<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sumpah Keramat Mpu Gandring pada Ken Arok dan Anak Cucunya</title><description>Dalam kisahnya, Ken Arok menginginkan sebuah keris sakti dan memesannya kepada seorang ahli pembuat keris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya"/><item><title>Sumpah Keramat Mpu Gandring pada Ken Arok dan Anak Cucunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 06:12 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya-49Tszglalc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi keris (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/337/2979996/sumpah-keramat-mpu-gandring-pada-ken-arok-dan-anak-cucunya-49Tszglalc.jpg</image><title>Ilustrasi keris (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Dalam kisahnya, Ken Arok menginginkan sebuah keris sakti dan memesannya kepada seorang ahli pembuat keris terkenal pada zamannya, yaitu Mpu Gandring.

Mpu Gandring dikenal sebagai seorang tukang keris yang memiliki keahlian magis yang luar biasa dan tinggal di Lulumbang. Keputusan Ken Arok ini diambil setelah berkonsultasi dengan ayah angkatnya, Lohgawe.

BACA JUGA:
 Polisi Bongkar Jaringan Penjualan Pestisida Palsu, Dua Tersangka Ditangkap&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dikutip dari &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot;, karya Prof. Slamet Muljana, Ken Arok memesan keris kepada Mpu Gandring dengan permintaan agar keris tersebut diselesaikan dalam waktu lima bulan, karena niatnya untuk segera menggunakannya.

Namun, Mpu Gandring menolak permintaan tersebut dengan alasan hanya mampu membuat keris sakti mandraguna yang canggih dalam kualitas terbaiknya, dan itu memerlukan waktu setahun.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Bekasi-Jakarta Banjir, Macet 3 Kilometer


Meskipun ditolak, Ken Arok bersikeras agar Mpu Gandring menyelesaikan kerisnya dalam waktu lima bulan. Setelah genap lima bulan berlalu, Ken Arok pergi ke Lulumbang untuk mengambil pesanan kerisnya. Ternyata, Mpu Gandring masih dalam proses pengerjaan keris tersebut.

Perdebatan pun tak terhindarkan antara Ken Arok dan Mpu Gandring mengenai waktu pengerjaan keris. Walaupun sudah lima bulan berlalu, Ken Arok tetap memaksa agar kerisnya yang dipesan harus segera diserahkan.Namun, Mpu Gandring tetap menolak karena menganggap keris tersebut belum sepenuhnya selesai.
Perdebatan yang panjang berakhir dengan tragedi ketika Ken Arok, dipicu oleh kemarahannya, menusukkan keris tersebut pada Mpu Gandring. Kemudian, dengan kekuatan kemarahannya, Ken Arok memukulkan keris pada lumpang batu tempat bekas gosokan atau pambebekan, yang kemudian pecah menjadi dua.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Bekasi-Jakarta Banjir, Macet 3 Kilometer

Ia melanjutkan memukulkan keris pada tempaan, yang juga pecah menjadi dua. Saat-saat terakhir hidupnya, Mpu Gandring, yang diserang oleh keris buatannya sendiri, mengucapkan sumpah yang menggema:
&quot;Angrok yang membunuh saya, juga akan terbunuh oleh keris itu kelak! Anak cucumu akan mati terbunuh oleh keris itu. Keris itu akan membunuh tujuh orang raja!&quot; Sesudah itu matilah Mpu Grandring akibat keris yang dibuatnya.

BACA JUGA:
Hari ini, 2 Kali Gempa Guncang Labuan Bajo NTT




Mendengar sumpah tersebut, Ken Arok merasa menyesal dan berjanji bahwa jika suatu saat nanti ia menjadi orang besar, anak cucu Mpu Gandring akan ikut menikmati kebahagiaan. Setelah itu, Ken Arok pulang ke Tumapel, membawa kisah tragis dalam perjalanan hidupnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam kisahnya, Ken Arok menginginkan sebuah keris sakti dan memesannya kepada seorang ahli pembuat keris terkenal pada zamannya, yaitu Mpu Gandring.

Mpu Gandring dikenal sebagai seorang tukang keris yang memiliki keahlian magis yang luar biasa dan tinggal di Lulumbang. Keputusan Ken Arok ini diambil setelah berkonsultasi dengan ayah angkatnya, Lohgawe.

BACA JUGA:
 Polisi Bongkar Jaringan Penjualan Pestisida Palsu, Dua Tersangka Ditangkap&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dikutip dari &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot;, karya Prof. Slamet Muljana, Ken Arok memesan keris kepada Mpu Gandring dengan permintaan agar keris tersebut diselesaikan dalam waktu lima bulan, karena niatnya untuk segera menggunakannya.

Namun, Mpu Gandring menolak permintaan tersebut dengan alasan hanya mampu membuat keris sakti mandraguna yang canggih dalam kualitas terbaiknya, dan itu memerlukan waktu setahun.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Bekasi-Jakarta Banjir, Macet 3 Kilometer


Meskipun ditolak, Ken Arok bersikeras agar Mpu Gandring menyelesaikan kerisnya dalam waktu lima bulan. Setelah genap lima bulan berlalu, Ken Arok pergi ke Lulumbang untuk mengambil pesanan kerisnya. Ternyata, Mpu Gandring masih dalam proses pengerjaan keris tersebut.

Perdebatan pun tak terhindarkan antara Ken Arok dan Mpu Gandring mengenai waktu pengerjaan keris. Walaupun sudah lima bulan berlalu, Ken Arok tetap memaksa agar kerisnya yang dipesan harus segera diserahkan.Namun, Mpu Gandring tetap menolak karena menganggap keris tersebut belum sepenuhnya selesai.
Perdebatan yang panjang berakhir dengan tragedi ketika Ken Arok, dipicu oleh kemarahannya, menusukkan keris tersebut pada Mpu Gandring. Kemudian, dengan kekuatan kemarahannya, Ken Arok memukulkan keris pada lumpang batu tempat bekas gosokan atau pambebekan, yang kemudian pecah menjadi dua.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Bekasi-Jakarta Banjir, Macet 3 Kilometer

Ia melanjutkan memukulkan keris pada tempaan, yang juga pecah menjadi dua. Saat-saat terakhir hidupnya, Mpu Gandring, yang diserang oleh keris buatannya sendiri, mengucapkan sumpah yang menggema:
&quot;Angrok yang membunuh saya, juga akan terbunuh oleh keris itu kelak! Anak cucumu akan mati terbunuh oleh keris itu. Keris itu akan membunuh tujuh orang raja!&quot; Sesudah itu matilah Mpu Grandring akibat keris yang dibuatnya.

BACA JUGA:
Hari ini, 2 Kali Gempa Guncang Labuan Bajo NTT




Mendengar sumpah tersebut, Ken Arok merasa menyesal dan berjanji bahwa jika suatu saat nanti ia menjadi orang besar, anak cucu Mpu Gandring akan ikut menikmati kebahagiaan. Setelah itu, Ken Arok pulang ke Tumapel, membawa kisah tragis dalam perjalanan hidupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
