<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipicu Suara Nyanyian, Remaja di Makassar Dikeroyok Lalu Balik Tikam Pria yang Menegurnya hingga Tewas</title><description>Setelah dikejar kelompok korban, aksi penikaman pelaku terekam CCTV. Pelaku juga akhirnya berhasil ditangkap polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas"/><item><title>Dipicu Suara Nyanyian, Remaja di Makassar Dikeroyok Lalu Balik Tikam Pria yang Menegurnya hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2024 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Leo Muhammad Nur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas-Ah5ZDpyvhP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi merilis pelaku penusukan di Sulsel (Foto: Leo Muhammad Nur)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/09/609/2981054/dipicu-suara-nyanyian-remaja-di-makassar-dikeroyok-lalu-balik-tikam-pria-yang-menegurnya-hingga-tewas-Ah5ZDpyvhP.jpg</image><title>Polisi merilis pelaku penusukan di Sulsel (Foto: Leo Muhammad Nur)</title></images><description>MAKASSAR - Lantaran tak terima dikeroyok karena suara nyanyiannya terlalu kencang atau berisik, seorang remaja di bawah umur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali melawan dengan melakukan penikaman.

Setelah dikejar kelompok korban, aksi penikaman pelaku terekam CCTV. Pelaku juga akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Dalam rekaman CCTV, terlihat saat pelaku FH dikejar oleh sekelompok pemuda di Jalan Sumba, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Merasa terdesak, pelaku akhirnya mengeluarkan senjata tajam jenis sangkurnya untuk balik melakukan penyerangan balik dengan melakukan penikaman di bagian dada pada korban berinisial AR 21 tahun.

BACA JUGA:
Terhalang Kabut, Pencarian Pesawat Smart Air Dihentikan Sementara&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Korban yang sempat berusaha kabur kembali didapati oleh pelaku di Jalan Doktor Wahidin Sudiro Husodo. Kemudian, kembali mendapatkan penikaman pada bagian lengan.

Meski sempat berusaha dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar, namun nyawa korban tidak tertolong lagi. Pelaku akhirnya ditangkap di kawasan Pelabuhan Makassar pada Kamis malam kemarin saat berusaha kabur ke Kalimantan menggunakan kapal Pelni.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Frianto mengatakan, kronologi kejadian berawal saat Kamis 7 Maret 2024 sekitar pukul 4 dini hari. Korban yang tengah berjalan bersama empat kawannya  lalu berpapasan dengan pelaku yang tengah bernyanyi dengan suara keras bersama rekannya.

BACA JUGA:
Banjir Lumpuhkan Jalan Nasional di Aceh Singkil


Korban lalu menegur pelaku hingga terlibat cekcok membuat kelompok pelaku dipukul korban hingga membuat pelaku berusaha kabur. Namun, karena dikejar akhinya balik melakukan penyerangan membuat korban tewas dengan dua luka tikaman.



Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara juncto Undang-Undang Perlindungan Anak. Kini, penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar juga berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Makassar untuk proses penyelidikan lantaran pelaku masih di bawah umur.

</description><content:encoded>MAKASSAR - Lantaran tak terima dikeroyok karena suara nyanyiannya terlalu kencang atau berisik, seorang remaja di bawah umur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali melawan dengan melakukan penikaman.

Setelah dikejar kelompok korban, aksi penikaman pelaku terekam CCTV. Pelaku juga akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Dalam rekaman CCTV, terlihat saat pelaku FH dikejar oleh sekelompok pemuda di Jalan Sumba, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Merasa terdesak, pelaku akhirnya mengeluarkan senjata tajam jenis sangkurnya untuk balik melakukan penyerangan balik dengan melakukan penikaman di bagian dada pada korban berinisial AR 21 tahun.

BACA JUGA:
Terhalang Kabut, Pencarian Pesawat Smart Air Dihentikan Sementara&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Korban yang sempat berusaha kabur kembali didapati oleh pelaku di Jalan Doktor Wahidin Sudiro Husodo. Kemudian, kembali mendapatkan penikaman pada bagian lengan.

Meski sempat berusaha dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar, namun nyawa korban tidak tertolong lagi. Pelaku akhirnya ditangkap di kawasan Pelabuhan Makassar pada Kamis malam kemarin saat berusaha kabur ke Kalimantan menggunakan kapal Pelni.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Frianto mengatakan, kronologi kejadian berawal saat Kamis 7 Maret 2024 sekitar pukul 4 dini hari. Korban yang tengah berjalan bersama empat kawannya  lalu berpapasan dengan pelaku yang tengah bernyanyi dengan suara keras bersama rekannya.

BACA JUGA:
Banjir Lumpuhkan Jalan Nasional di Aceh Singkil


Korban lalu menegur pelaku hingga terlibat cekcok membuat kelompok pelaku dipukul korban hingga membuat pelaku berusaha kabur. Namun, karena dikejar akhinya balik melakukan penyerangan membuat korban tewas dengan dua luka tikaman.



Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara juncto Undang-Undang Perlindungan Anak. Kini, penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar juga berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Makassar untuk proses penyelidikan lantaran pelaku masih di bawah umur.

</content:encoded></item></channel></rss>
