<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sadis, Remaja di Cirebon Dibully Belasan Temannya Dikeroyok hingga Babak Belur</title><description>Video yang berdurasi 17 detik tersebut beredar melalui pesan Whatsapp.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur"/><item><title>   Sadis, Remaja di Cirebon Dibully Belasan Temannya Dikeroyok hingga Babak Belur</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur-qoeH5thcX5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Bullying di Cirebon (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/525/2980421/sadis-remaja-di-cirebon-dibully-belasan-temannya-dikeroyok-hingga-babak-belur-qoeH5thcX5.jpg</image><title>Kasus Bullying di Cirebon (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi8xLzE3Nzk4Ny81L3g4dHliODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIREBON - Aksi perundungan atau bullying secara fisik kembali terjadi. Kali ini menimpa AES pelajar kelas satu SMP di Kelurahan Sumber,  Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Video yang berdurasi 17 detik tersebut beredar melalui pesan Whatsapp. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah remaja melakukan tindak kekerasan terhadap seorang remaja yang mengenakan kaus abu-abu dan celana hijau.
Terlihat dalam video tersebut, korban yang tak mampu melawan mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah remaja, mulai ditendang hingga dipukul, hingga korban menangis.

BACA JUGA:
 Ngerih! Pria Keterbelakangan Mental Bunuh Anak Tetangganya Gegara Sering Dibully&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski korban berteriak kesakitan dan menangis, para pelaku tak menghiraukan. Bahkan, para pelaku membabi-buta melakukan tindak kekerasan secara bersamaan.
Aksi perundungan tersebut terjadi pada hari Senin 4 Maret 2024 yang lalu. Namun, keluarga korban baru mengetahui pada hari ini, setelah mendapat kiriman video dari wali kelas korban di sekolahnya.

BACA JUGA:
Viral Siswa SD di Indramayu Jadi Korban Bullying, Ditelanjangi hingga Ditendang Teman Sekelasnya

&amp;ldquo;Awalnya saya dapat informasi kiriman video dari wali kelas Adin, saat dilihat ternyata keponakan saya menjadi korban bully,&amp;ldquo; kata Nani Triani, saat dikonfirmasi di rumahnya. Kamis (07/03/2024)Mengetahui keponakannya menjadi korban perundungan, lanjut Nina, ia langsung mendatangi korban di rumahnya dan menanyakan kondisinya. Namun, korban hanya diam saja seperti orang trauma.

&amp;ldquo;Saat ditanyain keponakan saya, dia diam saja, seperti trauma, hanya menunjukkan rasa sakitnya, seperti di bagian tangan dan kepala, &amp;ldquo;katanya.

Tak ingin kasus ini berlarut-larut, ia dan keluarga korban langsung melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polresta Cirebon.

&amp;ldquo;Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres, agar keponakan saya mendapatkan keadilan. Dan juga tidak ada lagi korban lainnya,&amp;ldquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi8xLzE3Nzk4Ny81L3g4dHliODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIREBON - Aksi perundungan atau bullying secara fisik kembali terjadi. Kali ini menimpa AES pelajar kelas satu SMP di Kelurahan Sumber,  Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Video yang berdurasi 17 detik tersebut beredar melalui pesan Whatsapp. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah remaja melakukan tindak kekerasan terhadap seorang remaja yang mengenakan kaus abu-abu dan celana hijau.
Terlihat dalam video tersebut, korban yang tak mampu melawan mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah remaja, mulai ditendang hingga dipukul, hingga korban menangis.

BACA JUGA:
 Ngerih! Pria Keterbelakangan Mental Bunuh Anak Tetangganya Gegara Sering Dibully&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski korban berteriak kesakitan dan menangis, para pelaku tak menghiraukan. Bahkan, para pelaku membabi-buta melakukan tindak kekerasan secara bersamaan.
Aksi perundungan tersebut terjadi pada hari Senin 4 Maret 2024 yang lalu. Namun, keluarga korban baru mengetahui pada hari ini, setelah mendapat kiriman video dari wali kelas korban di sekolahnya.

BACA JUGA:
Viral Siswa SD di Indramayu Jadi Korban Bullying, Ditelanjangi hingga Ditendang Teman Sekelasnya

&amp;ldquo;Awalnya saya dapat informasi kiriman video dari wali kelas Adin, saat dilihat ternyata keponakan saya menjadi korban bully,&amp;ldquo; kata Nani Triani, saat dikonfirmasi di rumahnya. Kamis (07/03/2024)Mengetahui keponakannya menjadi korban perundungan, lanjut Nina, ia langsung mendatangi korban di rumahnya dan menanyakan kondisinya. Namun, korban hanya diam saja seperti orang trauma.

&amp;ldquo;Saat ditanyain keponakan saya, dia diam saja, seperti trauma, hanya menunjukkan rasa sakitnya, seperti di bagian tangan dan kepala, &amp;ldquo;katanya.

Tak ingin kasus ini berlarut-larut, ia dan keluarga korban langsung melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polresta Cirebon.

&amp;ldquo;Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres, agar keponakan saya mendapatkan keadilan. Dan juga tidak ada lagi korban lainnya,&amp;ldquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
