<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Antisipasi Eskalasi Aksi Massa Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2024   </title><description>Eskalasi aksi massa menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pada Rabu 20 Maret 2024 mendatang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024"/><item><title>Polri Antisipasi Eskalasi Aksi Massa Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2024   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2024 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024-H7BiH0DmI3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo (foto: dok Polri) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/09/337/2981135/polri-antisipasi-eskalasi-aksi-massa-jelang-pengumuman-hasil-pemilu-2024-H7BiH0DmI3.jpg</image><title>Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo (foto: dok Polri) </title></images><description>
JAKARTA - Polri menyiapkan sejumlah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama bila ada eskalasi aksi massa menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pada Rabu 20 Maret 2024 mendatang.

&quot;Terkait antisipasi eskalasi menjelang masa pengumuman suara nasional, sebagai langkah antisipasinya Polri tentu telah mengantisipasi baik itu keamanan dan ketertiban melalui Operasi Mantab Brata 2024,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
Tak Percaya dengan MK, Ahok: Hanya Hak Angket yang Bisa Bongkar Kecurangan Pemilu!

Trunoyudo menjelaskan, antisipasi dilakukan mulai dari tingkat Mabes Polri maupun Polda jajarannya.

Operasi Mantap Brata, kata Trunoyudo, dilaksanakan selama 222 hari, mulai dari tahapan awal Pemilu 2024, pendaftaran, hingga Oktober, saat pengucapan sumpah janji calon presiden (capres) terpilih.

&quot;Operasi ini tentunya mengedepankan fungsi preemtif, preventif dan didukung dengan kegiatan kegiatan penegakkan hukum, humas, dan kemudian bantuan operasi,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
JK: Pemilu 2024 Jadi Momentum Mengoreksi Penyimpangan Penggunaan Kekuasaan

Trunoyudo berharap, dengan adanya operasi mantap brata, akan terwujud situasi kondusif hingga proses pemilu selesai.

&quot;Sehingga harapannya dan menjadi harapan seluruh elemen masyarakat terwujud situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Polri menyiapkan sejumlah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama bila ada eskalasi aksi massa menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pada Rabu 20 Maret 2024 mendatang.

&quot;Terkait antisipasi eskalasi menjelang masa pengumuman suara nasional, sebagai langkah antisipasinya Polri tentu telah mengantisipasi baik itu keamanan dan ketertiban melalui Operasi Mantab Brata 2024,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
Tak Percaya dengan MK, Ahok: Hanya Hak Angket yang Bisa Bongkar Kecurangan Pemilu!

Trunoyudo menjelaskan, antisipasi dilakukan mulai dari tingkat Mabes Polri maupun Polda jajarannya.

Operasi Mantap Brata, kata Trunoyudo, dilaksanakan selama 222 hari, mulai dari tahapan awal Pemilu 2024, pendaftaran, hingga Oktober, saat pengucapan sumpah janji calon presiden (capres) terpilih.

&quot;Operasi ini tentunya mengedepankan fungsi preemtif, preventif dan didukung dengan kegiatan kegiatan penegakkan hukum, humas, dan kemudian bantuan operasi,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
JK: Pemilu 2024 Jadi Momentum Mengoreksi Penyimpangan Penggunaan Kekuasaan

Trunoyudo berharap, dengan adanya operasi mantap brata, akan terwujud situasi kondusif hingga proses pemilu selesai.

&quot;Sehingga harapannya dan menjadi harapan seluruh elemen masyarakat terwujud situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
