<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abaikan Tekanan Internasional, Netanyahu: Israel Akan Terus Lanjutkan Serangan ke Gaza dan Rafah</title><description>Israel akan beroperasi di seluruh Gaza, termasuk Rafah, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah"/><item><title>Abaikan Tekanan Internasional, Netanyahu: Israel Akan Terus Lanjutkan Serangan ke Gaza dan Rafah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah</guid><pubDate>Jum'at 08 Maret 2024 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah-Qg6FDyFmeU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Israel tegaskan akan terus lanjutkan serangan ke Gaza termasuk Rafah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/08/18/2980799/abaikan-tekanan-internasional-netanyahu-israel-akan-terus-lanjutkan-serangan-ke-gaza-dan-rafah-Qg6FDyFmeU.jpg</image><title>PM Israel tegaskan akan terus lanjutkan serangan ke Gaza termasuk Rafah (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Israel akan terus melanjutkan serangannya terhadap Hamas, termasuk ke kota Rafah di Gaza selatan, meskipun ada tekanan internasional untuk menghentikannya. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Kamis (7/3/2024).
&amp;ldquo;Ada tekanan internasional dan tekanan ini terus meningkat, namun terutama ketika tekanan internasional meningkat, kita harus bersatu, kita harus bersatu melawan upaya menghentikan perang,&amp;rdquo; katanya.
Saat berpidato di acara wisuda di sekolah pelatihan perwira militer Israel, Netanyahu juga mengatakan Israel harus melawan upaya yang diperhitungkan untuk menyalahkan Israel atas kejahatan Hamas.


BACA JUGA:
Hamas Tinggalkan Perundingan Gencatan Senjata Gaza Tanpa Hasil Kesepakatan

Dia menambahkan bahwa Israel akan beroperasi di seluruh Gaza, termasuk Rafah, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas.


BACA JUGA:
AS Akan Bangun Pelabuhan Sementara di Pantai Gaza untuk Kirim Lebih Banyak Bantuan Kemanusiaan

&amp;ldquo;Siapa pun yang meminta kami untuk tidak bertindak di Rafah berarti meminta kami kalah perang dan hal itu tidak akan terjadi,&amp;rdquo; tegasnya.



Netanyahu telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah para pejuangnya menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menculik 253 orang, menurut penghitungan Israel. Lebih dari 30.000 orang telah terbunuh di Gaza selama serangan Israel berikutnya, menurut perkiraan otoritas kesehatan Palestina, hal ini memicu kritik dan kecaman dari seluruh dunia.



Sekitar 1,5 juta orang diperkirakan berdesakan di Rafah, di pinggiran paling selatan wilayah kantong yang dekat dengan perbatasan dengan Mesir, sebagian besar dari mereka meninggalkan rumah mereka di utara untuk menghindari serangan militer Israel.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Israel akan terus melanjutkan serangannya terhadap Hamas, termasuk ke kota Rafah di Gaza selatan, meskipun ada tekanan internasional untuk menghentikannya. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Kamis (7/3/2024).
&amp;ldquo;Ada tekanan internasional dan tekanan ini terus meningkat, namun terutama ketika tekanan internasional meningkat, kita harus bersatu, kita harus bersatu melawan upaya menghentikan perang,&amp;rdquo; katanya.
Saat berpidato di acara wisuda di sekolah pelatihan perwira militer Israel, Netanyahu juga mengatakan Israel harus melawan upaya yang diperhitungkan untuk menyalahkan Israel atas kejahatan Hamas.


BACA JUGA:
Hamas Tinggalkan Perundingan Gencatan Senjata Gaza Tanpa Hasil Kesepakatan

Dia menambahkan bahwa Israel akan beroperasi di seluruh Gaza, termasuk Rafah, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas.


BACA JUGA:
AS Akan Bangun Pelabuhan Sementara di Pantai Gaza untuk Kirim Lebih Banyak Bantuan Kemanusiaan

&amp;ldquo;Siapa pun yang meminta kami untuk tidak bertindak di Rafah berarti meminta kami kalah perang dan hal itu tidak akan terjadi,&amp;rdquo; tegasnya.



Netanyahu telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah para pejuangnya menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menculik 253 orang, menurut penghitungan Israel. Lebih dari 30.000 orang telah terbunuh di Gaza selama serangan Israel berikutnya, menurut perkiraan otoritas kesehatan Palestina, hal ini memicu kritik dan kecaman dari seluruh dunia.



Sekitar 1,5 juta orang diperkirakan berdesakan di Rafah, di pinggiran paling selatan wilayah kantong yang dekat dengan perbatasan dengan Mesir, sebagian besar dari mereka meninggalkan rumah mereka di utara untuk menghindari serangan militer Israel.

</content:encoded></item></channel></rss>
