<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Observatium Bosscha Ungkap Hasil Pengamatan Hilal Belum Terlihat</title><description>Agus menyebut jika pengamatan hilal kali ini terhalang kondisi cuaca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat"/><item><title>Peneliti Observatium Bosscha Ungkap Hasil Pengamatan Hilal Belum Terlihat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat</guid><pubDate>Minggu 10 Maret 2024 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat-BOQakqnqla.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti Observaturium Boscha tak melihat hilal (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/10/525/2981648/peneliti-observatium-bosscha-ungkap-hasil-pengamatan-hilal-belum-terlihat-BOQakqnqla.jpg</image><title>Peneliti Observaturium Boscha tak melihat hilal (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8yMC8xNzgxNDMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Staf peneliti observatium bossca, Agus Triono melaporkan hasil pengamatan hilal di Bosscha, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (10/3/2024).
Dalam pengamatan yang dilakukan menggunakan teleskop refraktor berdiameter 106 mm yang dilengkapi detektor kamera berbasis CMOS, Agus menyebut jika pengamatan hilal kali ini terhalang kondisi cuaca.
&quot;Kalau kita lihat kondisi cuaca pertama kurang memungkinkan karena banyak awan yang banyak di langit termasuk di daerah horizon,&quot; ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (10/3/2024).
Agus juga menambahkan, dari sisi kriteria konfigurasi bulan terhadap matahari, penampakan hilal pada ramadhan kali inu masih dibawah kriteria standar.

BACA JUGA:
PBNU Tetapkan Awal 1 Ramadhan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

&quot;Kemudian dari sisi kriteria konfigurasi bulan terhadap matahari pada ramadhan kali ini memang masih dibawah kriteria jdi kemungkinanya kecil sekali untuk bisa terlihat,&quot; tambahnya
Selain itu, pihaknya pun menegaskan jika penampakan hilal di Bosscha ini disimpulkan tidak terlihat.

BACA JUGA:
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Beserta Niatnya

&quot;Dari hasil pengamatan tadi kesimpulannya belum terlihat,&quot; ungkapnya.Adapun kata Agus, hasil kesimpulan dari pengamatan ini nantinya akan langsing diserahkan ke sidang isbat.

&quot;Biasanya kami dari observatorium bosscha akan melaporkan hasil pengamatan ini ke sidsng isbat jadi ada perwakilan disana. Dari semua laporan akan diolah kembali oleh sidang isbat baru akan di sampaikan ke masyarakat,&quot; pungkasnya</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8yMC8xNzgxNDMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Staf peneliti observatium bossca, Agus Triono melaporkan hasil pengamatan hilal di Bosscha, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (10/3/2024).
Dalam pengamatan yang dilakukan menggunakan teleskop refraktor berdiameter 106 mm yang dilengkapi detektor kamera berbasis CMOS, Agus menyebut jika pengamatan hilal kali ini terhalang kondisi cuaca.
&quot;Kalau kita lihat kondisi cuaca pertama kurang memungkinkan karena banyak awan yang banyak di langit termasuk di daerah horizon,&quot; ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (10/3/2024).
Agus juga menambahkan, dari sisi kriteria konfigurasi bulan terhadap matahari, penampakan hilal pada ramadhan kali inu masih dibawah kriteria standar.

BACA JUGA:
PBNU Tetapkan Awal 1 Ramadhan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

&quot;Kemudian dari sisi kriteria konfigurasi bulan terhadap matahari pada ramadhan kali ini memang masih dibawah kriteria jdi kemungkinanya kecil sekali untuk bisa terlihat,&quot; tambahnya
Selain itu, pihaknya pun menegaskan jika penampakan hilal di Bosscha ini disimpulkan tidak terlihat.

BACA JUGA:
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Beserta Niatnya

&quot;Dari hasil pengamatan tadi kesimpulannya belum terlihat,&quot; ungkapnya.Adapun kata Agus, hasil kesimpulan dari pengamatan ini nantinya akan langsing diserahkan ke sidang isbat.

&quot;Biasanya kami dari observatorium bosscha akan melaporkan hasil pengamatan ini ke sidsng isbat jadi ada perwakilan disana. Dari semua laporan akan diolah kembali oleh sidang isbat baru akan di sampaikan ke masyarakat,&quot; pungkasnya</content:encoded></item></channel></rss>
