<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengumuman Mengejutkan! Gedung Putih Pasok Bantuan Senjata ke Ukraina Senilai Rp5 Triliun</title><description>Pengiriman bantuan AS yang pertama dalam hampir tiga bulan ini dimaksudkan untuk mencegah Ukraina kalah dari Rusia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun"/><item><title>Pengumuman Mengejutkan! Gedung Putih Pasok Bantuan Senjata ke Ukraina Senilai Rp5 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun-pl83Ws9u05.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Putih pasok bantuan senjata ke Ukraina senilai Rp5 triliun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/18/2982600/pengumuman-mengejutkan-gedung-putih-pasok-bantuan-senjata-ke-ukraina-senilai-rp5-triliun-pl83Ws9u05.jpg</image><title>Gedung Putih pasok bantuan senjata ke Ukraina senilai Rp5 triliun (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan senjata militer senilai USD300 juta (Rp4,7 triliun) ke Ukraina.&amp;nbsp;Termasuk amunisi, roket dan rudal anti-pesawat.
Pengumuman mengejutkan ini muncul ketika rancangan undang-undang (RUU) di Kongres untuk mengirim bantuan lebih lanjut ke Ukraina terhenti di tengah perdebatan partisan.

Pengiriman bantuan AS yang pertama dalam hampir tiga bulan ini dimaksudkan untuk mencegah Ukraina kalah dari Rusia.


BACA JUGA:
Kelompok Bersenjata Rusia yang Berbasis di Ukraina Klaim Lakukan Serangan ke Rusia

Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan bantuan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan medan perang Ukraina.


BACA JUGA:
PM Hungaria: Jika Menang, Donald Trump Tak Akan Berikan Uang Sepesen Pun ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia

&amp;ldquo;Amunisi ini akan membuat senjata Ukraina tetap menyala dalam jangka waktu tertentu, namun hanya dalam waktu singkat,&amp;rdquo; kata Sullivan kepada wartawan pada Selasa (12/3/2024), dikutip BBC.
Dia menambahkan bahwa hal ini tidak akan mencegah Ukraina kehabisan amunisi.

Gedung Putih telah meminta Kongres selama berbulan-bulan untuk meloloskan anggaran pengiriman bantuan ke Ukraina, serta Israel dan Taiwan.

RUU bantuan senilai USD60 miliar telah disahkan Senat, namun belum melalui pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketua DPR Mike Johnson sejauh ini menolak untuk mempertimbangkan RUU Senat. Johnson, sekutu Donald Trump, mengatakan DPR akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan undang-undang bantuannya sendiri, tetapi hanya setelah kongres meloloskan anggaran yang merombak sistem imigrasi AS.



Pada Selasa (12/3/2024), sekelompok anggota parlemen bipartisan di DPR meluncurkan petisi jangka panjang dengan menggunakan taktik prosedural langka yang belum berhasil diterapkan sejak 2015.

Ini menjadi sebuah upaya untuk memaksa DPR memberikan suara pada RUU Senat.

Pengumuman bantuan terbaru ini disampaikan ketika Presiden Joe Biden menjamu presiden dan Perdana Menteri (PM) Polandia di Gedung Putih untuk menunjukkan dukungannya terhadap Ukraina.

Selain itu, Denmark juga mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan sekitar USD336 juta amunisi dan artileri ke Ukraina.

Pada bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymr Zelensky mengatakan Ukraina telah kehilangan kekuatan dalam beberapa bulan terakhir karena kekurangan pasokan senjata.

</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan senjata militer senilai USD300 juta (Rp4,7 triliun) ke Ukraina.&amp;nbsp;Termasuk amunisi, roket dan rudal anti-pesawat.
Pengumuman mengejutkan ini muncul ketika rancangan undang-undang (RUU) di Kongres untuk mengirim bantuan lebih lanjut ke Ukraina terhenti di tengah perdebatan partisan.

Pengiriman bantuan AS yang pertama dalam hampir tiga bulan ini dimaksudkan untuk mencegah Ukraina kalah dari Rusia.


BACA JUGA:
Kelompok Bersenjata Rusia yang Berbasis di Ukraina Klaim Lakukan Serangan ke Rusia

Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan bantuan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan medan perang Ukraina.


BACA JUGA:
PM Hungaria: Jika Menang, Donald Trump Tak Akan Berikan Uang Sepesen Pun ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia

&amp;ldquo;Amunisi ini akan membuat senjata Ukraina tetap menyala dalam jangka waktu tertentu, namun hanya dalam waktu singkat,&amp;rdquo; kata Sullivan kepada wartawan pada Selasa (12/3/2024), dikutip BBC.
Dia menambahkan bahwa hal ini tidak akan mencegah Ukraina kehabisan amunisi.

Gedung Putih telah meminta Kongres selama berbulan-bulan untuk meloloskan anggaran pengiriman bantuan ke Ukraina, serta Israel dan Taiwan.

RUU bantuan senilai USD60 miliar telah disahkan Senat, namun belum melalui pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketua DPR Mike Johnson sejauh ini menolak untuk mempertimbangkan RUU Senat. Johnson, sekutu Donald Trump, mengatakan DPR akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan undang-undang bantuannya sendiri, tetapi hanya setelah kongres meloloskan anggaran yang merombak sistem imigrasi AS.



Pada Selasa (12/3/2024), sekelompok anggota parlemen bipartisan di DPR meluncurkan petisi jangka panjang dengan menggunakan taktik prosedural langka yang belum berhasil diterapkan sejak 2015.

Ini menjadi sebuah upaya untuk memaksa DPR memberikan suara pada RUU Senat.

Pengumuman bantuan terbaru ini disampaikan ketika Presiden Joe Biden menjamu presiden dan Perdana Menteri (PM) Polandia di Gedung Putih untuk menunjukkan dukungannya terhadap Ukraina.

Selain itu, Denmark juga mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan sekitar USD336 juta amunisi dan artileri ke Ukraina.

Pada bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymr Zelensky mengatakan Ukraina telah kehilangan kekuatan dalam beberapa bulan terakhir karena kekurangan pasokan senjata.

</content:encoded></item></channel></rss>
