<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melawan saat Ditangkap, Pengedar Narkoba Tewas Usai Lompat dari Motor Polisi</title><description>RO tewas usai lompat dari sepeda motor polisi saat ditangkap di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi"/><item><title>Melawan saat Ditangkap, Pengedar Narkoba Tewas Usai Lompat dari Motor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2024 03:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi-upLsyt7mtN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/11/340/2981730/melawan-saat-ditangkap-pengedar-narkoba-tewas-usai-lompat-dari-motor-polisi-upLsyt7mtN.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8xLzE3ODEzOS81L3g4dTV1eW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
FLORES TIMUR - Seorang pria terduga pengedar narkoba, RO tewas usai lompat dari sepeda motor polisi saat ditangkap&amp;nbsp;di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

RO adalah warga Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur. Dia ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur, Sabtu (9/3/2024) sore.

Kapolres Flores Timur AKBP I Nyoman Putra Sandita mengungkapkan, RO tiba-tiba melompat dari sepeda motor saat polisi sedang membawanya menuju Pelabuhan Tobilota.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Gerebek Kampung Bahari, Amankan 26 Tersangka dan Narkoba

&quot;Saat tiba di Desa Baniona, Kecamatan Wotanulumado, terduga pelaku mengamuk dan berusaha melawan petugas lalu melompat dari motor,&quot; ungkap AKBP Sandita, Minggu (10/3/2024).

Pelaku lantas terbentur keras di aspal sampai mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawanya tidak tertolong walau sempat ditangani medis. RO sempat dibawa ke Puskesmas Baniona, kemudian dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, namun nyawanya tidak tertolong.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kamuflase Gembong Narkoba Murtala Ilyas Transaksi Sabu di Rumah Ibadah

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan urine, AKBP Sandita menyebut RO positif mengkonsumsi narkotika jenis Amphetamine dan Methamphetamine.

Dari tangan pelaku, aparat mengamankan 19 paket Sabu seberat 3,21 gram dan uang tunai Rp6.870.000. Selain itu juga diamankan 1 buah pemantik, 2 buah pipet kaca, 1 unit telepon seluler, dan tas.Terkait meninggalnya terduga pelaku,  polisi sudah menjelaskan kepada pihak keluarga perihal kronologi dan proses penangkapan. AKBP Sandita mengatakan bahwa keluarga tersangka menerima kematian itu sebagai kecelakaan, lebih lagi diperkuat dengan keterangan para saksi dan hasil visum.



&quot;Dokter RSUD memberikan penjelasan kepada keluarga tersangka dan memberikan kesempatan untuk melihat kondisi jenazah,&quot; tutur AKBP Sandita.



&quot;Jenazah sudah diberangkatkan dari RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka ke kampung halamannya,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMC8xLzE3ODEzOS81L3g4dTV1eW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
FLORES TIMUR - Seorang pria terduga pengedar narkoba, RO tewas usai lompat dari sepeda motor polisi saat ditangkap&amp;nbsp;di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

RO adalah warga Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur. Dia ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur, Sabtu (9/3/2024) sore.

Kapolres Flores Timur AKBP I Nyoman Putra Sandita mengungkapkan, RO tiba-tiba melompat dari sepeda motor saat polisi sedang membawanya menuju Pelabuhan Tobilota.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Gerebek Kampung Bahari, Amankan 26 Tersangka dan Narkoba

&quot;Saat tiba di Desa Baniona, Kecamatan Wotanulumado, terduga pelaku mengamuk dan berusaha melawan petugas lalu melompat dari motor,&quot; ungkap AKBP Sandita, Minggu (10/3/2024).

Pelaku lantas terbentur keras di aspal sampai mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawanya tidak tertolong walau sempat ditangani medis. RO sempat dibawa ke Puskesmas Baniona, kemudian dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, namun nyawanya tidak tertolong.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kamuflase Gembong Narkoba Murtala Ilyas Transaksi Sabu di Rumah Ibadah

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan urine, AKBP Sandita menyebut RO positif mengkonsumsi narkotika jenis Amphetamine dan Methamphetamine.

Dari tangan pelaku, aparat mengamankan 19 paket Sabu seberat 3,21 gram dan uang tunai Rp6.870.000. Selain itu juga diamankan 1 buah pemantik, 2 buah pipet kaca, 1 unit telepon seluler, dan tas.Terkait meninggalnya terduga pelaku,  polisi sudah menjelaskan kepada pihak keluarga perihal kronologi dan proses penangkapan. AKBP Sandita mengatakan bahwa keluarga tersangka menerima kematian itu sebagai kecelakaan, lebih lagi diperkuat dengan keterangan para saksi dan hasil visum.



&quot;Dokter RSUD memberikan penjelasan kepada keluarga tersangka dan memberikan kesempatan untuk melihat kondisi jenazah,&quot; tutur AKBP Sandita.



&quot;Jenazah sudah diberangkatkan dari RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka ke kampung halamannya,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
