<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persiapan Ramadhan di Israel Batal karena Netanyahu Diduga Menderita Flu</title><description>Melansir The New Arab, pembatalan ini dilakukan karena Netanyahu tengah sakit flu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu"/><item><title>Persiapan Ramadhan di Israel Batal karena Netanyahu Diduga Menderita Flu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu-E7AmZ0Pjr8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan flu sehingga persiapan Ramadhan di Israel dibatalkan  (Foto: Pool/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/18/2979864/persiapan-ramadhan-di-israel-batal-karena-netanyahu-diduga-menderita-flu-E7AmZ0Pjr8.jpg</image><title>PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan flu sehingga persiapan Ramadhan di Israel dibatalkan  (Foto: Pool/AFP)</title></images><description>
ISRAEL - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membatalkan sesi persiapan Ramadhan yang dijadwalkan Senin (04/03/2024).

Melansir The New Arab, pembatalan ini dilakukan karena Netanyahu tengah sakit flu. Tidak hanya absen pada persiapan Ramadhan, ia juga tidak hadir dalam dua pertemuan tambahan pada Minggu (3/3/2024) dan Senin (4/4/2024).

Hal ini terjadi setelah Media Israel melaporkan pada pekan lalu, bahwa Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, tidak diizinkan untuk mencegah warga Palestina untuk solat di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan.


BACA JUGA:
Israel Izinkan Jamaah Muslim Masuk Masjid Al-Aqsa pada Awal Ramadhan Sama Seperti Tahun Sebelumnya

Berdasarkan laporan Channel 12 Israel, kabinet perang termasuk Netanyahu menetapkan mereka akan menjadi satu-satunya otoritas dalam kebijakan mengenai tempat suci umat Muslim.


BACA JUGA:
Profil Amihai Eliyahu, Sosok Menteri Israel yang Minta Bulan Ramadhan Dihapus dan Gaza Dibom Nuklir

Tidak hanya itu, penyiar mengatakan bahwa polisi bertanggung jawab utnuk menentukan batasan umat Muslim yang diperbolehkan masuk ke tempat suci, dengan pertimbangan keamanan saja.

Ben-Gvir telah disebut telah memohon kepada polisi untuk mengizinkan beberapa ribu umat Islam mengunjungi situs tersebut selama bulan Ramadhan.
Ben-Gvir mengatakan kepada Kepala Polisi Israel, Kobi Shabtai, bahwa pada Minggu (3/3/2024) perlu adanya pembatasan masuk sehingga pasukan dapat bersiap untuk mengatasi gangguan apapun.



Untuk memperkuat koordinasi antar pihak, Kepala Staf Militer, Herzi Halevi bersama dengan Kepala Dinas intelijen, Shin Bet Ronen Bar, mengadakan penilaian keamanan bersama sebagai bagian dari persiapan Israel untuk Ramadhan.



Namun tentu kekhawatiran warga Palestina terus terkuak, karena pemerintah Israel akan berusaha membatalkan perjanjian yang telah lama mengatur kompleks Masjid Al-Aqsa.



Tidak hanya itu, mereka khawatir jika para pejabat Israel mencoba mengganti masjid dengan kuil Yahudi, atau membagi dua untuk Muslim dan Yahudi, dengan waktu dan ruang yang disediakan untuk beribadah.



Ancaman akan fungsi dan kesucian Masjid Al-Aqsa menjadi masalah besar bagi warga Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Momen Ramadan menjadi periode yang intens, di mana pasukan Israel menyerang jamaah di sana.

</description><content:encoded>
ISRAEL - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membatalkan sesi persiapan Ramadhan yang dijadwalkan Senin (04/03/2024).

Melansir The New Arab, pembatalan ini dilakukan karena Netanyahu tengah sakit flu. Tidak hanya absen pada persiapan Ramadhan, ia juga tidak hadir dalam dua pertemuan tambahan pada Minggu (3/3/2024) dan Senin (4/4/2024).

Hal ini terjadi setelah Media Israel melaporkan pada pekan lalu, bahwa Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, tidak diizinkan untuk mencegah warga Palestina untuk solat di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan.


BACA JUGA:
Israel Izinkan Jamaah Muslim Masuk Masjid Al-Aqsa pada Awal Ramadhan Sama Seperti Tahun Sebelumnya

Berdasarkan laporan Channel 12 Israel, kabinet perang termasuk Netanyahu menetapkan mereka akan menjadi satu-satunya otoritas dalam kebijakan mengenai tempat suci umat Muslim.


BACA JUGA:
Profil Amihai Eliyahu, Sosok Menteri Israel yang Minta Bulan Ramadhan Dihapus dan Gaza Dibom Nuklir

Tidak hanya itu, penyiar mengatakan bahwa polisi bertanggung jawab utnuk menentukan batasan umat Muslim yang diperbolehkan masuk ke tempat suci, dengan pertimbangan keamanan saja.

Ben-Gvir telah disebut telah memohon kepada polisi untuk mengizinkan beberapa ribu umat Islam mengunjungi situs tersebut selama bulan Ramadhan.
Ben-Gvir mengatakan kepada Kepala Polisi Israel, Kobi Shabtai, bahwa pada Minggu (3/3/2024) perlu adanya pembatasan masuk sehingga pasukan dapat bersiap untuk mengatasi gangguan apapun.



Untuk memperkuat koordinasi antar pihak, Kepala Staf Militer, Herzi Halevi bersama dengan Kepala Dinas intelijen, Shin Bet Ronen Bar, mengadakan penilaian keamanan bersama sebagai bagian dari persiapan Israel untuk Ramadhan.



Namun tentu kekhawatiran warga Palestina terus terkuak, karena pemerintah Israel akan berusaha membatalkan perjanjian yang telah lama mengatur kompleks Masjid Al-Aqsa.



Tidak hanya itu, mereka khawatir jika para pejabat Israel mencoba mengganti masjid dengan kuil Yahudi, atau membagi dua untuk Muslim dan Yahudi, dengan waktu dan ruang yang disediakan untuk beribadah.



Ancaman akan fungsi dan kesucian Masjid Al-Aqsa menjadi masalah besar bagi warga Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Momen Ramadan menjadi periode yang intens, di mana pasukan Israel menyerang jamaah di sana.

</content:encoded></item></channel></rss>
