<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketakutan Tak Bisa Bayar Operasi, Pasien RSUD Jombang Mencoba Kabur</title><description>Meski sudah dipegangi oleh satpam, pasien tersebut terus meronta dan meminta agar diperbolehkan pulang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur"/><item><title>Ketakutan Tak Bisa Bayar Operasi, Pasien RSUD Jombang Mencoba Kabur</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur-QcBvzV5SEk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasien dengan jarum infus yang masih menempel di tangan mencoba kabur dari RSUD Jombang (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/519/2982805/ketakutan-tak-bisa-bayar-operasi-pasien-rsud-jombang-mencoba-kabur-QcBvzV5SEk.jpg</image><title>Pasien dengan jarum infus yang masih menempel di tangan mencoba kabur dari RSUD Jombang (Foto : iNews)</title></images><description>JOMBANG - Lantaran ketakutan tak punya uang untuk membayar biaya operasi, seorang pasien berusaha kabur dari RSUD di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (13/3/2024) siang.
Meski sudah dipegangi oleh satpam, pasien tersebut terus meronta dan meminta agar diperbolehkan pulang.
Pasien laki-laki berinisial B tersebut berusaha kabur dari tempatnya dirawat di RSUD Jombang. Sejumlah satpam rumah sakit berusaha menahan dan memeganginya. Dengan jarum infus yang masih menancap di tangannya, pria asal Madiun itu terus berusaha melepaskan diri dari para petugas.

BACA JUGA:
Menko PMK Tegaskan Aturan Speaker Dalam Masjid Bentuk Toleransi Umat Beragama

Kepada satpam yang memeganginya, sang pasien meminta agar dilepaskan dan diperbolehkan pulang. Sebab ia mengaku tidak punya uang untuk membayar biaya operasi.
Apalagi, selama dua hari di rumah sakit, tidak ada satupun keluarganya yang datang. Akibatnya, hingga dua hari dirawat ia belum dioperasi hingga sekarang.
Video pasien meronta dan berusaha kabur dari RSUD Jombang itu beredar luas dan viral di media sosial. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, dr. Ma'murotus Sa'diyah selaku  direktur RSUD Jombang membantah pernyataan pasien yang menyebut ingin pulang karena tidak punya uang untuk membayar biaya operasi.

BACA JUGA:
Usut Korupsi Pengadaan Lahan Sekitar Tol Trans Sumatera, KPK Cegah 3 Orang ke Luar Negeri&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Menurutnya, rumah sakit tidak pernah menunda pelayanan terhadap pasien hanya karena persoalan biaya atau administrasi.
&quot;Yang sebenarnya terjadi, pasien masuk ke RSUD Jombang pada tanggal 11 Maret lalu, ditinggal pergi oleh keluarganya dan hingga dua hari tidak kembali. Akibatnya pasien sendirian dan kebingungan,&quot; ujar dokter Ma'murotus Sa'diyah.
Karena akan segera dioperasi, pihak rumah sakit sebenarnya hanya meminta B untuk mendatangkan keluarganya guna menandatangani persetujuan operasi, bukan meminta biaya operasi.Namun, atas persepsi sendiri, si pasien memilih kabur dengan alasan tidak punya biaya.
&quot;Padahal, terkait persoalan biaya pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan dinas sosial dan tidak mempermasalahkannya,&quot; ujarnya.
Setelah berhasil ditenangkan oleh petugas, B yang merupakan pasien dengan keluhan prostat itu sudah dibawa kembali ke ruangan tempatnya dirawat.
Keluarga B saat ini juga sudah datang dan menungguinya.
Rencananya, B akan segera dioperasi atas prnyakit prostat yang dideritanya hari Kamis dengan biaya jaminan kesehatan Provinsi Jawa Timur.</description><content:encoded>JOMBANG - Lantaran ketakutan tak punya uang untuk membayar biaya operasi, seorang pasien berusaha kabur dari RSUD di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (13/3/2024) siang.
Meski sudah dipegangi oleh satpam, pasien tersebut terus meronta dan meminta agar diperbolehkan pulang.
Pasien laki-laki berinisial B tersebut berusaha kabur dari tempatnya dirawat di RSUD Jombang. Sejumlah satpam rumah sakit berusaha menahan dan memeganginya. Dengan jarum infus yang masih menancap di tangannya, pria asal Madiun itu terus berusaha melepaskan diri dari para petugas.

BACA JUGA:
Menko PMK Tegaskan Aturan Speaker Dalam Masjid Bentuk Toleransi Umat Beragama

Kepada satpam yang memeganginya, sang pasien meminta agar dilepaskan dan diperbolehkan pulang. Sebab ia mengaku tidak punya uang untuk membayar biaya operasi.
Apalagi, selama dua hari di rumah sakit, tidak ada satupun keluarganya yang datang. Akibatnya, hingga dua hari dirawat ia belum dioperasi hingga sekarang.
Video pasien meronta dan berusaha kabur dari RSUD Jombang itu beredar luas dan viral di media sosial. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, dr. Ma'murotus Sa'diyah selaku  direktur RSUD Jombang membantah pernyataan pasien yang menyebut ingin pulang karena tidak punya uang untuk membayar biaya operasi.

BACA JUGA:
Usut Korupsi Pengadaan Lahan Sekitar Tol Trans Sumatera, KPK Cegah 3 Orang ke Luar Negeri&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Menurutnya, rumah sakit tidak pernah menunda pelayanan terhadap pasien hanya karena persoalan biaya atau administrasi.
&quot;Yang sebenarnya terjadi, pasien masuk ke RSUD Jombang pada tanggal 11 Maret lalu, ditinggal pergi oleh keluarganya dan hingga dua hari tidak kembali. Akibatnya pasien sendirian dan kebingungan,&quot; ujar dokter Ma'murotus Sa'diyah.
Karena akan segera dioperasi, pihak rumah sakit sebenarnya hanya meminta B untuk mendatangkan keluarganya guna menandatangani persetujuan operasi, bukan meminta biaya operasi.Namun, atas persepsi sendiri, si pasien memilih kabur dengan alasan tidak punya biaya.
&quot;Padahal, terkait persoalan biaya pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan dinas sosial dan tidak mempermasalahkannya,&quot; ujarnya.
Setelah berhasil ditenangkan oleh petugas, B yang merupakan pasien dengan keluhan prostat itu sudah dibawa kembali ke ruangan tempatnya dirawat.
Keluarga B saat ini juga sudah datang dan menungguinya.
Rencananya, B akan segera dioperasi atas prnyakit prostat yang dideritanya hari Kamis dengan biaya jaminan kesehatan Provinsi Jawa Timur.</content:encoded></item></channel></rss>
