<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu Pinjol di Balik Sekeluarga Lompat dari Apartemen Penjaringan, Ini Kata Polisi</title><description>Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya menyatakan pihaknya belum bisa memastikan motif tewasnya satu keluarga tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi"/><item><title>Isu Pinjol di Balik Sekeluarga Lompat dari Apartemen Penjaringan, Ini Kata Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi</guid><pubDate>Minggu 10 Maret 2024 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi-ZZ9zpENdzz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/10/338/2981605/isu-pinjol-di-balik-sekeluarga-lompat-dari-apartemen-penjaringan-ini-kata-polisi-ZZ9zpENdzz.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8xLzE3ODEzNy81L3g4dTV1MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Motif peristiwa bunuh diri yang dialami oleh empat orang sekeluarga nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 22 di apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu, 9 Maret 2024, hingga saat ini masih misteri.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa satu keluarga itu mengalami kesulitan ekonomi bahkan diduga terlibat pinjaman online (pinjol) yang pada akhirnya bunuh diri.
Merespons hal itu, Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya menyatakan pihaknya belum bisa memastikan motif tewasnya satu keluarga tersebut.
&amp;ldquo;Masih didalami (motif bunuh diri). Saya belum sampai pada kesimpulan itu (terkait pinjol),&amp;rdquo; kata Agus Ady kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).

BACA JUGA:
Satu Keluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen di Penjaringan dengan Tangan Terikat

Sebelumnya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan para korban lompat dari rooftop atau lantai 22 apartemen tersebut dengan kondisi tangan terikat tali.
Kata Agus, tangan korban AE yang merupakan ayah terikat dengan sang anak berinisial JL. Sedangkan tangan AIL yang merupakan istri AE, terikat dengan anak berinisial JWA.

BACA JUGA:
4 Orang Sekeluarga Bunuh Diri, Ada Bucket Bunga di TKP yang Terpasang Garis Polisi

&quot;Pada saat terjatuh itu, masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama. AIL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,&quot; kata Agus kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).


Sementara itu, sebelum melakukan aksi bunuh diri, Agus menyebut AE sempat mencium kening anak dan istrinya. Hal ini terekam dalam kamera pengawas atau CCTV apartemen tersebut.

&quot;Pukul 16.04 WIB, para korban ini masuk dalam lift terekam ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya,&quot; ujar dia.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8xLzE3ODEzNy81L3g4dTV1MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Motif peristiwa bunuh diri yang dialami oleh empat orang sekeluarga nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 22 di apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu, 9 Maret 2024, hingga saat ini masih misteri.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa satu keluarga itu mengalami kesulitan ekonomi bahkan diduga terlibat pinjaman online (pinjol) yang pada akhirnya bunuh diri.
Merespons hal itu, Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya menyatakan pihaknya belum bisa memastikan motif tewasnya satu keluarga tersebut.
&amp;ldquo;Masih didalami (motif bunuh diri). Saya belum sampai pada kesimpulan itu (terkait pinjol),&amp;rdquo; kata Agus Ady kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).

BACA JUGA:
Satu Keluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen di Penjaringan dengan Tangan Terikat

Sebelumnya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan para korban lompat dari rooftop atau lantai 22 apartemen tersebut dengan kondisi tangan terikat tali.
Kata Agus, tangan korban AE yang merupakan ayah terikat dengan sang anak berinisial JL. Sedangkan tangan AIL yang merupakan istri AE, terikat dengan anak berinisial JWA.

BACA JUGA:
4 Orang Sekeluarga Bunuh Diri, Ada Bucket Bunga di TKP yang Terpasang Garis Polisi

&quot;Pada saat terjatuh itu, masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama. AIL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,&quot; kata Agus kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).


Sementara itu, sebelum melakukan aksi bunuh diri, Agus menyebut AE sempat mencium kening anak dan istrinya. Hal ini terekam dalam kamera pengawas atau CCTV apartemen tersebut.

&quot;Pukul 16.04 WIB, para korban ini masuk dalam lift terekam ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya,&quot; ujar dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
