<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Banjir di Tolinggua Gorontalo Utara Mulai Surut, Sebanyak 8.228 Jiwa Terdampak</title><description>Genangan banjir di sembilan desa di Kecamatan Tolinggua, Kabupaten Gorontalo Utara, Sulawesi Utara berangsur surut</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak"/><item><title>   Banjir di Tolinggua Gorontalo Utara Mulai Surut, Sebanyak 8.228 Jiwa Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak</guid><pubDate>Jum'at 08 Maret 2024 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak-TuLsww8c0D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rendam Tolinggua (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/08/340/2980844/banjir-di-tolinggua-gorontalo-utara-mulai-surut-sebanyak-8-228-jiwa-terdampak-TuLsww8c0D.jpg</image><title>Banjir rendam Tolinggua (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wOC8xLzE3ODA1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Genangan banjir di sembilan desa di Kecamatan Tolinggua, Kabupaten Gorontalo Utara, Sulawesi Utara berangsur surut pada Jumat (8/3/2024).
Sebelumnya dilaporkan, banjir menggenangi Desa Tolinggua, Tollinggula Pantai, Ilomangga, Molangga, Tolinggula Tengah, Tilite Jaya, Tolinggula Ulu, Ilotunggula, Limbato, dan Desa Papualangi pada Kamis 7 Maret 2024.
Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Sumitro Datungsolang genangan air yang semula mencapai ketinggian 150 cm, berangsur surut di beberapa wilayah desa terdampak.

BACA JUGA:
Banjir Bandang Terjang Tana Toraja, Kios Warga Rusak dan Jalan Poros Lumpuh

&amp;ldquo;Air sudah surut mulai tadi malam dan warga tetap berada di rumah,&amp;rdquo; terang Sumitro dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Tanah Longsor dan Banjir di Sragen, BNPB: 3 Meninggal, 56 Jiwa Terancam

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa terdampak banjir sebanyak 8.228 jiwa. Sementara itu kerugian materil tercatat 2.764 unit rumah terdampak, satu unit rumah di antaranya rusak berat.
&amp;ldquo;Pagi ini ada laporan masuk bahwa ada satu rumah roboh akibat banjir di Desa Ilomangga, Kecamatan Tolinggula,&amp;rdquo; tambah Sumitro.Selain banjir, peristiwa tanah longsor juga terjadi pada hari yang sama. Lokasinya berada di jalan trans Sulawesi tepatnya di Desa Sembihingan, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor ini, namun arus lalu lintas dari Gorontalo ke Sulawesi Tengah sempat terputus. Pagi ini satu alat berat telah dikerahkan guna pembersihan material longsor.

BNPB mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi khususnya di lingkup keluarga. Persiapkan langkah-langkah mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, seperti mematikan aliran listrik, menyimpan dokumen penting di tempat aman atau menyiapkan tas siaga bencana.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wOC8xLzE3ODA1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Genangan banjir di sembilan desa di Kecamatan Tolinggua, Kabupaten Gorontalo Utara, Sulawesi Utara berangsur surut pada Jumat (8/3/2024).
Sebelumnya dilaporkan, banjir menggenangi Desa Tolinggua, Tollinggula Pantai, Ilomangga, Molangga, Tolinggula Tengah, Tilite Jaya, Tolinggula Ulu, Ilotunggula, Limbato, dan Desa Papualangi pada Kamis 7 Maret 2024.
Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Sumitro Datungsolang genangan air yang semula mencapai ketinggian 150 cm, berangsur surut di beberapa wilayah desa terdampak.

BACA JUGA:
Banjir Bandang Terjang Tana Toraja, Kios Warga Rusak dan Jalan Poros Lumpuh

&amp;ldquo;Air sudah surut mulai tadi malam dan warga tetap berada di rumah,&amp;rdquo; terang Sumitro dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Tanah Longsor dan Banjir di Sragen, BNPB: 3 Meninggal, 56 Jiwa Terancam

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa terdampak banjir sebanyak 8.228 jiwa. Sementara itu kerugian materil tercatat 2.764 unit rumah terdampak, satu unit rumah di antaranya rusak berat.
&amp;ldquo;Pagi ini ada laporan masuk bahwa ada satu rumah roboh akibat banjir di Desa Ilomangga, Kecamatan Tolinggula,&amp;rdquo; tambah Sumitro.Selain banjir, peristiwa tanah longsor juga terjadi pada hari yang sama. Lokasinya berada di jalan trans Sulawesi tepatnya di Desa Sembihingan, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor ini, namun arus lalu lintas dari Gorontalo ke Sulawesi Tengah sempat terputus. Pagi ini satu alat berat telah dikerahkan guna pembersihan material longsor.

BNPB mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi khususnya di lingkup keluarga. Persiapkan langkah-langkah mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, seperti mematikan aliran listrik, menyimpan dokumen penting di tempat aman atau menyiapkan tas siaga bencana.

</content:encoded></item></channel></rss>
