<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digugat ke KIP, KPU Diminta Buka Data Server Sirekap hingga Real Count Pemilu 2024</title><description>KIP mulai menyidangkan gugatan diajukan YAKIN terhadap KPU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024"/><item><title>Digugat ke KIP, KPU Diminta Buka Data Server Sirekap hingga Real Count Pemilu 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024-MmHLzRJE7u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sidang gugatan diajukan YAKIN terhadap KPU di Gedung KIP, Jakarta (Foto: MPI/Raka)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/337/2979671/digugat-ke-kip-kpu-diminta-buka-data-server-sirekap-hingga-real-count-pemilu-2024-MmHLzRJE7u.jpg</image><title>Sidang gugatan diajukan YAKIN terhadap KPU di Gedung KIP, Jakarta (Foto: MPI/Raka)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS8xLzE3Nzk2MC81L3g4dHdoNW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Informasi Pusat (KIP) menyidangkan sengketa informasi yang diajukan Yayasan Advokasi Hak Konstitusional (YAKIN) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sidang berlangsung di Gedung KIP, Jakarta, Selasa 5 Maret 2024.

&quot;Dalam sidang ini soal Keterbukaan Informasi Data Pemilu yang dibahas: dari Real Count hingga server Pemilu,&quot; kata Wakil Ketua KIP Arya Sandhiyudha saat dikonfirmasi, Rabu (6/3/2024).

&quot;Sengketa informasi ini terjadi karena menurut pemohon, KPU tak beri akses informasi publik,&quot; sambungnya.

YAKIN mengajukan dua permohonan kepada KIP. Permohonan pertama terkait akses lebih baik ke data real count Pemilu 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Roy Suryo Sebut Ada Upaya Sengaja Mengubah Website Sirekap

Menurut YAKIN, tantangan saat ini yang dihadapi masyarakat dalam mengakses data pemilihan waktu nyata, khususnya hasil real count yang hanya tersedia melalui antarmuka web berdasarkan Tempat Pemungutan Suara (TPS). YAKIN menekankan ketidakpraktisan pemantauan manual mengingat jumlah TPS yang sangat besar.

Sedangkan permohonan kedua mengenai rincian infrastruktur sistem IT KPU. Berdasarkan penelitian Yakin, berbagai antarmuka web terkait Pemilu 2024, seperti pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id, menuju ke alamat IP yang dihosting oleh server Alibaba Cloud yang berlokasi di Singapura.

Dalam konteks tersebut, YAKIN meminta informasi rinci tentang infrastruktur IT KPU terkait Pemilu 2024, termasuk topologi, rincian server fisik dan cloud, lokasi server, rincian jaringan, dan langkah-langkah keamanan siber seperti CDN, perlindungan DDoS, dll.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Website Sirekap KPU Berubah, Diagram Perolehan Suara Tak Lagi Muncul

Yakin juga mencari informasi tentang layanan Alibaba Cloud yang digunakan, termasuk proses pengadaan dan kontrak antara KPU (atau perwakilannya) dan Alibaba Cloud. Informasi yang sensitif untuk keamanan siber, seperti alamat IP server di belakang CDN, tentu saja dapat dirahasiakan dalam informasi yang diberikan kepada Yakin.

Atas permohonan YAKIN terkait rincian infrastruktur sistem IT dan keikutsertaan Alibaba Cloud tersebut, KIP pun bakal mendalami cara KPU mengelola informasi publik.

&quot;KIP mendalami cara KPU mengelola informasi publik di ppid dan etektivitas pelaksanaan tupoksi PPID KPU,&quot; kata Arya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS8xLzE3Nzk2MC81L3g4dHdoNW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Informasi Pusat (KIP) menyidangkan sengketa informasi yang diajukan Yayasan Advokasi Hak Konstitusional (YAKIN) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sidang berlangsung di Gedung KIP, Jakarta, Selasa 5 Maret 2024.

&quot;Dalam sidang ini soal Keterbukaan Informasi Data Pemilu yang dibahas: dari Real Count hingga server Pemilu,&quot; kata Wakil Ketua KIP Arya Sandhiyudha saat dikonfirmasi, Rabu (6/3/2024).

&quot;Sengketa informasi ini terjadi karena menurut pemohon, KPU tak beri akses informasi publik,&quot; sambungnya.

YAKIN mengajukan dua permohonan kepada KIP. Permohonan pertama terkait akses lebih baik ke data real count Pemilu 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Roy Suryo Sebut Ada Upaya Sengaja Mengubah Website Sirekap

Menurut YAKIN, tantangan saat ini yang dihadapi masyarakat dalam mengakses data pemilihan waktu nyata, khususnya hasil real count yang hanya tersedia melalui antarmuka web berdasarkan Tempat Pemungutan Suara (TPS). YAKIN menekankan ketidakpraktisan pemantauan manual mengingat jumlah TPS yang sangat besar.

Sedangkan permohonan kedua mengenai rincian infrastruktur sistem IT KPU. Berdasarkan penelitian Yakin, berbagai antarmuka web terkait Pemilu 2024, seperti pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id, menuju ke alamat IP yang dihosting oleh server Alibaba Cloud yang berlokasi di Singapura.

Dalam konteks tersebut, YAKIN meminta informasi rinci tentang infrastruktur IT KPU terkait Pemilu 2024, termasuk topologi, rincian server fisik dan cloud, lokasi server, rincian jaringan, dan langkah-langkah keamanan siber seperti CDN, perlindungan DDoS, dll.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Website Sirekap KPU Berubah, Diagram Perolehan Suara Tak Lagi Muncul

Yakin juga mencari informasi tentang layanan Alibaba Cloud yang digunakan, termasuk proses pengadaan dan kontrak antara KPU (atau perwakilannya) dan Alibaba Cloud. Informasi yang sensitif untuk keamanan siber, seperti alamat IP server di belakang CDN, tentu saja dapat dirahasiakan dalam informasi yang diberikan kepada Yakin.

Atas permohonan YAKIN terkait rincian infrastruktur sistem IT dan keikutsertaan Alibaba Cloud tersebut, KIP pun bakal mendalami cara KPU mengelola informasi publik.

&quot;KIP mendalami cara KPU mengelola informasi publik di ppid dan etektivitas pelaksanaan tupoksi PPID KPU,&quot; kata Arya.
</content:encoded></item></channel></rss>
