<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fantastis! Utang Pinjol Warga Jabar Tembus Rp6 Triliun, Ini Kata Bey Machmudin</title><description>Data statistik angka penyaluran pinjaman online periode Desember 2023 senilai Rp22,57 triliun.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin"/><item><title>Fantastis! Utang Pinjol Warga Jabar Tembus Rp6 Triliun, Ini Kata Bey Machmudin</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin-Ms6ODArk5z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok/Agung Bakti Sarasa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/525/2982733/fantastis-utang-pinjol-warga-jabar-tembus-rp6-triliun-ini-kata-bey-machmudin-Ms6ODArk5z.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok/Agung Bakti Sarasa)</title></images><description>BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, data statistik angka penyaluran pinjaman online periode Desember 2023 senilai Rp22,57 triliun.

Jumlah tersebut menunjukkan angka penyaluran pinjaman online meningkat dua digit, tepatnya sebesar 15,60% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2022 senilai Rp19,53 triliun.

Menariknya, jumlah penerima pinjaman online turun 26,59% secara tahunan dari 13,72 juta akun per Desember 2022 menjadi 10,06 juta akun pada Desember 2023. Artinya, angka penerima pinjol turun dibandingkan nilai penyaluran pinjaman yang terus mendaki.

BACA JUGA:
Menko PMK: Lebih 86.000 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor Sumbar


Saat ditelusuri, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak menerima pinjol senilai Rp6,24 triliun pada Desember 2023, melonjak 31,95% secara tahunan dari Rp4,73 triliun.

Kucuran pinjol ke Jabar mengambil porsi sebesar 27,65% terhadap total penyaluran. Jika hanya difokuskan ke provinsi Jawa, wilayah Jabar mengambil kue hingga 35,49%. Adapun, penyaluran pinjol ke wilayah Jawa mencapai Rp17,58 triliun.

BACA JUGA:
Korban Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan-Padang Pariaman Akan Direlokasi


Meski begitu, jumlah penerima pinjaman di Provinsi Jabar turun 21,24% dari 3,83 juta akun menjadi 3,02 juta akun.

Menanggapi hal ini, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, tingginya angka utang pinjol di Jabar disebabkan karena banyaknya masyarakat yang belum tereduksi dengan sistem pijaman online ini. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bunga dari pinjol ini sangat tinggi.

&quot;Karena masyarakat ini kan tidak paham bahwa bunga tinggi sekali dan sudah bunga tinggi kadang dipermalukan. Setiap mau pinjol itu kadang-kadang kan orang mikirnya hanya uangnya saja, tapi dapat datanya juga tersedot,&quot; ucap Bey, Rabu (13/4/2024).

Setelah data diambil oleh para pemilik pinjol, Bey mengungkapkan, para pengguna akhirnya mendapatkan ancaman untuk data dirinya disebarkan. Sehingga, Bey menilai masyarakat masih kurang mendapatkan edukasi pinjaman online.



&quot;Memang harus ada edukasi pada masyarakat agar hati-hati dalam menggunakan aplikasi terutama pinjol karena bunga tinggi sekali. Saya ada cerita dia pinjam dua juta diterima enggak dua juta tapi satu juta sekian,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Habib Hasan Wafat, Duka dan Doa Banjiri Media Sosial




Bey mengatakan, beberapa langkah jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan ini tengah dipersiapkan. Dia memastikan, nantinya akan berkoordinasi dengan OJK Jabar, dan perusahaan BUMD perbankan.



&quot;Saya sudah minta bantuan OJK juga Bank BJB, kalau ada masyarakat butuh uang diberikan kemudahan pinjaman, bagaimana caranya supaya menekan angka itu,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Antisipasi Gelombang Pasang dan Banjir Rob




Bey menilai, warga Jabar belum banyak yang bisa membedakan mana pinjol ilegal dan resmi. Dengan kondisi ini, ia memastikan akan berkoordinasi dengan OJK Jabar dan perusahaan BUMD perbankan untuk menyelesaikan persoalan ini.



&quot;Nanti saya minta tolong OJK untuk menertibkan pinjol Ilegel dan juga minta perbankan di Jabar untuk membantu bagaimana mengatasi pinjol,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, data statistik angka penyaluran pinjaman online periode Desember 2023 senilai Rp22,57 triliun.

Jumlah tersebut menunjukkan angka penyaluran pinjaman online meningkat dua digit, tepatnya sebesar 15,60% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2022 senilai Rp19,53 triliun.

Menariknya, jumlah penerima pinjaman online turun 26,59% secara tahunan dari 13,72 juta akun per Desember 2022 menjadi 10,06 juta akun pada Desember 2023. Artinya, angka penerima pinjol turun dibandingkan nilai penyaluran pinjaman yang terus mendaki.

BACA JUGA:
Menko PMK: Lebih 86.000 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor Sumbar


Saat ditelusuri, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak menerima pinjol senilai Rp6,24 triliun pada Desember 2023, melonjak 31,95% secara tahunan dari Rp4,73 triliun.

Kucuran pinjol ke Jabar mengambil porsi sebesar 27,65% terhadap total penyaluran. Jika hanya difokuskan ke provinsi Jawa, wilayah Jabar mengambil kue hingga 35,49%. Adapun, penyaluran pinjol ke wilayah Jawa mencapai Rp17,58 triliun.

BACA JUGA:
Korban Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan-Padang Pariaman Akan Direlokasi


Meski begitu, jumlah penerima pinjaman di Provinsi Jabar turun 21,24% dari 3,83 juta akun menjadi 3,02 juta akun.

Menanggapi hal ini, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, tingginya angka utang pinjol di Jabar disebabkan karena banyaknya masyarakat yang belum tereduksi dengan sistem pijaman online ini. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bunga dari pinjol ini sangat tinggi.

&quot;Karena masyarakat ini kan tidak paham bahwa bunga tinggi sekali dan sudah bunga tinggi kadang dipermalukan. Setiap mau pinjol itu kadang-kadang kan orang mikirnya hanya uangnya saja, tapi dapat datanya juga tersedot,&quot; ucap Bey, Rabu (13/4/2024).

Setelah data diambil oleh para pemilik pinjol, Bey mengungkapkan, para pengguna akhirnya mendapatkan ancaman untuk data dirinya disebarkan. Sehingga, Bey menilai masyarakat masih kurang mendapatkan edukasi pinjaman online.



&quot;Memang harus ada edukasi pada masyarakat agar hati-hati dalam menggunakan aplikasi terutama pinjol karena bunga tinggi sekali. Saya ada cerita dia pinjam dua juta diterima enggak dua juta tapi satu juta sekian,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Habib Hasan Wafat, Duka dan Doa Banjiri Media Sosial




Bey mengatakan, beberapa langkah jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan ini tengah dipersiapkan. Dia memastikan, nantinya akan berkoordinasi dengan OJK Jabar, dan perusahaan BUMD perbankan.



&quot;Saya sudah minta bantuan OJK juga Bank BJB, kalau ada masyarakat butuh uang diberikan kemudahan pinjaman, bagaimana caranya supaya menekan angka itu,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Antisipasi Gelombang Pasang dan Banjir Rob




Bey menilai, warga Jabar belum banyak yang bisa membedakan mana pinjol ilegal dan resmi. Dengan kondisi ini, ia memastikan akan berkoordinasi dengan OJK Jabar dan perusahaan BUMD perbankan untuk menyelesaikan persoalan ini.



&quot;Nanti saya minta tolong OJK untuk menertibkan pinjol Ilegel dan juga minta perbankan di Jabar untuk membantu bagaimana mengatasi pinjol,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
