<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Grafik Suara di Sirekap Mendadak Dihapus, Perindo : Memperkuat Dugaan Ini Pemilu Terburuk</title><description>Perindo mengatakan pihaknya jadi korban dari Sirekap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk"/><item><title>Grafik Suara di Sirekap Mendadak Dihapus, Perindo : Memperkuat Dugaan Ini Pemilu Terburuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk-jCyNtylvbS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yerry Tawalujan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/337/2980518/grafik-suara-di-sirekap-mendadak-dihapus-perindo-memperkuat-dugaan-ini-pemilu-terburuk-jCyNtylvbS.jpg</image><title>Yerry Tawalujan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3NzkxNS81L3g4dHU3dm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyayangkan hilangnya grafik tabulasi data perolehan suara Pemilu 2024 di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ketua DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan menilai bahwa dengan hilangnya grafik tabulasi itu memperkuat dugaan publik bahwa Pemilu 2024 merupakan pemilu terburuk.

&amp;ldquo;Apa yang terjadi sampai hari ini dengan tabulasi Sirekap yang lenyap, ini kok seperti memperkuat dugaan publik bahwa pemilu kali ini pemilu yang terburuk,&amp;rdquo; kata Yerry dalam dialog sore di SindonewsTV, Kamis (7/3/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TGB Raih Suara Tertinggi Pemilu Legislatif 2024 di NTB, Perindo Berterima Kasih ke Rakyat

Yerry menilai, seharusnya dengan adanya sistem online yang semakin maju saat ini, hal itu tidak perlu terjadi.

&amp;ldquo;Jadi, lembaga negara, penyelenggara pemilu situsnya itu seperti situs anak kemarin sore yang baru belajar membuat situs online yang sedang praktik. Jadi pagi berubah, siang berubah, sore berubah,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan dihilangkannya grafik tabulasi di Sirekap, justru tindakan tersebut mmepersulit publik untuk mengawasi hasil pemilu.

&amp;ldquo;Dan kami Partai Perindo dan caleg-caleg Perindo itu salah satu yang menjadi korban karena tidak bisa melihat hasil dari KPU yang sebenarnya hasilnya per sore ini seperti apa. Ini makin dipersulit,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Grafik Sirekap Menghilang, Sekjen Perindo: Ini Akal-akalan KPU!

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa publik tidak dapat dibodohi bahwa saat ini ada yang memiliki kekuatan untuk mengatur hasil pemilu.

&amp;ldquo;Publik akhirnya tidak bisa lagi di bodohi dan menyangkal bahwa memang ada invisible hand yang sangat kuat, yang sangat powerfull yang sedang mengatur hasil pemilu, itu semakin menguat dugaan publik,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3NzkxNS81L3g4dHU3dm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyayangkan hilangnya grafik tabulasi data perolehan suara Pemilu 2024 di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ketua DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan menilai bahwa dengan hilangnya grafik tabulasi itu memperkuat dugaan publik bahwa Pemilu 2024 merupakan pemilu terburuk.

&amp;ldquo;Apa yang terjadi sampai hari ini dengan tabulasi Sirekap yang lenyap, ini kok seperti memperkuat dugaan publik bahwa pemilu kali ini pemilu yang terburuk,&amp;rdquo; kata Yerry dalam dialog sore di SindonewsTV, Kamis (7/3/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TGB Raih Suara Tertinggi Pemilu Legislatif 2024 di NTB, Perindo Berterima Kasih ke Rakyat

Yerry menilai, seharusnya dengan adanya sistem online yang semakin maju saat ini, hal itu tidak perlu terjadi.

&amp;ldquo;Jadi, lembaga negara, penyelenggara pemilu situsnya itu seperti situs anak kemarin sore yang baru belajar membuat situs online yang sedang praktik. Jadi pagi berubah, siang berubah, sore berubah,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan dihilangkannya grafik tabulasi di Sirekap, justru tindakan tersebut mmepersulit publik untuk mengawasi hasil pemilu.

&amp;ldquo;Dan kami Partai Perindo dan caleg-caleg Perindo itu salah satu yang menjadi korban karena tidak bisa melihat hasil dari KPU yang sebenarnya hasilnya per sore ini seperti apa. Ini makin dipersulit,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Grafik Sirekap Menghilang, Sekjen Perindo: Ini Akal-akalan KPU!

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa publik tidak dapat dibodohi bahwa saat ini ada yang memiliki kekuatan untuk mengatur hasil pemilu.

&amp;ldquo;Publik akhirnya tidak bisa lagi di bodohi dan menyangkal bahwa memang ada invisible hand yang sangat kuat, yang sangat powerfull yang sedang mengatur hasil pemilu, itu semakin menguat dugaan publik,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
