<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Pembunuhan Kirim Makanan ke Orangtua Korban agar Tak Curiga Anaknya Sudah Tewas</title><description>Dalam rekonstruksi ini, didapati gambaran rinci bahwa tersangka DP sempat mengantarkan makanan kepada orangtua korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas"/><item><title>Pelaku Pembunuhan Kirim Makanan ke Orangtua Korban agar Tak Curiga Anaknya Sudah Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas-Y6rukBIuVD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rekonstruksi pembunuhan di Bogor (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/338/2980354/pelaku-pembunuhan-kirim-makanan-ke-orangtua-korban-agar-tak-curiga-anaknya-sudah-tewas-Y6rukBIuVD.jpg</image><title>Rekonstruksi pembunuhan di Bogor (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMy8xLzE3NzU1OC81L3g4dDZjZTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Indriana Dewi yang jasadnya dibuang di Kota Banjar. Dalam rekonstruksi ini, didapati gambaran rinci bahwa tersangka DP sempat mengantarkan makanan kepada orangtua korban.
&quot;Sebenarnya bukan temuan baru namun kita lebih mendapatkan gambaran secara rinci jadi seperti tadi kan setelah korban dieksekusi kemudian tersangka DA masuk ke dalam mobil memberikan kode kepada Devara (DP) yang isinya hanya 'done',&quot; kata Dirreskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan usai rekonstruksi di Polsek Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (7/3/2024).
&quot;Kemudian ditanggapi oleh Devara (DP) dengan seolah-olah mengantarkan makanan kepada orang atau korban, yang itu seolah-olah kiriman dari pada korban kepada orangtua,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Indirana Dewi di Bogor

Ketika mengantarkan makanan, DP berpura-pura sebagai kurir makanan online. Adapun alasannya hanya untuk membuat orangtua korban menyangka sang anak masih dalam kondisi baik-baik saja.

BACA JUGA:
Begini Kondisi Gathan Saleh Dipenjara Usai Terjerat Kasus Percobaan Pembunuhan

&quot;Tidak ada ucapan apa-apa (tersangka DP kepada orangtuatua korban) hanya menyampaikan makanan pesenan dari korban. (Orangtua) Tidak mengenali pelaku, karena itu seolah-olah dari toko online. Maksudnya agar orangtua tidak curiga bahwa anaknya itu sudah meninggal dunia,&quot; ungkapnya.Bahkan, tambah Surawan, para tersangka juga sempat menggunakan handphone milik korban untuk berkomunikasi. Seolah, korban masih dalam kondisi hidup dan tidak terjadi apapun.

&quot;Mulai dari situlah, tersangka sudah mulai diatur skenario bagaimana caranya orangtua korban itu tidak curiga makanya handphone dipegang pelaku seolah-olah ngirim makanan,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, jenazah Indriana Dwi Eka ditemukan di bawah Tebing Batu Gajah, Jalan Raya Cimaragas-Banjar, Desa Neglasari, Kota Banjar pada Minggu 25 Februari 2024 lalu. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 3 tersangka yakni DP, DA dan MR.

Adapun korban sebelumnya dibunuh di kawasan Bukit Pelangi, Kabupaten Bogor. Selanjutnya, jasad korban sempat dibawa oleh pelaku dengan mobil ke Jakarta, Cirebon, Kungingan dan dibuang di Kota Banjar.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMy8xLzE3NzU1OC81L3g4dDZjZTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Indriana Dewi yang jasadnya dibuang di Kota Banjar. Dalam rekonstruksi ini, didapati gambaran rinci bahwa tersangka DP sempat mengantarkan makanan kepada orangtua korban.
&quot;Sebenarnya bukan temuan baru namun kita lebih mendapatkan gambaran secara rinci jadi seperti tadi kan setelah korban dieksekusi kemudian tersangka DA masuk ke dalam mobil memberikan kode kepada Devara (DP) yang isinya hanya 'done',&quot; kata Dirreskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan usai rekonstruksi di Polsek Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (7/3/2024).
&quot;Kemudian ditanggapi oleh Devara (DP) dengan seolah-olah mengantarkan makanan kepada orang atau korban, yang itu seolah-olah kiriman dari pada korban kepada orangtua,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Indirana Dewi di Bogor

Ketika mengantarkan makanan, DP berpura-pura sebagai kurir makanan online. Adapun alasannya hanya untuk membuat orangtua korban menyangka sang anak masih dalam kondisi baik-baik saja.

BACA JUGA:
Begini Kondisi Gathan Saleh Dipenjara Usai Terjerat Kasus Percobaan Pembunuhan

&quot;Tidak ada ucapan apa-apa (tersangka DP kepada orangtuatua korban) hanya menyampaikan makanan pesenan dari korban. (Orangtua) Tidak mengenali pelaku, karena itu seolah-olah dari toko online. Maksudnya agar orangtua tidak curiga bahwa anaknya itu sudah meninggal dunia,&quot; ungkapnya.Bahkan, tambah Surawan, para tersangka juga sempat menggunakan handphone milik korban untuk berkomunikasi. Seolah, korban masih dalam kondisi hidup dan tidak terjadi apapun.

&quot;Mulai dari situlah, tersangka sudah mulai diatur skenario bagaimana caranya orangtua korban itu tidak curiga makanya handphone dipegang pelaku seolah-olah ngirim makanan,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, jenazah Indriana Dwi Eka ditemukan di bawah Tebing Batu Gajah, Jalan Raya Cimaragas-Banjar, Desa Neglasari, Kota Banjar pada Minggu 25 Februari 2024 lalu. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 3 tersangka yakni DP, DA dan MR.

Adapun korban sebelumnya dibunuh di kawasan Bukit Pelangi, Kabupaten Bogor. Selanjutnya, jasad korban sempat dibawa oleh pelaku dengan mobil ke Jakarta, Cirebon, Kungingan dan dibuang di Kota Banjar.





</content:encoded></item></channel></rss>
