<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Masih Rendam Permukiman di Mojokerto, Warga Bertahan di Tepi Jalan</title><description>Banjir masih merendam 4 desa warga bertahan di tepi jalan dengan tenda darurat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan"/><item><title>Banjir Masih Rendam Permukiman di Mojokerto, Warga Bertahan di Tepi Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Sholahudin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan-MKFqEz9Oet.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Mojokerto (Foto: Sholahudin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/519/2980292/banjir-masih-rendam-permukiman-di-mojokerto-warga-bertahan-di-tepi-jalan-MKFqEz9Oet.jpg</image><title>Banjir Mojokerto (Foto: Sholahudin)</title></images><description>MOJOKERTO - Banjir masih merendam 4 desa warga bertahan di tepi jalan dengan tenda darurat. Hingga hari kedua, banjir masih merendam empat desa di Kabupaten Mojokerto.
Dari empat desa, satu desa terparah di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Warga pun terpaksa bertahan di tepi jalan membuat tenda darurat bersama dengan hewan ternak.

BACA JUGA:
 Hari Raya Nyepi, Pengelola Gunung Bromo Tutup Aktivitas Wisata&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Empat desa yang masih terendam banjir yakni,  Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Sedangkan dua desa lainnya adalah Ngrame dan Desa Salen. Dari empat desa paling parah terjadi Desa Ngrame.
Ketinggian air di Desa Ngrame mencapai 70 hingga 90 sentimeter dan masuk hampir ke seluruh rumah warga.
Proses evakuasi masih dilakukan oleh para relawan terutama lansia dan anak-anak. Warga pun terpaksa bertahan di tanggul sungai yang lebih tinggi dengan membuat tenda-tenda darurat di atas mobil dan tanah.

BACA JUGA:
Begini Situasi Lalin di Depan Gedung DPR Jelang Kembali Dikepung Ribuan Massa

Mereka bercampur dengan mendekati peliharaan seperti kambing dan sapi. Menurut warga, Ponia, banjir kali ini terjadi terparah sejak 2001. Namun, tahun ini kembali parah sehingga banyak warga yang mengungsi di atas tanggul sungai.
Air masuk ke dalam rumah hingga selutut. Terpaksa bertahan dua hari di tepi jalan karena tak ingin jauh dari rumah dan enggan mengungsi.
&quot;Terparah sejak yang kemarin 2001 terus sekarang ini 2024 kali ini masuk ke dalam rumah sebatas bawah lutut ya gak bisa masuk rumah tidurnya di sini jalan di mobil dua hari ini dua RW satu RT,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sirekap Diduga Dimanipulasi, Masyarakat Ajukan Mosi Tidak Percaya ke KPU

Selain warga yang mengungsi, warga di Desa Ngrame juga mengungsikan hewan ternak di tanggul Sungai Sadar. Kambing dan sapi dibawa ke tempat yang lebin aman dan membuat tenda darurat.
Selain penanganan pengungsi, proses penanggulangan di Sungai Sadar yang jebol juga terus dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jawa Timur dengan dua alat berat. Untuk sementara akan dipasang sesek bambu agar air tidak meluber ke perkampungan.</description><content:encoded>MOJOKERTO - Banjir masih merendam 4 desa warga bertahan di tepi jalan dengan tenda darurat. Hingga hari kedua, banjir masih merendam empat desa di Kabupaten Mojokerto.
Dari empat desa, satu desa terparah di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Warga pun terpaksa bertahan di tepi jalan membuat tenda darurat bersama dengan hewan ternak.

BACA JUGA:
 Hari Raya Nyepi, Pengelola Gunung Bromo Tutup Aktivitas Wisata&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Empat desa yang masih terendam banjir yakni,  Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Sedangkan dua desa lainnya adalah Ngrame dan Desa Salen. Dari empat desa paling parah terjadi Desa Ngrame.
Ketinggian air di Desa Ngrame mencapai 70 hingga 90 sentimeter dan masuk hampir ke seluruh rumah warga.
Proses evakuasi masih dilakukan oleh para relawan terutama lansia dan anak-anak. Warga pun terpaksa bertahan di tanggul sungai yang lebih tinggi dengan membuat tenda-tenda darurat di atas mobil dan tanah.

BACA JUGA:
Begini Situasi Lalin di Depan Gedung DPR Jelang Kembali Dikepung Ribuan Massa

Mereka bercampur dengan mendekati peliharaan seperti kambing dan sapi. Menurut warga, Ponia, banjir kali ini terjadi terparah sejak 2001. Namun, tahun ini kembali parah sehingga banyak warga yang mengungsi di atas tanggul sungai.
Air masuk ke dalam rumah hingga selutut. Terpaksa bertahan dua hari di tepi jalan karena tak ingin jauh dari rumah dan enggan mengungsi.
&quot;Terparah sejak yang kemarin 2001 terus sekarang ini 2024 kali ini masuk ke dalam rumah sebatas bawah lutut ya gak bisa masuk rumah tidurnya di sini jalan di mobil dua hari ini dua RW satu RT,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sirekap Diduga Dimanipulasi, Masyarakat Ajukan Mosi Tidak Percaya ke KPU

Selain warga yang mengungsi, warga di Desa Ngrame juga mengungsikan hewan ternak di tanggul Sungai Sadar. Kambing dan sapi dibawa ke tempat yang lebin aman dan membuat tenda darurat.
Selain penanganan pengungsi, proses penanggulangan di Sungai Sadar yang jebol juga terus dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jawa Timur dengan dua alat berat. Untuk sementara akan dipasang sesek bambu agar air tidak meluber ke perkampungan.</content:encoded></item></channel></rss>
