<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kepala Bayi Tertinggal di Rahim, Dinkes: Sudah Meninggal 10 Hari Sebelum Persalinan</title><description>Bayi Musarrofah sudah meninggal dalam kandungan delapan hingga sepuluh hari sebelumnya di dalam rahim, bukan meninggal saat persalinan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan"/><item><title>Kasus Kepala Bayi Tertinggal di Rahim, Dinkes: Sudah Meninggal 10 Hari Sebelum Persalinan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan</guid><pubDate>Selasa 12 Maret 2024 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Syahrawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan-et7hw6dSno.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puskesmas Kedungdung, Bangkalan, tempat penanganan bayi yang kepalanya tertinggal di rahim (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/12/519/2982157/kasus-kepala-bayi-tertinggal-di-rahim-dinkes-sudah-meninggal-10-hari-sebelum-persalinan-et7hw6dSno.jpg</image><title>Puskesmas Kedungdung, Bangkalan, tempat penanganan bayi yang kepalanya tertinggal di rahim (Foto : iNews)</title></images><description>BANGKALAN - Viral dugaan kasus mal praktik saat proses persalinan di salah satu puskesmas di Bangkalan, Madura. Di mana dalam video amatir yang beredar disebutkan bayi yang hendak dilahirkan tersebut meninggal setelah kepalanya tertinggal dalam perut sang ibu.

Kabar tersebut pun langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan setempat, bahwa hal tersebut tidak benar.


BACA JUGA:
Tragis! Kepala Bayi Tertinggal di Rahim Ibunya saat Melahirkan


Peristiwa dugaan mal praktik tersebut menimpa Musarrofah, saat proses persalinan di Puskemas Kedundung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

Kabar tersebut berawal dari viralnya video pengakuan Musarrofah, yang menyatakan anaknya meninggal dunia saat proses persalinan dengan kepala bayi tertinggal di dalam perutnya.

Terkait dugaan mal praktik tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyatakan narasi dalam video yang tersebar tersebut ada banyak yang keliru.


BACA JUGA:
41 Tahun Lalu Gempa M6,7 Picu Tsunami Ambon, 2.500 Orang Meninggal


Di mana kenyataannya, bayi Musarrofah sudah meninggal dalam kandungan delapan hingga sepuluh hari sebelumnya di dalam rahim, bukan meninggal saat persalinan.

Bahkan fakta tersebut menurut Dinas Kesehatan, sudah disampaikan sebelumnya oleh petugas puskesmas ke pihak keluarga Musarrofah. Bahwa, tidak ada bunyi detak jantung dalam kandungannya.Karena bayi sudah meninggal dalam kandungan dengan rentang waktu seminggu lebih, membuat jasad bayi sudah mengalami pembusukan secara alami dalan perut.

&quot;Musarrofah sendiri sudah mengalami hal ini yang kedua kalinya. Karena dalam riwayat kehamilan pertamanya, bayi Musarrofah juga sudah meninggal dalam kandungan,&quot; ujar Dokter Forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan, dr Ediy Suharto, Selasa (12/3/2024).</description><content:encoded>BANGKALAN - Viral dugaan kasus mal praktik saat proses persalinan di salah satu puskesmas di Bangkalan, Madura. Di mana dalam video amatir yang beredar disebutkan bayi yang hendak dilahirkan tersebut meninggal setelah kepalanya tertinggal dalam perut sang ibu.

Kabar tersebut pun langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan setempat, bahwa hal tersebut tidak benar.


BACA JUGA:
Tragis! Kepala Bayi Tertinggal di Rahim Ibunya saat Melahirkan


Peristiwa dugaan mal praktik tersebut menimpa Musarrofah, saat proses persalinan di Puskemas Kedundung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

Kabar tersebut berawal dari viralnya video pengakuan Musarrofah, yang menyatakan anaknya meninggal dunia saat proses persalinan dengan kepala bayi tertinggal di dalam perutnya.

Terkait dugaan mal praktik tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyatakan narasi dalam video yang tersebar tersebut ada banyak yang keliru.


BACA JUGA:
41 Tahun Lalu Gempa M6,7 Picu Tsunami Ambon, 2.500 Orang Meninggal


Di mana kenyataannya, bayi Musarrofah sudah meninggal dalam kandungan delapan hingga sepuluh hari sebelumnya di dalam rahim, bukan meninggal saat persalinan.

Bahkan fakta tersebut menurut Dinas Kesehatan, sudah disampaikan sebelumnya oleh petugas puskesmas ke pihak keluarga Musarrofah. Bahwa, tidak ada bunyi detak jantung dalam kandungannya.Karena bayi sudah meninggal dalam kandungan dengan rentang waktu seminggu lebih, membuat jasad bayi sudah mengalami pembusukan secara alami dalan perut.

&quot;Musarrofah sendiri sudah mengalami hal ini yang kedua kalinya. Karena dalam riwayat kehamilan pertamanya, bayi Musarrofah juga sudah meninggal dalam kandungan,&quot; ujar Dokter Forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan, dr Ediy Suharto, Selasa (12/3/2024).</content:encoded></item></channel></rss>
