan dari Gerindra misalnya ya, yang mengatakan bahwa ini, ini orang-orang yang nggak siap kalah, katanya ini adalah angkot, saya baca ini,&amp;rdquo; katanya.
Lebih lanjut, Islah pun mengatakan jika hak angket ini harus dilaksanakan untuk mengusut kecurangan Pemilu khususnya terkait kecurigaan publik terhadap cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA:
Kalau Hak Angket Pemilu 2024 Tak Dijalankan, Pilkada Bisa Lebih Kacau

&amp;ldquo;Ya saya kira memang betul ya, karena bagaimanapun di dalam APBN itu kan sudah digariskan semua anggaran-anggaran tentang penggunaan Bansos, yang ternyata memang Bansos ini berada di luar koridor yang sudah diputuskan sebelumnya, termasuk anggaran-anggaran yang ditarik dari belakang ke depan dimajukan ke periode hari ini,&amp;rdquo; kata Islah.Bahkan, Islah juga menyinggung Presiden Amerika Serikat Richard Nixon, yang oleh para aktivis disebut pork barrel atau gentong babi. &amp;ldquo;Ini kan seolah-olah memang ini dibuat untuk satu konsumsi Pemilu untuk berusaha meraih elektoral yang sebesar-besarnya dengan menggunakan kalau istilahnya para aktivis kemarin-kemarin itu ada istilah pork barrel.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Udah biasa dan selalu mengundang pertanyaan dari berbagai praktisi-praktisi demokrasi di seluruh dunia termasuk di Amerika, jaman Nixon juga ada pork barrel, itu dimana tuduhan Nixon adalah menggunakan anggaran-anggaran sosial untuk berusaha menggunakan daya pikat elektoral dengan menggunakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu. Dan ini juga sepertinya dilakukan oleh Pak Jokowi, Saya tidak tahu,&amp;rdquo; pungkasnya.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS8xLzE3Nzk0NS81L3g4dHZoeHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Timses Ganjar-Mahfud, Islah Bahrawi menegaskan hak angket merupakan kanal demokrasi yang harus dihargai. Diketahui, saat ini sejumlah kelompok masyarakat sipil mendorong agar dilakukan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu).
&amp;ldquo;Bukankah ini hak angket ini adalah bagian dari kanal-kanal dalam dunia demokrasi yang harus kita hargai,&amp;rdquo; tegas Islah saat Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Hak Angket dan Simsalabim Suara, bersama Aiman Witjaksono yang disiarkan secara langsung oleh iNews TV, Selasa (27/2/20224) malam.
Islah pun menyinggung salah satu Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad mengatakan yang menolak hak angket dan mengatakan jika ini merupakan hak angkot.

BACA JUGA:
PKS, PKB dan PDIP Kompak Usulkan Hak Angket Pemilu 2024 di Paripurna DPR

&amp;ldquo;Artinya kalau orang yang gerah dengan hak angket, apalagi ada tadi anggota dewan dari Gerindra misalnya ya, yang mengatakan bahwa ini, ini orang-orang yang nggak siap kalah, katanya ini adalah angkot, saya baca ini,&amp;rdquo; katanya.
Lebih lanjut, Islah pun mengatakan jika hak angket ini harus dilaksanakan untuk mengusut kecurangan Pemilu khususnya terkait kecurigaan publik terhadap cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA:
Kalau Hak Angket Pemilu 2024 Tak Dijalankan, Pilkada Bisa Lebih Kacau

&amp;ldquo;Ya saya kira memang betul ya, karena bagaimanapun di dalam APBN itu kan sudah digariskan semua anggaran-anggaran tentang penggunaan Bansos, yang ternyata memang Bansos ini berada di luar koridor yang sudah diputuskan sebelumnya, termasuk anggaran-anggaran yang ditarik dari belakang ke depan dimajukan ke periode hari ini,&amp;rdquo; kata Islah.Bahkan, Islah juga menyinggung Presiden Amerika Serikat Richard Nixon, yang oleh para aktivis disebut pork barrel atau gentong babi. &amp;ldquo;Ini kan seolah-olah memang ini dibuat untuk satu konsumsi Pemilu untuk berusaha meraih elektoral yang sebesar-besarnya dengan menggunakan kalau istilahnya para aktivis kemarin-kemarin itu ada istilah pork barrel.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Udah biasa dan selalu mengundang pertanyaan dari berbagai praktisi-praktisi demokrasi di seluruh dunia termasuk di Amerika, jaman Nixon juga ada pork barrel, itu dimana tuduhan Nixon adalah menggunakan anggaran-anggaran sosial untuk berusaha menggunakan daya pikat elektoral dengan menggunakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu. Dan ini juga sepertinya dilakukan oleh Pak Jokowi, Saya tidak tahu,&amp;rdquo; pungkasnya.







</content:encoded></item></channel></rss>
