<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Kekuatan Besar di Belakang KPU untuk Kecilkan Suara Parpol Pendukung Ganjar</title><description>Hasto pun menegaskan, bahwa pernyataan yang disampaikannya itu bukan berdasarkan opini pribadinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar"/><item><title>Ada Kekuatan Besar di Belakang KPU untuk Kecilkan Suara Parpol Pendukung Ganjar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar</guid><pubDate>Minggu 10 Maret 2024 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Ismet Humaedi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar-9KIhYKgH1P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU RI/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/10/337/2981475/ada-kekuatan-besar-di-belakang-kpu-untuk-kecilkan-suara-parpol-pendukung-ganjar-9KIhYKgH1P.jpg</image><title>Komisioner KPU RI/Foto: Antara</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wOC8xLzE3ODA1OS81L3g4dTF3ZXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menuding ada kekuatan besar di belakang Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini terkait dugaan untuk mengecilkan suara partai politik pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
Pernyataan ini disampaikan Hasto di Sekretariat bersama (Sekber)  Front Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR)di Jalan Diponegoro 72, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
Wartawan Okezone Juara 1 Lomba Penulisan Jurnalistik Pemilu Damai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kami bertemu dengan pakar IT tidak hanya terkait dengan KPU. Ada kekuatan besar di belakang KPU yang kemudian menggunakan Sirekap untuk merancang suatu desain melalui quick count yang diintersep,&quot; kata Hasto kepada wartawan.
Dikatakannya, kekuatan ini mengkecil-kecilkan suara partai politik pendukung Ganjar-Mahfud dalam kontestasi Pemilu 2024 Quick count yang diintersep ini tidak hanya Pemilihan Presiden (Pilpres), tetapi juga Pemilu Legislatif.

BACA JUGA:
Pemilu 2024, Perolehan Suara Airin Tertinggi di Internal Golkar

&quot;Pileg itu misalnya exit poll menunjukkan bagaimana Gerindra setidak-tidaknya nomor 2. Lalu ada suatu upaya untuk mengintersep quick count untuk Pileg. Sehingga akhirnya partai Gerindra muncul ketiga,&quot; kata dia.
Hasto pun menegaskan, bahwa pernyataan yang disampaikannya itu bukan berdasarkan opini pribadinya.&amp;nbsp;Dia mengklaim memiliki bukti kecurangan atas tudingan yang disampaikan ke awak media tersebut.
&quot;PDIP dikecil-kecilkan, PPP dikecil-kecilkan. Bahkan, nanti bisa tercatat bahwa pemerintahan ini, rezim saat ini menghilangkan sejarah partai kakbah,&quot;ujar Hasto.
&quot;Perindo dikecil-kecilkan, Hanura dikecil-kecilkan, siapa yang mendukung Ganjar-Mahfud dikecil-kecilkan oleh manuver dari rezim yang ingin memperpanjang kekuasaan,&quot;pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wOC8xLzE3ODA1OS81L3g4dTF3ZXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menuding ada kekuatan besar di belakang Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini terkait dugaan untuk mengecilkan suara partai politik pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
Pernyataan ini disampaikan Hasto di Sekretariat bersama (Sekber)  Front Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR)di Jalan Diponegoro 72, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

BACA JUGA:
Wartawan Okezone Juara 1 Lomba Penulisan Jurnalistik Pemilu Damai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kami bertemu dengan pakar IT tidak hanya terkait dengan KPU. Ada kekuatan besar di belakang KPU yang kemudian menggunakan Sirekap untuk merancang suatu desain melalui quick count yang diintersep,&quot; kata Hasto kepada wartawan.
Dikatakannya, kekuatan ini mengkecil-kecilkan suara partai politik pendukung Ganjar-Mahfud dalam kontestasi Pemilu 2024 Quick count yang diintersep ini tidak hanya Pemilihan Presiden (Pilpres), tetapi juga Pemilu Legislatif.

BACA JUGA:
Pemilu 2024, Perolehan Suara Airin Tertinggi di Internal Golkar

&quot;Pileg itu misalnya exit poll menunjukkan bagaimana Gerindra setidak-tidaknya nomor 2. Lalu ada suatu upaya untuk mengintersep quick count untuk Pileg. Sehingga akhirnya partai Gerindra muncul ketiga,&quot; kata dia.
Hasto pun menegaskan, bahwa pernyataan yang disampaikannya itu bukan berdasarkan opini pribadinya.&amp;nbsp;Dia mengklaim memiliki bukti kecurangan atas tudingan yang disampaikan ke awak media tersebut.
&quot;PDIP dikecil-kecilkan, PPP dikecil-kecilkan. Bahkan, nanti bisa tercatat bahwa pemerintahan ini, rezim saat ini menghilangkan sejarah partai kakbah,&quot;ujar Hasto.
&quot;Perindo dikecil-kecilkan, Hanura dikecil-kecilkan, siapa yang mendukung Ganjar-Mahfud dikecil-kecilkan oleh manuver dari rezim yang ingin memperpanjang kekuasaan,&quot;pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
