<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Alasan Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan: Kelamaan Tanpa Perlindungan hingga Dimiskinkan!</title><description>Para peserta aksi yang mengenakan pakaian serba hitam itu menyampaikan aspirasinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan"/><item><title> Alasan Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan: Kelamaan Tanpa Perlindungan hingga Dimiskinkan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2024 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan-kFoaC69aZh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/09/337/2981278/alasan-aliansi-perempuan-indonesia-turun-ke-jalan-kelamaan-tanpa-perlindungan-hingga-dimiskinkan-kFoaC69aZh.jpg</image><title>Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (foto: dok MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Sejumlah peserta aksi perempuan geruduk Istana tiba di di silang Monas tepatnya di depan Patung Kuda usai  melakukan long march dari depan Kantor Bawaslu RI.

Para peserta aksi yang mengenakan pakaian serba hitam itu menyampaikan aspirasinya. Salah satu orator bahkan menyebut Presiden Jokowi adalah biang dari perusak demokrasi.

&quot;Siapa perusak demokrasi? Jokowi,&quot; kata salah satu orator.

BACA JUGA:
 Aliansi Perempuan Indonesia Minta Pemerintah Cabut UU Ciptaker!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Orator itu jua menyebut bahwa aksi yang dilakukan oleh ratusan orang itu salah satunya untuk mengekpresikan pentingnya kehadiran perempuan.

&quot;Perempuan-perempuan disini mau meng-ekspresikan diri, karena kelamaan tanpa perlindungan, kelamaan dimiskinkan, kelamaan digusur,&quot; kata orator itu.

Pihak kepolisian sudah menutup jalan menuju Istana di Jalan Medan Merdeka Barat, sehingga peserta aksi dari aliansi perempuan Indonesia itu melakukan aksinya di depan Patung Kuda, Gambir Jakarta Pusat.

BACA JUGA:
Aliansi Perempuan Indonesia Tuntut Pemerintah Tegakkan Demokrasi dan Supremasi Hukum
Para peserta aksi tersebut terpantau mulai mendatangi titik kumpul di depan Kantor Bawaslu pada lukul 07.40 WIB. Mereka membawa poster hingga spanduk yang bertuliskan kritik untuk pemerintah.



&quot;Mau lebaran beras mahal,&quot; tulis salah satu poster yang dibawa peserta aksi.



&quot;Aku mau Indonesia tanpa oligarki,&quot; tulis poster lainnya.



Selain membawa poster dan spanduk, aksi perempuan geruduk Istana tersebut juga diiringi oleh nyanyian yel-yel yang ingin mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena dianggap telah merusak demokrasi di Indonesia.



&quot;Adili Jokowi, hidup perempuan Indonesia,&quot; kara salah satu orator.</description><content:encoded>

JAKARTA - Sejumlah peserta aksi perempuan geruduk Istana tiba di di silang Monas tepatnya di depan Patung Kuda usai  melakukan long march dari depan Kantor Bawaslu RI.

Para peserta aksi yang mengenakan pakaian serba hitam itu menyampaikan aspirasinya. Salah satu orator bahkan menyebut Presiden Jokowi adalah biang dari perusak demokrasi.

&quot;Siapa perusak demokrasi? Jokowi,&quot; kata salah satu orator.

BACA JUGA:
 Aliansi Perempuan Indonesia Minta Pemerintah Cabut UU Ciptaker!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Orator itu jua menyebut bahwa aksi yang dilakukan oleh ratusan orang itu salah satunya untuk mengekpresikan pentingnya kehadiran perempuan.

&quot;Perempuan-perempuan disini mau meng-ekspresikan diri, karena kelamaan tanpa perlindungan, kelamaan dimiskinkan, kelamaan digusur,&quot; kata orator itu.

Pihak kepolisian sudah menutup jalan menuju Istana di Jalan Medan Merdeka Barat, sehingga peserta aksi dari aliansi perempuan Indonesia itu melakukan aksinya di depan Patung Kuda, Gambir Jakarta Pusat.

BACA JUGA:
Aliansi Perempuan Indonesia Tuntut Pemerintah Tegakkan Demokrasi dan Supremasi Hukum
Para peserta aksi tersebut terpantau mulai mendatangi titik kumpul di depan Kantor Bawaslu pada lukul 07.40 WIB. Mereka membawa poster hingga spanduk yang bertuliskan kritik untuk pemerintah.



&quot;Mau lebaran beras mahal,&quot; tulis salah satu poster yang dibawa peserta aksi.



&quot;Aku mau Indonesia tanpa oligarki,&quot; tulis poster lainnya.



Selain membawa poster dan spanduk, aksi perempuan geruduk Istana tersebut juga diiringi oleh nyanyian yel-yel yang ingin mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena dianggap telah merusak demokrasi di Indonesia.



&quot;Adili Jokowi, hidup perempuan Indonesia,&quot; kara salah satu orator.</content:encoded></item></channel></rss>
