<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir di Padang, BNPB: 8.000 Lebih Warga Terdampak, 2 Rumah Hanyut   </title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 8.000 warga Kota Padang, Sumatera Barat, terdampak banjir&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut"/><item><title>Banjir di Padang, BNPB: 8.000 Lebih Warga Terdampak, 2 Rumah Hanyut   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2024 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut-DWy49OcDLO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Padang (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/09/340/2981199/banjir-di-padang-bnpb-8-000-lebih-warga-terdampak-2-rumah-hanyut-DWy49OcDLO.jpg</image><title>Banjir di Padang (foto: dok BNPB)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 8.000 warga Kota Padang, Sumatera Barat, terdampak banjir akibat hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (7/3/2024) pukul 16.00 WIB. Genangan banjir pun masih berlangsung hingga Jumat (8/3/2024) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, ada sebanyak 8.118 warga masih terdampak banjir, sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 2.947 warga.

&quot;Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus melakukan pendataan populasi yang mengalami dampak bencana hingga malam tadi, pukul 23.00 WIB,&quot; ucap Abdul dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
 Tiga Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Pandeglang Terendam Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Abdul mengatakan, ada sebanyak delapan kecamatan terendam banjir dengan ketinggian muka air bervariasi hingga 1,5 meter.

&quot;Kedelapan kecamatan yang dilanda banjir yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Koto Tangah, Padang Utara, Kuranji, Naggalo dan Padang Selatan,&quot; ungkapnya.

Abdul juga memastikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, Namun kerugian yang tercatat yakni 110 unit rumah warga dan 1 RSUP dr. M. Djamil Padang.

BACA JUGA:
 Diterjang Cuaca Ekstrem, 191 Rumah dan 764 Jiwa di Lebak Terdampak Banjir hingga Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Pihak BNPB masih melakukan penilaian kerusakan pada rumah warga. Sedangkan 2 rumah dinyatakan hanyut akibat banjir,&quot; imbuhnya.

Selain banjir, lanjut Abdul, hujan lebat juga memicu terjadi tanah longsor. BPBD setempat menyebutkan material longsor telah menghambat akses jalan di Lubuk Paraku.



&quot;BPBD telah melakukan berbagai upaya darurat. Tim reaksi cepat bersiaga untuk mengantisipasi situasi yang buruk di tengah masyarakat,&quot; katanya.



Atas peristiwa ini, pihaknya pun mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada terhadap dampak lanjutan banjir. Di samping itu, hujan masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Padang.



&quot;Hingga Minggu (10/3), Kota Padang masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan,&quot; ujarnya.



Abdul mengatakan, Kepala BNPB juga akan meninjau lokasi terdampak di wilayah Sumatera Barat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terdampak, khususnya Pesisir Selatan, Padang Pariaman dan Kota Padang.



&quot;Kepala BNPB direncanakan segera akan meninjau langsung operasi tanggap darurat dan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik,&quot; katanya.



Selain itu, Kepala BNPB juga akan memastikan agar pemulihan pascabencana bisa dilakukan dengan efektif dan efisien,&quot;



&quot;Kedeputian 3 Tanggap Darurat BNPB telah menyiapkan dukungan personil, alat, perangkat dan anggaran operasional untuk disalurkan dalam masa tanggap darurat ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 8.000 warga Kota Padang, Sumatera Barat, terdampak banjir akibat hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (7/3/2024) pukul 16.00 WIB. Genangan banjir pun masih berlangsung hingga Jumat (8/3/2024) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, ada sebanyak 8.118 warga masih terdampak banjir, sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 2.947 warga.

&quot;Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus melakukan pendataan populasi yang mengalami dampak bencana hingga malam tadi, pukul 23.00 WIB,&quot; ucap Abdul dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
 Tiga Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Pandeglang Terendam Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Abdul mengatakan, ada sebanyak delapan kecamatan terendam banjir dengan ketinggian muka air bervariasi hingga 1,5 meter.

&quot;Kedelapan kecamatan yang dilanda banjir yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Koto Tangah, Padang Utara, Kuranji, Naggalo dan Padang Selatan,&quot; ungkapnya.

Abdul juga memastikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, Namun kerugian yang tercatat yakni 110 unit rumah warga dan 1 RSUP dr. M. Djamil Padang.

BACA JUGA:
 Diterjang Cuaca Ekstrem, 191 Rumah dan 764 Jiwa di Lebak Terdampak Banjir hingga Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Pihak BNPB masih melakukan penilaian kerusakan pada rumah warga. Sedangkan 2 rumah dinyatakan hanyut akibat banjir,&quot; imbuhnya.

Selain banjir, lanjut Abdul, hujan lebat juga memicu terjadi tanah longsor. BPBD setempat menyebutkan material longsor telah menghambat akses jalan di Lubuk Paraku.



&quot;BPBD telah melakukan berbagai upaya darurat. Tim reaksi cepat bersiaga untuk mengantisipasi situasi yang buruk di tengah masyarakat,&quot; katanya.



Atas peristiwa ini, pihaknya pun mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada terhadap dampak lanjutan banjir. Di samping itu, hujan masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Padang.



&quot;Hingga Minggu (10/3), Kota Padang masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan,&quot; ujarnya.



Abdul mengatakan, Kepala BNPB juga akan meninjau lokasi terdampak di wilayah Sumatera Barat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terdampak, khususnya Pesisir Selatan, Padang Pariaman dan Kota Padang.



&quot;Kepala BNPB direncanakan segera akan meninjau langsung operasi tanggap darurat dan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik,&quot; katanya.



Selain itu, Kepala BNPB juga akan memastikan agar pemulihan pascabencana bisa dilakukan dengan efektif dan efisien,&quot;



&quot;Kedeputian 3 Tanggap Darurat BNPB telah menyiapkan dukungan personil, alat, perangkat dan anggaran operasional untuk disalurkan dalam masa tanggap darurat ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
