<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual, Rektor Nonaktif UP Dicecar 32 Pertanyaan   </title><description>Rektor nonaktif Universitas Pancasila, Edie Toet Hendrato (ETH), dicecar sebanyak 32 pertanyaan oleh penyidik&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan"/><item><title> Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual, Rektor Nonaktif UP Dicecar 32 Pertanyaan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan</guid><pubDate>Selasa 05 Maret 2024 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan-WI5oWEKhxF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rektor Nonaktif UP usai diperiksa penyidik (foto: MPI/Ravie)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/338/2979253/jalani-pemeriksaan-kasus-pelecehan-seksual-rektor-nonaktif-up-dicecar-32-pertanyaan-WI5oWEKhxF.jpg</image><title>Rektor Nonaktif UP usai diperiksa penyidik (foto: MPI/Ravie)</title></images><description>

JAKARTA - Rektor nonaktif Universitas Pancasila, Edie Toet Hendrato (ETH), dicecar sebanyak 32 pertanyaan oleh penyidik saat menjalani pemeriksaan kasus dugaan pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Selasa (5/3/2024).

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum ETH, Faizal Hafied. Dalam kesempatan itu, pihak terlapor juga membawa bukti untuk membantah tudingan pelapor.

&quot;Hari ini kami sudah menghadiri undangan klarifikasi, tadi sekitar 3 jam. Ada 32 pertanyaan tadi kami juga membawa bukti-bukti kuat dan sudah kita sampaikan ke penyidik,&quot; ujar Faizal Hafied di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.,

BACA JUGA:
Rektor UP Bawa Bukti Bantahan Pelecehan Seksual ke Polda Metro, Berharap Nama Baiknya Dipulihkan

Faizal berharap sikap kooperatif kliennya bisa membuat perkara ini menemui titik terang.
&quot;Mudah-mudahan kehadiran kami hari ini membuat clear biduk perkara tersebut dan mudah-mudahan memulihkan nama baik klien kami yang merupakan rektor berprestasi,&quot; kata dia.

Kendati demikian, Faizal enggan membeberkan bukti yang diserahkan pihaknya ke penyidik hari ini.

&quot;Bukti nggak bisa kami sampaikan tapi bisa membuat perkara ini semakin terang. Tadi sudah kami sampaikan juga sangat lengkap buktinya nanti kita sampaikan di lain waktu,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Hari Ini, Rektor UP Nonaktif Bakal Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
</description><content:encoded>

JAKARTA - Rektor nonaktif Universitas Pancasila, Edie Toet Hendrato (ETH), dicecar sebanyak 32 pertanyaan oleh penyidik saat menjalani pemeriksaan kasus dugaan pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Selasa (5/3/2024).

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum ETH, Faizal Hafied. Dalam kesempatan itu, pihak terlapor juga membawa bukti untuk membantah tudingan pelapor.

&quot;Hari ini kami sudah menghadiri undangan klarifikasi, tadi sekitar 3 jam. Ada 32 pertanyaan tadi kami juga membawa bukti-bukti kuat dan sudah kita sampaikan ke penyidik,&quot; ujar Faizal Hafied di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.,

BACA JUGA:
Rektor UP Bawa Bukti Bantahan Pelecehan Seksual ke Polda Metro, Berharap Nama Baiknya Dipulihkan

Faizal berharap sikap kooperatif kliennya bisa membuat perkara ini menemui titik terang.
&quot;Mudah-mudahan kehadiran kami hari ini membuat clear biduk perkara tersebut dan mudah-mudahan memulihkan nama baik klien kami yang merupakan rektor berprestasi,&quot; kata dia.

Kendati demikian, Faizal enggan membeberkan bukti yang diserahkan pihaknya ke penyidik hari ini.

&quot;Bukti nggak bisa kami sampaikan tapi bisa membuat perkara ini semakin terang. Tadi sudah kami sampaikan juga sangat lengkap buktinya nanti kita sampaikan di lain waktu,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Hari Ini, Rektor UP Nonaktif Bakal Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
</content:encoded></item></channel></rss>
