<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perahu Mati Mesin, 7 Nelayan Asal Cilacap Terombang-ambing di Lautan   </title><description>Sebanyak 7 nelayan asal Cilacap terombang-ambing di perairan selatan Kulonprogo usai mengalami mati mesin kapal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/11/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/11/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan"/><item><title>Perahu Mati Mesin, 7 Nelayan Asal Cilacap Terombang-ambing di Lautan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/11/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/11/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2024 01:08 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/10/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan-AROHvur5MB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi korban kapal mati mesin. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/10/510/2981709/perahu-mati-mesin-7-nelayan-asal-cilacap-terombang-ambing-di-lautan-AROHvur5MB.jpg</image><title>Evakuasi korban kapal mati mesin. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5MS81L3g4dHN5ZmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DIY - Sebanyak 7 nelayan asal Cilacap terombang-ambing di perairan selatan Kulonprogo usai mengalami mati mesin kapal, Minggu (10/3/2024). Beruntung mereka berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan DIY yang menemukan kapal itu terombang-ambing 55 menit dari Pantai Congot Kulonprogo.&amp;nbsp;

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan, Minggu (10/3/2024) pagi sekira pukul 05.50 WIB,. Petugas Siaga Pos Basarnas Kulonprogo menerima laporan dari pemilik kapal bahwa kapal Nelayan BR 2 GT 10 mengalami mati mesin di perairan Pantai congot Kulonprogo. Kapal tersebut sempat terombang-ambing.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapal Haesinho Tenggelam di Laut Korea, BP2MI: 7 PMI Jadi Korban

&quot;Pemilik kapal sempat meminta tolong kami agar menolong mereka,&quot; ujar dia.&amp;nbsp;

Kapal nelayan BR 2 GT 10 Rute Jogja - Cilacap mengalami mati mesin. Apesnya, kapal yang membawa 7 nelayan ini juga mengalami putus tali jangkar di Perairan Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.&amp;nbsp;

Kapal tersebut berada di jarak 1,74 NM dari muara sungai Bogowonto, cukup jauh dari bibir pantai. Sementara arus laut saat itu cukup deras dan kondisi gelombang sudah mulai meningkat. Sehingga harus segera dievakuasi agar tidak terjadi korban jiwa.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Kapal Kayu Angkut 20 Penumpang Tenggelam di Kupang, Belasan Orang Masih Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mendapat Laporan tersebut Personel Pos Basarnas Kulonprogo langsung berkordinasi dengan beberapa pihak untuk evakuasi,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

Pihaknya berkoordinasi dengan Pos TNI AL Congot, Pos Polairud Glagah dan pihak-pihak terkait lainnya. Setelah Berkordinasi Personil Basarnas Kulonprogo bersama dengan Pos TNI AL Congot, Pos Polairud Glagah, Satlinmas Wilayah 5 Glagah dan nelayan langsung menyiapkan Perahu Jukung.&amp;nbsp;

Mereka bersiap untuk menuju lokasi kapal yang mengalami mati mesin. Setelah persiapan semua siap, tim SAR Gabungan menggunakan Perahu Jukung segera menuju lokasi kapal mati mesin.

&quot;Kurang lebih 55 menit perjalanan menggunakan perahu jukung berhasil menemukan kapal tersebut,&quot; tambahnya.Akhirnya pukul 07.10 wib tim SAR Gabungan berhasil melihat kapal itu. Setelah itu Tim SAR Gabungan berusaha mendekati kapal nelayan. Selanjutnya mereka memperbaiki kondisi mesin yang mati dengan mengganti peralatannya.



Setelah beberapa saat kemudian mesin kapal nelayan kembali nyala dan berfungsi secara normal. Kondisi ABK sejumlah 7 orang dalam kondisi selamat selanjutnya kapal nelayan melanjutkan perjalanan ke cilacap dengan kondisi dan situasi di lokasi aman terkendali.



Setelah dilakukan perbaikan kapalselesai dan akhirnya kapal nelayan yang sempat mengalami mati mesin dapat melanjutkan perjalanan ke Cilacap Jawa Tengah. Sedangkan untuk Tim SAR Gabungan kembali ke Darat ke dan mendarat di pantai Congot.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5MS81L3g4dHN5ZmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DIY - Sebanyak 7 nelayan asal Cilacap terombang-ambing di perairan selatan Kulonprogo usai mengalami mati mesin kapal, Minggu (10/3/2024). Beruntung mereka berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan DIY yang menemukan kapal itu terombang-ambing 55 menit dari Pantai Congot Kulonprogo.&amp;nbsp;

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan, Minggu (10/3/2024) pagi sekira pukul 05.50 WIB,. Petugas Siaga Pos Basarnas Kulonprogo menerima laporan dari pemilik kapal bahwa kapal Nelayan BR 2 GT 10 mengalami mati mesin di perairan Pantai congot Kulonprogo. Kapal tersebut sempat terombang-ambing.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapal Haesinho Tenggelam di Laut Korea, BP2MI: 7 PMI Jadi Korban

&quot;Pemilik kapal sempat meminta tolong kami agar menolong mereka,&quot; ujar dia.&amp;nbsp;

Kapal nelayan BR 2 GT 10 Rute Jogja - Cilacap mengalami mati mesin. Apesnya, kapal yang membawa 7 nelayan ini juga mengalami putus tali jangkar di Perairan Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.&amp;nbsp;

Kapal tersebut berada di jarak 1,74 NM dari muara sungai Bogowonto, cukup jauh dari bibir pantai. Sementara arus laut saat itu cukup deras dan kondisi gelombang sudah mulai meningkat. Sehingga harus segera dievakuasi agar tidak terjadi korban jiwa.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Kapal Kayu Angkut 20 Penumpang Tenggelam di Kupang, Belasan Orang Masih Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mendapat Laporan tersebut Personel Pos Basarnas Kulonprogo langsung berkordinasi dengan beberapa pihak untuk evakuasi,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

Pihaknya berkoordinasi dengan Pos TNI AL Congot, Pos Polairud Glagah dan pihak-pihak terkait lainnya. Setelah Berkordinasi Personil Basarnas Kulonprogo bersama dengan Pos TNI AL Congot, Pos Polairud Glagah, Satlinmas Wilayah 5 Glagah dan nelayan langsung menyiapkan Perahu Jukung.&amp;nbsp;

Mereka bersiap untuk menuju lokasi kapal yang mengalami mati mesin. Setelah persiapan semua siap, tim SAR Gabungan menggunakan Perahu Jukung segera menuju lokasi kapal mati mesin.

&quot;Kurang lebih 55 menit perjalanan menggunakan perahu jukung berhasil menemukan kapal tersebut,&quot; tambahnya.Akhirnya pukul 07.10 wib tim SAR Gabungan berhasil melihat kapal itu. Setelah itu Tim SAR Gabungan berusaha mendekati kapal nelayan. Selanjutnya mereka memperbaiki kondisi mesin yang mati dengan mengganti peralatannya.



Setelah beberapa saat kemudian mesin kapal nelayan kembali nyala dan berfungsi secara normal. Kondisi ABK sejumlah 7 orang dalam kondisi selamat selanjutnya kapal nelayan melanjutkan perjalanan ke cilacap dengan kondisi dan situasi di lokasi aman terkendali.



Setelah dilakukan perbaikan kapalselesai dan akhirnya kapal nelayan yang sempat mengalami mati mesin dapat melanjutkan perjalanan ke Cilacap Jawa Tengah. Sedangkan untuk Tim SAR Gabungan kembali ke Darat ke dan mendarat di pantai Congot.





</content:encoded></item></channel></rss>
