<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Soal Perbedaan Ramadhan, Wapres: Jangan Puasa Belakangan Tapi Lebaran Ikut yang Duluan   </title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin merespon perbedaan awal Ramadhan 1445 Hijriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan"/><item><title> Soal Perbedaan Ramadhan, Wapres: Jangan Puasa Belakangan Tapi Lebaran Ikut yang Duluan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan-zM0UtJYLT4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Ma'ruf Amin (foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/337/2980459/soal-perbedaan-ramadhan-wapres-jangan-puasa-belakangan-tapi-lebaran-ikut-yang-duluan-zM0UtJYLT4.jpg</image><title>Wapres Ma'ruf Amin (foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNy8xLzE3ODAyMy81L3g4dTA5MDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin merespon perbedaan awal Ramadhan 1445 Hijriah. Wapres meminta semua umat Islam untuk menghargai setiap perbedaan.
Dia pun sempat berkelakar kepada awak media yang mengajukan pertanyaan, bahwa jangan sampai puasa ikut yang belakangan, tapi puasa ikut yang belakangan.
&quot;Pokoknya yang ikut pemerintah, ikut pemerintah, tapi lebarannya ikut pemerintah, kalau lebarannya ikut Muhammadiah lebarannya ikut Muhammadiah, jangan waktu puasa ikut pemerintah lebih belakang, giliran lebaran ikut yang lebih dulu, itu tidak betul itu,&quot; kelakar Wapres usai menghadiri acara di Tangerang, Banten, Kamis (7/3/2024).

BACA JUGA:
Tradisi Unik Sambut Ramadhan, Warga Gotong Royong Cuci Karpet Masjid di DAS Ciwidey

Wapres juga meminta semua umat untuk saling pengertian, legowo merespon potensi perbedaan awal Ramadhan 1445 Hijriah.
&quot;Sikap yang kita harus bagun adalah sikap saling pengertian, legowo, untuk bisa berbeda. Dan itu sudah lama kita berbeda, jadi masing-masing saja,&quot; ujar Wapres.
Wapres pun mengatakan, bahwa setiap organisasi Islam besar di Indonesia baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) punya kriteria sendiri untuk menentukan awal Ramadhan.

BACA JUGA:
 Jelang Ramadhan, Petugas Gabungan Razia Tempat Hiburan Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Perbedaan ramadhan saya kira itu sudah menjadi, setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti ada perbedaan, karena perbedaan kriteria, pemerintah NU, dan berbagai ormas itu menganggap bahwa harus tingginya bisa di rukyah, nah Muhammadiah itu lihatnya asal wujud saja. Karena itu untuk menyamakan kriteria ini kan belum ketemu,&quot; kata Wapres.
Diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa tanggal 11 Maret, sementara pemerintah maupun Nahdlatul Ulama masih akan menunggu hasil dari sidang isbat pada 10 Maret mendatang.
&quot;Kalau mungkin besok Muhammadiyah masuk Senin, mungkin pemerintah Selasa, ya silahkan Senin atau Selasa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNy8xLzE3ODAyMy81L3g4dTA5MDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin merespon perbedaan awal Ramadhan 1445 Hijriah. Wapres meminta semua umat Islam untuk menghargai setiap perbedaan.
Dia pun sempat berkelakar kepada awak media yang mengajukan pertanyaan, bahwa jangan sampai puasa ikut yang belakangan, tapi puasa ikut yang belakangan.
&quot;Pokoknya yang ikut pemerintah, ikut pemerintah, tapi lebarannya ikut pemerintah, kalau lebarannya ikut Muhammadiah lebarannya ikut Muhammadiah, jangan waktu puasa ikut pemerintah lebih belakang, giliran lebaran ikut yang lebih dulu, itu tidak betul itu,&quot; kelakar Wapres usai menghadiri acara di Tangerang, Banten, Kamis (7/3/2024).

BACA JUGA:
Tradisi Unik Sambut Ramadhan, Warga Gotong Royong Cuci Karpet Masjid di DAS Ciwidey

Wapres juga meminta semua umat untuk saling pengertian, legowo merespon potensi perbedaan awal Ramadhan 1445 Hijriah.
&quot;Sikap yang kita harus bagun adalah sikap saling pengertian, legowo, untuk bisa berbeda. Dan itu sudah lama kita berbeda, jadi masing-masing saja,&quot; ujar Wapres.
Wapres pun mengatakan, bahwa setiap organisasi Islam besar di Indonesia baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) punya kriteria sendiri untuk menentukan awal Ramadhan.

BACA JUGA:
 Jelang Ramadhan, Petugas Gabungan Razia Tempat Hiburan Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Perbedaan ramadhan saya kira itu sudah menjadi, setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti ada perbedaan, karena perbedaan kriteria, pemerintah NU, dan berbagai ormas itu menganggap bahwa harus tingginya bisa di rukyah, nah Muhammadiah itu lihatnya asal wujud saja. Karena itu untuk menyamakan kriteria ini kan belum ketemu,&quot; kata Wapres.
Diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa tanggal 11 Maret, sementara pemerintah maupun Nahdlatul Ulama masih akan menunggu hasil dari sidang isbat pada 10 Maret mendatang.
&quot;Kalau mungkin besok Muhammadiyah masuk Senin, mungkin pemerintah Selasa, ya silahkan Senin atau Selasa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
