<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hilang saat Gembala Ternak, Warga Belu Ditemukan Tewas Terseret Banjir</title><description>Korban diduga tewas terseret banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir"/><item><title>Hilang saat Gembala Ternak, Warga Belu Ditemukan Tewas Terseret Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir-P5YP2Xrs0b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pria penggembala ternak tewas tenggelam (Foto: dok istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/340/2980537/hilang-saat-gembala-ternak-warga-belu-ditemukan-tewas-terseret-banjir-P5YP2Xrs0b.jpg</image><title>Pria penggembala ternak tewas tenggelam (Foto: dok istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgzMy81L3g4dG9wNTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BELU - Warga Kabupaten Belu, Gaspar Berek Kehik (70), ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah sungai usai dilaporkan hilang saat menggembala ternak.
Korban diduga tewas terseret banjir.
Pria lanjut usia asal Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (7/3/2024), pukul 11.30 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang I Putu Sudayan mengatakan, korban sudah tak bernyawa itu ditemukan pada jarak 40 km  dari titik diduga korban mulai terseret banjir.

BACA JUGA:
 Diduga Asam Urat Kumat saat Berenang, Pria Paruh Baya Tewas Tenggelam di Danau Toba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Setelah ditemukan oleh tim, korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Atambua, Kabupaten Belu,&quot; ungkap Sudayan, Kamis (7/3/2024).
Sudayan menuturkan, korban diinformasikan hilang usai tak kunjung pulang dari perjalanan menggembala ternak peliharaannya di wilayah pinggiran sungai  di Desa Derok Faturene, Selasa 5 Maret 2024.
Mendapat informasi tersebut, demikian Sudayan, pihak Tim SAR Gabungan langsung mengambil tindakan untuk langsung melakukan pencarian pada titik diduga lokasi almarhum menghilang.
&quot;Proses pencarian hari pertama, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban,&quot; tuturnya.
Pencarian, kata dia, kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya, sejak pukul 06.00 WITA. Kali ini pencarian dilakukan dalam 2 unit pencarian atau SRU (Search and Rescue Unit), yakni SRU Air dan SRU Darat.

BACA JUGA:
Serangan Drone Ukraina Hantam dan Tenggelamkan Kapal Rusia, 7 Orang Tewas serta 6 Terluka

SRU Air melaksanakan pencarian dengan menyusuri aliran sungai, sedangkan SRU Darat melaksanakan pencarian di sekitar Jembatan Sadik menuju ke Kelurahan Fatubenau.Pada pukul 11.30 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Tim kemudian langsung mengevakuasi dan membawa korban menuju RSUD Atambua.

Sudayan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam operasi SAR ini. Dirinya berharap, kemitraan serta sinergitas terus terjalin demi suksesnya pencarian dan pertolongan korban.

Adapun para pihak yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Unit Siaga SAR Atamabua, BPBD Kabupaten Belu, dan Polsek Raihat.

Selain itu, ada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Asumanu 742, Babinasa Asumanu, Kepala Desa Asamanu, Bhabinkantibmas Raihat, keluarga korban serta masyarakat setempat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS8xLzE3NzgzMy81L3g4dG9wNTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BELU - Warga Kabupaten Belu, Gaspar Berek Kehik (70), ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah sungai usai dilaporkan hilang saat menggembala ternak.
Korban diduga tewas terseret banjir.
Pria lanjut usia asal Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (7/3/2024), pukul 11.30 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang I Putu Sudayan mengatakan, korban sudah tak bernyawa itu ditemukan pada jarak 40 km  dari titik diduga korban mulai terseret banjir.

BACA JUGA:
 Diduga Asam Urat Kumat saat Berenang, Pria Paruh Baya Tewas Tenggelam di Danau Toba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Setelah ditemukan oleh tim, korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Atambua, Kabupaten Belu,&quot; ungkap Sudayan, Kamis (7/3/2024).
Sudayan menuturkan, korban diinformasikan hilang usai tak kunjung pulang dari perjalanan menggembala ternak peliharaannya di wilayah pinggiran sungai  di Desa Derok Faturene, Selasa 5 Maret 2024.
Mendapat informasi tersebut, demikian Sudayan, pihak Tim SAR Gabungan langsung mengambil tindakan untuk langsung melakukan pencarian pada titik diduga lokasi almarhum menghilang.
&quot;Proses pencarian hari pertama, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban,&quot; tuturnya.
Pencarian, kata dia, kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya, sejak pukul 06.00 WITA. Kali ini pencarian dilakukan dalam 2 unit pencarian atau SRU (Search and Rescue Unit), yakni SRU Air dan SRU Darat.

BACA JUGA:
Serangan Drone Ukraina Hantam dan Tenggelamkan Kapal Rusia, 7 Orang Tewas serta 6 Terluka

SRU Air melaksanakan pencarian dengan menyusuri aliran sungai, sedangkan SRU Darat melaksanakan pencarian di sekitar Jembatan Sadik menuju ke Kelurahan Fatubenau.Pada pukul 11.30 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Tim kemudian langsung mengevakuasi dan membawa korban menuju RSUD Atambua.

Sudayan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam operasi SAR ini. Dirinya berharap, kemitraan serta sinergitas terus terjalin demi suksesnya pencarian dan pertolongan korban.

Adapun para pihak yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Unit Siaga SAR Atamabua, BPBD Kabupaten Belu, dan Polsek Raihat.

Selain itu, ada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Asumanu 742, Babinasa Asumanu, Kepala Desa Asamanu, Bhabinkantibmas Raihat, keluarga korban serta masyarakat setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
